Pendidikan

Dies Natalis ke-70 Unhas, Rektor Prof JJ Soroti Inovasi, Kebersamaan, dan Target Global

Rektor Unhas Prof Dr Ir Jamaluddin Jompa MSc memberikan keterangan pers usai memimpin Rapat Senat Terbuka Dies Natalis ke-70 Unhas di Baruga AP Pettarani, Kamis (10/9/2026). (Unhas TV / Mustika Syaharuddin)

MAKASSAR, UNHAS.TV - Memasuki usia ke-70 tahun, Universitas Hasanuddin (Unhas) terus mencatat berbagai perkembangan dalam bidang akademik, inovasi, dan penguatan reputasi internasional.

Momentum Dies Natalis ke-70 menjadi ruang refleksi bagi sivitas akademika untuk melihat capaian yang telah diraih sekaligus menjaga semangat dalam melanjutkan pengembangan universitas.

Dalam rangkaian Dies Natalis ke-70 Universitas Hasanuddin, Rektor Unhas Prof Dr Ir Jamaluddin Jompa MSc menyampaikan refleksi mengenai berbagai capaian yang telah dicapai selama beberapa tahun terakhir.

Menurutnya, salah satu faktor penting yang mendukung perkembangan Unhas adalah semangat kebersamaan seluruh unsur universitas.

“Yang membuat kami itu bisa besar dan bertahan seperti ini, walaupun didera oleh gelombang dan badai, itu adalah semangat kebersamaan, semangat untuk saling memperkuat, semangat untuk memelihara harapan, semangat untuk memelihara cita-cita, visi itu selalu menjadi bagian dari tujuan,” ujar Rektor.

Menurutnya, keberhasilan sebuah universitas tidak hanya ditentukan oleh banyaknya gagasan yang dimiliki, tetapi juga bagaimana gagasan tersebut dapat dijalankan secara konsisten.

“Kehebatan sebuah universitas memang adalah banyak ide, tapi tantangan seorang pemimpin di universitas adalah bagaimana dengan begitu banyak ide itu bisa tetap berjalan, tidak berhenti pada diskusi panjang yang tidak akan pernah berakhir,” jelasnya.

Salah satu capaian yang disampaikan Rektor berkaitan dengan pengembangan berbagai produk inovasi yang dilakukan Universitas Hasanuddin. Beberapa di antaranya berada pada bidang pangan, seperti pengembangan jagung dan ayam yang dikembangkan oleh Unhas.

Dalam pengembangan jagung, Rektor menyampaikan bahwa Unhas terus mendorong peningkatan produksi benih melalui pengembangan yang dilakukan oleh universitas.

Ia juga menjelaskan mengenai pengembangan ayam Unhas yang diharapkan dapat menjadi bagian dari pengembangan ayam nasional.

“Kalau kita enggak memiliki ayam sendiri dan ayam Unhas inilah yang kita harapkan bisa menjadi simbol hadirnya ayam nasional, bukan hanya untuk Sulsel tapi untuk Indonesia,” ungkapnya.

Selain bidang pangan, Rektor juga menyampaikan perkembangan teknologi drone agriculture yang dikembangkan oleh Unhas. Menurutnya, teknologi tersebut telah dibeli oleh Kementerian Pertanian setelah melalui proses pengujian.

“Drone agriculture itu, tidak ada universitas yang memiliki drone agriculture yang dibeli langsung oleh Kementerian Pertanian karena sudah teruji. Itu bisa diaplikasikan dan itu memang drone Unhas, didesain oleh Unhas dan TKDN-nya sudah 60 persen,” kata Rektor.

Ia menjelaskan bahwa pengembangan berbagai produk tersebut juga menjadi salah satu upaya untuk memberikan pengalaman kepada mahasiswa bahwa hasil inovasi perguruan tinggi dapat dikembangkan lebih lanjut.

“Supaya ada semacam motivasi dari mahasiswa juga, oh kita masuk Unhas itu ada peluang untuk kemudian bisa menjadi real businessman, bukan hanya menghayal, tapi juga tahu bahwa kita bisa real,” ujarnya.

Tempati Posisi 850 Kampus Dunia

Selain pengembangan inovasi, Rektor juga menyampaikan perkembangan posisi Universitas Hasanuddin dalam pemeringkatan internasional. Ia menyebut bahwa Unhas mengalami peningkatan posisi dalam beberapa tahun terakhir.

Menurutnya, Unhas yang sebelumnya berada pada peringkat lebih dari 2.000, kemudian meningkat hingga sekitar peringkat 950 dan pada awal 2026 berada sekitar peringkat 850.

Rektor menyampaikan bahwa Unhas memiliki target untuk terus meningkatkan posisi tersebut hingga masuk dalam jajaran 500 besar universitas dunia.

“Kalau trajektorinya itu bisa kita pelihara, semangatnya bisa kita pelihara, maka sudah kelihatan road map-nya. Kalau naik 100 setiap tahun, berarti kita butuh sisa tiga tahun, empat tahun lagi untuk jadi 500 dan itu feasible tapi tidak mudah,” jelasnya.

Di tengah berbagai capaian tersebut, nilai dasar perguruan tinggi tetap menjadi perhatian. Salah satu harapan pada Dies Natalis ke-70 Unhas disampaikan oleh Daad Latif yang menekankan pentingnya menjaga pelaksanaan Tridharma Perguruan Tinggi serta nilai integritas akademik.

“Harapan saya sebagai insan akademik Universitas Hasanuddin, kita tetap meningkatkan dan fokus pada Tridharma Universitas, pengabdian, pengajaran, dan penelitian. Tentu tetap mengedepankan nilai-nilai kejujuran akademik, kemudian akhlak dalam mendidik,” ujarnya.

Peringatan Dies Natalis ke-70 Universitas Hasanuddin menjadi momentum untuk melihat perjalanan universitas sekaligus memperkuat komitmen dalam menjalankan pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.

Melalui berbagai capaian yang disampaikan, mulai dari pengembangan inovasi hingga peningkatan reputasi akademik, Unhas terus melanjutkan langkah pengembangannya dengan tetap menjaga semangat kebersamaan dan nilai-nilai Tridharma Perguruan Tinggi.

(Mustika Syaharuddin / Unhas TV)