HOUSTON, UNHAS.TV - Ekuador menjaga napasnya di Piala Dunia setelah menundukkan Jerman 2-1 dalam laga dramatis Grup E di Stadion MetLife. Kemenangan itu datang setelah mereka lebih dulu tertinggal oleh gol kontroversial Leroy Sane pada menit kedua.
Hasil tersebut membawa Ekuador mengoleksi empat poin dan memperbesar peluang mereka lolos, sekaligus membuat nasib Skotlandia kian genting dalam persaingan peringkat ketiga terbaik.
Pertandingan baru berjalan 110 detik ketika insiden keras terjadi. Gelandang Jerman Aleksandar Pavlovic mengangkat kaki terlalu tinggi dan mengenai wajah Pedro Vite. Pemain Ekuador itu tersungkur sambil memegangi wajah.
Para pemain Ekuador menunggu peluit wasit Tori Penso, tetapi permainan tetap berjalan. Bola kemudian sampai kepada Sane, yang menuntaskan peluang menjadi gol.
Protes keras langsung muncul. Pemain Ekuador mengepung wasit. Banyak pihak di stadion memperkirakan gol itu akan dibatalkan setelah tinjauan VAR karena pelanggaran tampak jelas. Namun petugas VAR Joe Dickerson tidak mengubah keputusan. Gol tetap sah. Jerman unggul 1-0.
Keputusan tersebut menjadi pukulan awal bagi Ekuador, yang harus menang untuk menjaga peluang lolos. Sebelum laga ini, tim asuhan Sebastian Beccacece gagal mencetak gol saat melawan Pantai Gading dan Curacao.
Di sisi lain, Jerman sudah memastikan posisi teratas Grup E sebelum pertandingan dimulai. Mereka sudah meraih 2 kemenangan dengan mengoleksi 6 poin.

Ekuador tidak lama larut dalam tekanan. Pada menit kesembilan, Nilson Angulo membawa bola mendekati kotak penalti dan melepaskan tembakan yang gagal dijangkau kiper veteran Manuel Neuer.
Gol itu mengubah arah pertandingan. Ekuador mulai tampil lebih berani, lebih cepat, dan lebih tajam di sepertiga akhir lapangan.
Ketegangan tetap tinggi. Beberapa keputusan 50-50 membuat pemain Ekuador frustrasi. Penso juga menjadi sorotan karena mengenakan warna yang terlihat mirip dengan seragam tandang Jerman. Beccacece sempat mendekati wasit dan menyampaikan protes keras saat jeda babak pertama.
Kontroversi di Babak Kedua
Kontroversi lain muncul 28 detik setelah babak kedua dimulai. Sane terlihat menjatuhkan Vite di tengah lapangan, tetapi permainan sempat berlanjut.
Dari situ, Willian Pacho memberi umpan kepada Kai Havertz dan Jerman mendapat penalti. Setelah melihat tayangan ulang VAR, Penso menarik kembali keputusan itu dan memberi tendangan bebas untuk Ekuador.
Jerman tetap berbahaya melalui deretan pemain serang mereka, yakni Sane, Jamal Musiala, Florian Wirtz, dan Havertz. Namun Ekuador juga beberapa kali mengancam.
Enner Valencia, 36 tahun, sempat menguji Neuer, 40 tahun, lewat tendangan voli sebelum ditarik keluar. Deniz Undav kemudian masuk menggantikan Havertz sekitar menit ke-60.
Tekanan Ekuador akhirnya membuahkan hasil. Dari sepak pojok, pemain pengganti Kevin Rodriguez menyundul bola ke arah Gonzalo Plata.
Plata menyambutnya dari jarak dekat dan mencetak gol kemenangan. Tribun pendukung Ekuador meledak. Para pemain berbaju kuning merayakan gol yang mengubah nasib mereka.
Kemenangan itu terasa penting karena Ekuador memulai laga dalam posisi terdesak. Mereka tidak cukup hanya bermain imbang.
Empat poin yang kini dimiliki membuat mereka menyalip tekanan klasemen dan memaksa tim lain, termasuk Skotlandia, menunggu hitungan akhir dengan posisi yang lebih sulit.
Situasi itu membuat malam MetLife terasa menentukan. Hasil itu mengubah peta persaingan grup secara langsung pula.
Tujuh menit tambahan waktu berjalan menegangkan. Jerman menekan untuk mencari gol penyeimbang. Undav nyaris mencetak gol dari sudut sempit, tetapi bola hanya menghantam sisi jaring. Ekuador lebih banyak bertahan dan kesulitan menahan bola.
Peluit panjang Penso akhirnya memastikan kemenangan Ekuador. Seluruh pemain jatuh ke lapangan dalam luapan lega. Bagi Jerman, kekalahan itu menghentikan rentetan kemenangan mereka.
Mereka gagal menyamai rekor 12 kemenangan beruntun yang pernah dicatatkan pada periode 1979-1980. Bagi Skotlandia, hasil ini menjadi kabar buruk lain dalam upaya bertahan sebagai salah satu tim peringkat ketiga terbaik. (*)
GOL PENYEIMBANG - Gelandang Ekuador Nilson Angulo cetak gol yang menyamakan kedudukan atas Jerman. (Screenshot The Sun)








