Pendidikan

Dosen FISIP Unhas Presentasikan Riset Perempuan Pesisir Takalar pada Konferensi Internasional SustainWell 2026

Dr. Ishak Salim tampil sebagai pembicara dalam SustainWell 2026 yang digelar di INTI International University, Malaysia, memaparkan riset tentang ketimpangan gender dan keberlanjutan dalam industri rumput laut pesisir Takalar. Dr. Ishak Salim tampil sebagai pembicara dalam SustainWell 2026 yang digelar di INTI International University, Malaysia, memaparkan riset tentang ketimpangan gender dan keberlanjutan dalam industri rumput laut pesisir Takalar.

MALAYSIA, UNHAS.TV — Dosen Departemen Ilmu Administrasi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Hasanuddin, Dr. Ishak Salim, mempresentasikan hasil risetnya dalam 1st International Conference on Sustainable Living and Community Wellness (SustainWell 2026) yang digelar pada 6 Februari 2026 dengan tema “Building Healthy Communities for a Sustainable Future” dan diselenggarakan secara hybrid berpusat di INTI International University, Nilai, Malaysia, serta melibatkan akademisi, praktisi, dan pembuat kebijakan dari berbagai negara.

Selain sebagai dosen FISIP Unhas, Dr. Ishak Salim juga tercatat sebagai Research Fellow INTI International University, peneliti senior di POLiGOV (Policy & Governance) Laboratory Universitas Hasanuddin, serta anggota Maritime Governance & Sustainability Development Research Group, dan dalam forum tersebut ia memaparkan penelitian tentang pengalaman dan peran perempuan pesisir di Kabupaten Takalar dalam rantai nilai rumput laut, khususnya kelompok perempuan yang berkontribusi signifikan namun masih kurang terakomodasi dalam kebijakan pembangunan pesisir.

Perempuan pesisir di Mangarabombang, Kabupaten Takalar, tampak memikul hasil rumput laut di tengah kondisi lingkungan yang rentan, merefleksikan peran vital sekaligus tantangan struktural yang mereka hadapi dalam rantai nilai produksi sebagaimana dipaparkan Dr. Ishak Salim pada Konferensi Internasional SustainWell 2026 di Malaysia.
Perempuan pesisir di Mangarabombang, Kabupaten Takalar, tampak memikul hasil rumput laut di tengah kondisi lingkungan yang rentan, merefleksikan peran vital sekaligus tantangan struktural yang mereka hadapi dalam rantai nilai produksi sebagaimana dipaparkan Dr. Ishak Salim pada Konferensi Internasional SustainWell 2026 di Malaysia.


Penelitian yang dipresentasikan menggunakan pendekatan feminisme kritis dengan menggabungkan Teori Performativity Judith Butler dan kerangka tiga dimensi keadilan dari Nancy Fraser yang meliputi redistribusi, rekognisi, dan representasi, untuk menjelaskan bagaimana konstruksi sosial yang menempatkan laki-laki sebagai aktor utama di laut dan perempuan di darat membentuk pembagian kerja yang tidak setara serta membatasi ruang pengakuan terhadap kontribusi perempuan.

Temuan lapangan menunjukkan bahwa perempuan pesisir memiliki peran vital dalam menjaga kualitas produksi rumput laut melalui aktivitas mengikat, membersihkan, dan menjemur hasil panen, namun pekerjaan tersebut kerap tidak diakui secara ekonomi maupun sosial, sementara ketimpangan struktural dalam rantai produksi juga terlihat dari ketergantungan petani pada sistem permodalan dari pengepul serta kekhawatiran masyarakat terhadap rencana pembangunan kawasan industri yang berpotensi memengaruhi ruang hidup dan mata pencaharian mereka di wilayah pesisir Mangarabombang.

Dalam presentasinya, Dr. Ishak menegaskan bahwa perempuan pesisir bukan hanya tenaga kerja pendukung, melainkan pemilik pengetahuan ekologis yang penting terkait musim, arus laut, dan standar kualitas pengeringan rumput laut, sehingga ia merekomendasikan peningkatan akses permodalan mikro, penguatan kontrak kolektif, pelatihan peningkatan mutu produk, serta peningkatan representasi perempuan dalam forum perencanaan pembangunan seperti musrenbang dan konsultasi AMDAL.

Dr. Ishak Salim mempresentasikan kerangka teoretis riset perempuan pesisir Takalar dalam 1st International Conference on Sustainable Living and Community Wellness (SustainWell 2026) di INTI International University, Malaysia, dengan menekankan pendekatan feminisme kritis berbasis teori Judith Butler dan Nancy Fraser dalam membaca ketimpangan gender pada rantai nilai rumput laut.
Dr. Ishak Salim mempresentasikan kerangka teoretis riset perempuan pesisir Takalar dalam 1st International Conference on Sustainable Living and Community Wellness (SustainWell 2026) di INTI International University, Malaysia, dengan menekankan pendekatan feminisme kritis berbasis teori Judith Butler dan Nancy Fraser dalam membaca ketimpangan gender pada rantai nilai rumput laut.


Partisipasi Dr. Ishak Salim dalam SustainWell 2026 menegaskan kontribusi aktif Universitas Hasanuddin dalam pengembangan riset global yang berorientasi pada keberlanjutan, keadilan sosial, dan pemberdayaan masyarakat lokal, sekaligus memperkuat jejaring akademik internasional serta memperluas dampak riset Unhas dalam mendorong kebijakan publik yang inklusif dan berkelanjutan.(*)