MAOS, UNHAS.TV – Selama sepekan terakhir, delapan warga Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan, menjadi korban gigitan anjing yang positif rabies. Semua korban telah mendapatkan perawatan medis di puskesmas dan rumah sakit setempat.
Kejadian ini menimbulkan kecemasan di sejumlah desa di Kecamatan Camba. Para korban mengalami luka gigitan di tangan dan kaki. Salah seorang korban, Gufran, menceritakan serangan yang dialaminya saat jogging pagi di jalan desa.
“Saya lagi jogging ambil lawan arah, anjing itu datang dari sebelah kiri, langsung menyerang. Sempat saya tendang dan pukul baru lepas. Tangan saya jatuh lalu saya tendang lagi, dia gigit lagi. Dua luka yang parah, yang lainnya dicakar,” ujarnya.
Pemerintah Kabupaten Maros bekerja sama dengan Balai Besar Veteriner (BBVet) langsung melakukan vaksinasi massal terhadap ratusan anjing peliharaan di sekitar lokasi kejadian di Kecamatan Camba.
Menindaklanjuti laporan warga, Bupati Maros, Dr H Andi Syafril Chaidir Syam SIP MH memerintahkan petugas untuk mengamankan anjing yang diduga terinfeksi rabies dan berkoordinasi dengan BBVet untuk pemeriksaan laboratorium.
Hasil pengujian menunjukkan hewan tersebut positif rabies. “Saya mendapat laporan di Kecamatan Camba bahwa ada anjing yang diidentifikasi sebagai anjing gila karena menyerang warga," ujarnya.
"Jadi sudah ada delapan korban. Kemudian saya kasih arahan untuk mematikan anjing tersebut dengan bantuan BBVet. Hasil pemeriksaan positif rabies,” kata Bupati Syam.
Vaksinasi Cegah Penularan
Untuk mencegah penularan lebih luas, pemerintah Kabupaten Maros bersama BBVet melaksanakan vaksinasi terhadap seluruh anjing peliharaan di sekitar lokasi.
Langkah ini diambil untuk memutus rantai penyebaran virus, baik ke manusia maupun hewan lain. Kepala BBVet Maros, drh. Agustia, menyatakan kesiapan pihaknya.
“Kami siapkan lima ratus dosis vaksin karena populasi anjing di wilayah ini diperkirakan sekitar lima ratus ekor. Rabies itu satu kasus saja sudah termasuk kejadian luar biasa karena berisiko terhadap nyawa manusia. Kemungkinan anjing rabies tersebut juga menggigit anjing lain,” jelasnya.
Pemerintah Maros mengimbau masyarakat yang memelihara anjing maupun kucing untuk rutin melakukan vaksinasi rabies. Selain menjaga kesehatan hewan peliharaan, langkah ini penting untuk mencegah penularan virus yang dapat mengancam nyawa manusia.
Hingga saat ini, seluruh korban gigitan rabies telah ditangani dengan baik dan menjalani rawat jalan. Pemerintah setempat terus memantau situasi sekaligus melakukan edukasi kepada warga agar lebih waspada terhadap potensi serangan hewan rabies. Upaya cepat ini diharapkan menekan risiko wabah rabies di Kabupaten Maros.
(Muh. Nur Alim / Unhas TV)
ANJING RABIES - Pemerintah Kabupaten Maros bekerja sama dengan Balai Besar Veteriner (BBVet) melakukan vaksinasi massal terhadap ratusan anjing peliharaan di Kecamatan Camba, Sabtu (9/5/2026). DI Camba sejumlah warga digigit anjing rabies. (Muh Nur Alim / Unhas TV)








