SUNDERLAND, UNHAS.TV - Kiper Gianluigi Donnarumma nyaris terlibat baku hantam seusai laga Manchester City melawan Sunderland di Stadium of Light, Kamis (1/1/2026) malam.
Emosi kiper asal Italia itu meledak setelah peluit panjang berbunyi, ketika ia berhadapan langsung dengan Luke O’Nien—pemain pengganti Sunderland yang dianggap mengulur waktu pada detik-detik terakhir.
Insiden bermula saat pertandingan memasuki fase penutup. Manchester City yang terus menekan butuh tempo cepat untuk memaksimalkan sisa waktu.
Namun, O’Nien justru merampas bola dan menahannya agar City tak bisa segera mengambil lemparan ke dalam. Aksi “dark arts” itu memancing kemarahan pemain tamu. Wasit tidak mengeluarkan kartu, tetapi ketegangan rupanya tidak ikut reda.
Begitu pertandingan berakhir imbang 0-0, Donnarumma langsung berlari menghampiri O’Nien. Keduanya berdiri sangat dekat, saling menatap, dan terlibat adu mulut di tengah lapangan.
Donnarumma melontarkan protes keras, sementara O’Nien tidak mundur. Situasi menegang beberapa detik—cukup lama untuk membuat pemain lain khawatir duel verbal itu berubah menjadi kontak fisik.
Erling Haaland menjadi salah satu pemain yang pertama masuk untuk mencegah keributan membesar. Penyerang Norwegia itu berusaha memisahkan Donnarumma dan O’Nien, mendorong rekan setimnya menjauh sambil meminta situasi ditenangkan.
Sejumlah pemain lain ikut menarik dan menghalangi, hingga Donnarumma benar-benar diseret keluar dari titik konfrontasi.
O’Nien sendiri baru kembali bermain setelah menjalani larangan tiga pertandingan. Ia absen karena kartu merah yang ia terima pada laga sebelumnya melawan City di Etihad bulan lalu, ketika Sunderland kalah 0-3.
Riwayat itu membuat duel tatap muka dengan Donnarumma terasa semakin panas, seolah membawa sisa tensi dari pertemuan sebelumnya.
Pep Guardiola datang beberapa saat kemudian. Berbeda dari Donnarumma yang masih terlihat terpancing, Guardiola tampil sebagai penengah.
Ia mendekat dengan gestur menenangkan dan membantu meredakan situasi, sebelum akhirnya berbincang dengan pihak Sunderland.
Setelah keributan mereda, Guardiola terlihat memeluk kapten Sunderland, Granit Xhaka, memberi sinyal bahwa insiden itu dianggap selesai.
Guardiola mengecilkan peristiwa tersebut. “Sepak bola memang begitu. Kadang semuanya terjadi apa adanya. Tidak ada yang penting. Tidak ada yang terluka, tidak terjadi apa-apa,” kata pelatih asal Spanyol itu.
Namun, bagi City, drama setelah peluit hanyalah lapisan tipis dari kekecewaan yang lebih besar. Hasil 0-0 membuat mereka gagal memangkas jarak dengan Arsenal di puncak klasemen.
City menutup pertandingan dengan tekanan bertubi-tubi, berkali-kali masuk ke kotak enam yard, tetapi gagal mencetak gol. Guardiola menyebut timnya sudah “melakukan semuanya untuk menang”, hanya kurang satu hal: penyelesaian akhir.
City kini harus segera menata ulang fokus. Dalam dua hari, mereka dijadwalkan menghadapi Chelsea—dengan tekanan perebutan gelar yang tak memberi ruang untuk emosi yang bocor di lapangan. (*)
Kiper City Gianluigi Donnarumma terlibat adu mulut dengan pemain Sunderland Luke O’Nien. (screenshot the sun)








