Budaya
Mahasiswa

Dekan FIB Unhas Lepas Tim Telusur Mandar, Mahasiswa Sejarah Gali Jejak Budaya Mandar

TELUSUR MANDAR - Dekan FIB Unhas Prof Dr Andi Muhammad Akhmar SS MHum melepas panitia dan tim peneliti program Telusur Mandar di pelataran Gedung Dekanat FIB Unhas, Rabu (15/7/2026). (Dok Tim POKSA 2026)

MAKASSAR, UNHAS.TV - Fakultas Ilmu Budaya Universitas Hasanuddin (FIB Unhas) melepas panitia dan tim peneliti program Telusur Mandar di pelataran Gedung Dekanat FIB Unhas, Rabu (15/7/2026).

Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian Pengenalan Objek Kajian Sejarah (Poksa) 2026 oleh Himpunan Mahasiswa Departemen Ilmu Sejarah (Humanis), Keluarga Mahasiswa Fakultas Ilmu Budaya Universitas Hasanuddin (KMFIB-UH).

Pelepasan dihadiri Dekan FIB Unhas Prof Dr Andi Muhammad Akhmar SS MHum, Ketua Departemen Ilmu Sejarah yang diwakili Sekertaris Departemen Ilmu Sejarah Fajar Sidiq Limola SS MHum.

Tampak pula Ketua Himpunan Mahasiswa Departemen Ilmu Sejarah Rahmaddika Alfadi, Ketua Ikatan Alumni Jurusan Ilmu Sejarah atau IKAJIS Solihin, serta sejumlah perwakilan himpunan mahasiswa departemen.

Prof Akhmar mengatakan Telusur Mandar bukan sekadar perjalanan lapangan, melainkan bagian dari proses akademik mahasiswa sejarah. Peserta diharapkan mampu menjaga sikap selama berinteraksi dengan masyarakat dan menggali informasi di lokasi penelitian.

“Kegiatan ini merupakan bagian dari proses kalian menjadi mahasiswa sejarah. Di mana pun kalian berada, jagalah almamater kita sebagai mahasiswa Universitas Hasanuddin,” kata Akhmar.

Sementara Fajar Sidiq Limola mengatakan kegiatan lapangan memberi kesempatan kepada mahasiswa untuk menghubungkan teori sejarah dengan sumber-sumber yang ditemukan di masyarakat.

“Mahasiswa harus datang dengan sikap kritis, tetapi tetap menghargai ingatan, tradisi, dan pengetahuan masyarakat setempat,” ujarnya.

Ketua HMD Ilmu Sejarah, Rahmaddika Alfadi, menyebut Telusur Mandar menjadi ruang belajar kolektif bagi mahasiswa.

“Kami ingin peserta tidak hanya mengumpulkan data, tetapi juga memahami nilai sosial dan budaya yang hidup di tengah masyarakat Mandar,” katanya.

Ketua IKAJIS, Solihin, mengingatkan pentingnya ketelitian dalam proses penelitian. “Catatan lapangan harus disusun dengan disiplin karena hasil telusur ini dapat menjadi bahan pengetahuan yang bermanfaat bagi mahasiswa dan masyarakat,” ujar dia.

Melalui kegiatan tersebut, tim peneliti dijadwalkan menelusuri jejak sejarah, kebudayaan, dan kehidupan masyarakat Mandar. Hasil penelitian diharapkan memperkaya dokumentasi sejarah lokal sekaligus meningkatkan keterampilan riset mahasiswa. (*)