BANGGAI, UNHAS.TV - Uji tanam benih jagung NK Sumo Sakti di wilayah lahan kering Kabupaten Banggai, Sulawesi Tengah, menunjukkan produktivitas hingga 9,4 ton per hektar.
Hasil tersebut disampaikan dalam kegiatan Expo NK Sumo Sakti 2026 yang digelar di Desa Kabua-bua, Kecamatan Nuhon, Kabupaten Banggai, Selasa (29/9/2026).
Regional Sales Manager for Seed at PT Syngenta Indonesia, Bahtiar Manadjeng, menjelaskan bahwa pengujian benih dilakukan selama sekitar empat bulan pada kondisi lahan yang relatif kering.
Menurutnya, pengujian tersebut dilakukan untuk melihat performa benih dalam menghadapi kondisi lapangan yang menjadi salah satu tantangan dalam budidaya jagung.
“Syngenta memperkenalkan teknologi benih terbaru, yaitu NK Sumo Sakti. Uji coba penanaman telah dilakukan selama empat bulan di lahan kering yang cukup ekstrem, dan hasilnya membuktikan bahwa benih ini tahan kering,” jelas Bahtiar.
.webp)
SUMO SAKTI - PT Syngenta Indonesia memperkenalkan teknologi benih jagung NK Sumo Sakti dalam kegiatan Expo NK Sumo Sakti 2026 yang digelar di Desa Kabua-bua, Kecamatan Nuhon, Kabupaten Banggai, Sulawesi Tengah, Selasa (29/9/2026). Hasil Uji tanam benih jagung NK Sumo Sakti di wilayah lahan kering Kabupaten Banggai, menunjukkan produktivitas hingga 9,4 ton per hektar. (Unhas TV / Kautsar Ardiansyah R)
Bahtiar menyampaikan bahwa hasil penanaman NK Sumo Sakti di lokasi uji berada pada kisaran 8 hingga 9,4 ton per hektar.
Angka tersebut, menurut Bahtiar, berada di atas produktivitas rata-rata nasional yang ia sebut berkisar 5,3 hingga 5,8 ton per hektar.
Ia mengatakan peningkatan produktivitas menjadi salah satu hal yang ingin didorong melalui penggunaan teknologi benih dan penerapan praktik budidaya yang lebih baik.
“Melalui penerapan teknologi besar seperti ini, kita berharap terjadi transfer teknologi agar petani bisa mengembangkan GAP atau Good Agricultural Practices dengan benar. Produktivitas yang tadinya hanya 5,2 hingga 5,6 ton per hektar, kita dorong agar minimal bisa mencapai 8 sampai 9 ton per hektar,” ujarnya.
Tahan terhadap Kekeringan dan Ulat
Selain produktivitas, Bahtiar menyebut NK Sumo Sakti memiliki sejumlah karakteristik yang diperkenalkan kepada petani dalam kegiatan tersebut.
Ia menyebut benih ini memiliki ketahanan terhadap kondisi kekeringan, serangan ulat grayak atau Spodoptera frugiperda, serta herbisida glifosat.
“Keunggulan utama benih NK Sumo Sakti ini adalah tahan kekeringan, tahan terhadap serangan ulat karena dikembangkan dengan teknologi bioteknologi, serta tahan herbisida glifosat sehingga lebih mudah dirawat oleh petani kita di lapangan,” katanya.
.webp)
SUMO SAKTI - PT Syngenta Indonesia memperkenalkan teknologi benih jagung NK Sumo Sakti dalam kegiatan Expo NK Sumo Sakti 2026 yang digelar di Desa Kabua-bua, Kecamatan Nuhon, Kabupaten Banggai, Sulawesi Tengah, Selasa (29/9/2026). Hasil Uji tanam benih jagung NK Sumo Sakti di wilayah lahan kering Kabupaten Banggai, menunjukkan produktivitas hingga 9,4 ton per hektar. (Unhas TV / Kautsar Ardiansyah R)
Karakteristik tersebut diperkenalkan sebagai bagian dari teknologi budidaya yang diharapkan dapat membantu petani dalam proses perawatan tanaman.
Bahtiar juga menjelaskan bahwa kegiatan Expo NK Sumo Sakti merupakan bagian dari agenda rutin kuartalan yang dilakukan di wilayah Sulawesi.
Kegiatan tersebut diarahkan untuk mempertemukan petani dengan teknologi budidaya, sekaligus mendorong penerapan Good Agricultural Practices atau praktik pertanian yang baik.
Menurutnya, transfer teknologi menjadi salah satu fokus agar petani tidak hanya mengenal produk benih, tetapi juga memahami cara budidaya yang dapat mendukung peningkatan hasil.
Ia berharap produktivitas petani jagung dapat didorong mencapai kisaran 8 hingga 9 ton per hektar, mendekati angka yang menurutnya dapat dicapai di sejumlah negara lain hingga sekitar 11 ton per hektar.
Capaian hingga 9,4 ton per hektar yang ditampilkan dalam Expo NK Sumo Sakti 2026 menjadi bagian dari hasil penanaman pada kondisi lahan kering di Kabupaten Banggai.
Data tersebut digunakan dalam kegiatan untuk menunjukkan hasil penerapan benih dan teknologi budidaya yang diuji di lapangan.
Expo NK Sumo Sakti 2026 juga menjadi ruang pertemuan antara perusahaan, petani, dan pelaku budidaya jagung untuk melihat hasil penanaman secara langsung serta membahas produktivitas dan perawatan tanaman.
(Kautsar Ardiansyah R / Unhas TV)
SUMO SAKTI - Regional Sales Manager For Seed Pt Syngenta Indonesia, Bahtiar Manadjeng memperkenalkan benih jagung NK Sumo Sakti dalam kegiatan Expo NK Sumo Sakti 2026 yang digelar di Desa Kabua-bua, Kecamatan Nuhon, Kabupaten Banggai, Sulawesi Tengah, Selasa (29/9/2026). Hasil Uji tanam benih jagung NK Sumo Sakti di wilayah lahan kering Kabupaten Banggai, menunjukkan produktivitas hingga 9,4 ton per hektar. (Unhas TV / Kautsar Ardiansyah R)







_1-300x201.webp)
