Makassar

Diskusi Ardev Institute: Pasar Tradisional Masih Relevan dan Perlu Diprioritaskan dalam Pembangunan Kota

Ardev Institute bersama Bang Catur menggelar diskusi publik bertajuk “Pasar Tradisional Makassar: Sepi, Kumuh, dan Terlupakan?” di Ardev Hub Coffee & Space, Jl Hj Saripa Raya, Makassar, Sabtu (31/1/2026). (dok ardev institute)

MAKASSAR, UNHAS.TV - Pasar tradisional dinilai masih memiliki peran penting dalam kehidupan ekonomi dan sosial masyarakat kota. Termasuk di Kota Makassar.

Di tengah dinamika perkotaan dan perubahan perilaku masyarakat, pasar tradisional ini membutuhkan perhatian, penataan, dan pengelolaan yang berkelanjutan agar tetap berfungsi optimal.

Hal tersebut mengemuka dalam diskusi publik bertajuk “Pasar Tradisional Makassar: Sepi, Kumuh, dan Terlupakan?” yang diselenggarakan oleh Ardev Institute bersama Bang Catur di Ardev Hub Coffee & Space, Sabtu (31/1/2026).

Diskusi ini menghadirkan akademisi, peneliti, dan perwakilan pemerintah kota untuk melihat pasar tradisional sebagai bagian dari sistem perkotaan yang terus berkembang.

Ketua Dewan Pembina Ardev Institute, Ar. Yudha Ernawan, menekankan bahwa pasar tradisional memiliki peran strategis sebagai ruang ekonomi sekaligus ruang sosial masyarakat.

 “Pasar tradisional memiliki peran strategis sebagai ruang ekonomi dan ruang sosial. Di tengah perubahan kota, pasar perlu dipahami sebagai bagian dari sistem perkotaan yang harus dijaga keberlanjutan fungsinya melalui upaya bersama berbagai pihak,” ujarnya.

Kepala Dinas Tata Ruang Kota Makassar, Dr Ir Muhammad Fuad Azis DM menyampaikan bahwa pasar tradisional tetap menjadi bagian penting dalam struktur ruang kota. 

“Pasar tradisional merupakan bagian penting dari kehidupan dan struktur ruang kota. Penataan pasar perlu dilakukan secara terencana, bertahap, dan kolaboratif," ujarnya.

"Tentunya dengan mempertimbangkan kebutuhan masyarakat, dinamika perkotaan, serta ketentuan perencanaan yang berlaku agar pasar dapat berfungsi secara optimal dan berkelanjutan,” jelas Fuad Aziz.

Dari perspektif arsitektur dan pengalaman pengguna, Akademisi Universitas Fajar, Ar Muhammad Lottong Makkaraka, menyoroti pentingnya kualitas ruang pasar.

“Kenyamanan ruang dan kualitas lingkungan pasar sangat berpengaruh terhadap minat masyarakat. Karena itu, penataan pasar perlu memperhatikan aspek ruang, sirkulasi, dan pengalaman pengguna agar pasar tetap menjadi pilihan bagi masyarakat,” katanya.

Sementara itu, Direktur Riset dan Kajian Publik Ardev Institute, Dr Ar Mohammad Sutrisno, menambahkan bahwa pasar perlu dipandang secara menyeluruh sebagai ekosistem.

“Pasar tradisional perlu dilihat sebagai ekosistem sosial–ekonomi yang dikelola secara berkelanjutan. Pendekatan kebijakan yang komprehensif dan berkesinambungan menjadi penting agar pasar dapat terus melayani kebutuhan masyarakat,” tuturnya.

Diskusi ini menyimpulkan bahwa pasar tradisional bukanlah ruang yang kehilangan relevansi, melainkan ruang yang membutuhkan perhatian dan prioritas dalam pembangunan kota.

Keberlanjutan fungsi pasar dipandang sebagai cerminan kepedulian kota terhadap kehidupan masyarakatnya. (*)