Sport

Endrick Antar Brasil Menang 2-1 atas Mesir Jelang Piala Dunia

BRASIL MENANG - Timnas Brasil jelang pembukaan Piala Dunia 2026 menang 2-1 atas Mesir di Huntington Bank Field, Cleveland, Minggu (7/6/2026). (Screenshot Mykhel.com)

CLEVELAND, UNHAS.TV - Brasil menutup persiapan menuju Piala Dunia 2026 dengan kemenangan 2-1 atas Mesir di Huntington Bank Field, Cleveland, Minggu (7/6/2026).

Gol penentu dicetak Endrick pada babak kedua. Hasil ini memberi modal penting bagi tim asuhan Carlo Ancelotti sebelum menghadapi Maroko pada 13 Juni.

Brasil membuka keunggulan cepat pada menit ketujuh. Bruno Guimaraes merebut bola dari Mohanad Lasheen di dekat kotak penalti Mesir.

Gelandang Newcastle United itu lalu melepaskan tembakan rendah ke pojok kanan bawah gawang Mostafa Shobeir.

Keunggulan Brasil hanya bertahan empat menit. Marquinhos melakukan kesalahan saat mengirim umpan buta ke arah Alisson Becker.

Mostafa Zico membaca arah bola, memotong umpan, lalu menaklukkan kiper Liverpool itu dengan penyelesaian tenang.

Setelah skor imbang, Brasil tetap menguasai permainan. Vinicius Junior, Raphinha, dan Igor Thiago beberapa kali mengancam. Namun, Shobeir tampil sigap di bawah mistar. Ia menggagalkan sejumlah peluang bersih Brasil sebelum turun minum.

Ancelotti merombak hampir seluruh pemain lapangan pada awal babak kedua. Delapan pergantian dilakukan untuk menyegarkan ritme permainan. Keputusan itu segera memberi hasil. Endrick, yang baru berusia 19 tahun, masuk setelah jeda dan langsung mencetak gol.

Gol itu lahir dari pergerakan Raphinha di sisi kiri. Pemain Barcelona tersebut mengirim umpan tarik rendah ke depan gawang. Endrick menyambut bola dengan sepakan terarah yang mengembalikan keunggulan Brasil.

Gol tersebut juga mengakhiri penantian Endrick di level senior setelah enam laga kualifikasi Piala Dunia tanpa mencetak gol. Penampilannya memperlihatkan kedalaman lini depan Brasil di bawah Ancelotti.

Secara statistik, Brasil tampil lebih dominan. Mereka mencatat 12 percobaan dan nilai expected goals 1,81. Mesir hanya menghasilkan lima tembakan dengan expected goals 0,4. Meski demikian, Mesir mampu menjaga skor tetap ketat sampai Endrick mencetak gol kemenangan.

Raphinha menjadi salah satu pemain paling menonjol. Ia menciptakan dua peluang dan mencoba lima dribel, tertinggi di antara pemain Brasil.

Vinicius, Matheus Cunha, dan Gabriel Martinelli juga memberi ancaman. Variasi ini penting bagi Brasil jika Neymar belum berada dalam kondisi terbaik.

Bagi Mesir, kekalahan ini menghentikan catatan tak terkalahkan sejak kalah dari Nigeria pada perebutan tempat ketiga Piala Afrika, Januari lalu. Meski kalah, Mesir membawa beberapa catatan positif, terutama penampilan Shobeir.

Brasil kini mengalihkan fokus ke laga pembuka melawan Maroko. Mesir bersiap menghadapi Belgia pada 15 Juni. Kemenangan ini memberi Brasil momentum, sementara Mesir mendapat bahan evaluasi sebelum tampil di panggung utama. (*)