News

Dukung Program Presiden, Revitalisasi RSPTN Fokus percepatan Dokter Spesialis

undefined

Laporan: Dr. drg. A. Tajrin, M.Kes., SpBMMf., SubSp COM (K)*

DIREKTORAT Jenderal Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Dikti) bersama Asosiasi Rumah Sakit Perguruan Tinggi Negeri (ARSPTN) menggelar Workshop Nasional Revitalisasi Rumah Sakit Pendidikan dan Rumah Sakit Gigi dan Mulut Perguruan Tinggi Negeri (RSPTN/RSGMPTN) selama dua hari di Universitas Padjadjaran, Bandung.

Kegiatan ini menjadi forum konsolidasi nasional untuk memperkuat peran rumah sakit pendidikan sebagai bagian penting dalam ekosistem Academic Health System (AHS) di Indonesia, yang mengintegrasikan pendidikan kedokteran, pelayanan kesehatan, serta penelitian klinis.

Workshop dibuka secara resmi oleh Sekretaris Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Prof. Setiawan, serta dihadiri oleh tim pakar Dikti yang memberikan arahan strategis mengenai penguatan sistem rumah sakit pendidikan nasional.

Kegiatan ini juga diikuti oleh para rektor perguruan tinggi negeri yang memiliki rumah sakit pendidikan, dekan fakultas kedokteran dan fakultas kedokteran gigi, serta direktur rumah sakit pendidikan dan rumah sakit gigi dan mulut dari berbagai perguruan tinggi negeri di Indonesia.

Melalui forum ini, para pimpinan perguruan tinggi dan rumah sakit pendidikan membahas langkah-langkah revitalisasi rumah sakit pendidikan agar mampu berperan lebih optimal dalam mendukung pendidikan dokter dan dokter gigi spesialis, sekaligus meningkatkan kualitas layanan kesehatan dan penelitian klinis.

Selain itu, peserta workshop juga melakukan curah gagasan mengenai keunggulan masing-masing institusi, termasuk penyusunan peta jalan pengembangan rumah sakit pendidikan dan rumah sakit gigi dan mulut menuju standar internasional serta penguatan perannya sebagai rumah sakit pendidikan utama (main teaching hospital).

Forum ini juga menjadi ruang kolaboratif bagi para pimpinan institusi untuk saling berbagi pengalaman, inovasi, dan praktik terbaik dalam pengembangan layanan kesehatan, pendidikan klinik, serta penelitian kesehatan di berbagai perguruan tinggi di Indonesia.

Workshop ini dirancang agar setiap rumah sakit pendidikan dan RSGM perguruan tinggi negeri dapat mengidentifikasi kebutuhan strategisnya masing-masing, baik dalam aspek infrastruktur, pengembangan layanan klinik, peningkatan kapasitas pendidikan spesialis, maupun penguatan sistem manajemen rumah sakit.

Hasil pemetaan kebutuhan tersebut diharapkan dapat menjadi dasar bagi setiap institusi untuk menyusun program pengembangan melalui Program Revitalisasi Rumah Sakit Pendidikan dari Dikti yang bersifat multiyears, sehingga penguatan rumah sakit pendidikan dapat dilaksanakan secara berkelanjutan.

Diskusi dalam workshop juga dilakukan berdasarkan klaster rumah sakit pendidikan yang dibagi menjadi Klaster A, B, dan C.

Klaster A berfokus pada penguatan keunggulan dan dampak rumah sakit pendidikan sebagai pusat inovasi layanan kesehatan dan penelitian klinis.

Sementara itu, Klaster B dan C menitikberatkan pada pemantapan struktur organisasi dan tata kelola, penguatan manajemen rumah sakit, serta peningkatan standar akreditasi guna memastikan mutu pelayanan dan pendidikan klinik yang berkelanjutan.

Dari diskusi tersebut, dirumuskan sejumlah arah strategis penguatan rumah sakit pendidikan secara nasional, antara lain integrasi rumah sakit pendidikan dalam rencana strategis universitas, penguatan tata kelola dan manajemen rumah sakit, peningkatan koordinasi dalam ekosistem Academic Health System, serta penyusunan cetak biru nasional pengembangan RSPTN periode 2026–2028.

Forum ini juga mendorong pembentukan konsorsium nasional rumah sakit pendidikan sebagai jembatan koordinasi antara perguruan tinggi, pemerintah, serta berbagai pemangku kepentingan strategis di bidang kesehatan.

Hasil workshop ini akan menjadi dasar penyusunan program kerja lanjutan ARSPTN bersama Dikti, sekaligus menjadi bahan pembahasan dalam Kongres Nasional ARSPTN yang akan diselenggarakan pada 11–12 September 2026 di Lombok.

Melalui upaya revitalisasi ini, rumah sakit pendidikan perguruan tinggi negeri diharapkan semakin berperan sebagai pusat pendidikan dokter spesialis dan dokter gigi spesialis yang unggul, inovatif, dan berdampak, sekaligus memperkuat kapasitas sumber daya manusia kesehatan di Indonesia.


*Dr. drg. A. Tajrin, M.Kes., SpBMMf., SubSp COM (K) adalah  Sekretaris Jenderal Asosiasi Rumah Sakit Perguruan Tinggi Negeri