News

FKG Unhas Gelar Talkshow Internasional, Kupas Sejarah dan Jejak Maritim Indonesia–Jepang

undefined

MAKASSAR, UNHAS.TV - Fakultas Kedokteran Gigi (FKG) Universitas Hasanuddin (Unhas) bekerja sama dengan Japan Corner Unhas dan Persatuan Alumni dari Jepang (Persada) menyelenggarakan kegiatan Talkshow Internasional bertajuk “Rethinking Japan’s Isolation: Indonesian Traces in Dejima–Batavia Maritime Trade 1641–1854”, Sabtu (18 April 2026).

Kegiatan yang bertempat di Ruang Molar, dimulai pukul 09.00 WITA ini diawali dengan sambutan dari Dekan FKG Unhas, Irfan Sugianto, drg., M.Med.Ed., Ph.D., Sp.RKG, yang menegaskan bahwa kegiatan ini bertujuan memperluas wawasan mahasiswa terkait hubungan Indonesia–Jepang.


Dekan FKG Unhas, Irfan Sugianto, drg., M.Med.Ed., Ph.D., Sp.RKG,

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Kepala Kantor Konsuler Jepang di Makassar, Dr. Ohashi Koichi, M.P.A., yang menyempatkan waktu untuk hadir langsung dan memberikan sambutan serta kepada narasumber utama, Meta Sekar Puji Astuti, S.S., M.A., Ph.D., yang merupakan Dosen dari Fakultas Ilmu Budaya Unhas.

Meta dikenal juga sebagai penulis aktif dalam kajian Jepang dan hubungan internasional.

“Ibu Meta telah lama saya kenal sebagai penulis aktif, termasuk melalui karya bukunya sejak tahun 2013 yang membahas berbagai isu, termasuk Jepang dan hubungan internasional”, lanjutnya

Sambutan berikutnya disampaikan oleh Kepala Kantor Konsuler Jepang di Makassar, Dr. Ohashi Koichi, M.P.A, yang menyoroti hubungan historis antara Jepang dan Indonesia.


Kepala Kantor Konsuler Jepang di Makassar, Dr. Ohashi Koichi, M.P.A.

“Pemahaman mendalam mengenai awal mula hubungan masyarakat Jepang dan Indonesia menjadi hal penting untuk memperkaya perspektif bersama terhadap perkembangan kedua bangsa. Hubungan persahabatan dan kerja sama yang telah terjalin lama ini pun diharapkan terus berkembang sebagai kemitraan strategis Indonesia–Jepang di masa depan”, jelasnya

Memasuki sesi inti talkshow Meta Sekar Puji Astuti, S.S., M.A., Ph.D memaparkan bahwa konsep isolasi Jepang atau sakoku tidak sepenuhnya berarti tertutup total dari dunia luar. Jepang tetap menjalin interaksi terbatas melalui pelabuhan Dejima di Nagasaki, yang menjadi satu-satunya pintu resmi perdagangan dengan pihak asing, khususnya Belanda melalui VOC yang berpusat di Batavia.

Hal ini menunjukkan bahwa hubungan internasional Jepang tetap berlangsung, meskipun dalam pengawasan ketat.


Meta Sekar Puji Astuti, S.S., M.A., Ph.D

Batavia sebagai pusat perdagangan VOC memiliki peran strategis dalam menghubungkan Jepang dengan wilayah Nusantara. Berbagai komoditas dari Indonesia, seperti rempah-rempah dan hasil alam lainnya, turut mengalir ke Jepang melalui jaringan perdagangan ini.

Dengan demikian, Indonesia memiliki kontribusi penting dalam menopang kebutuhan ekonomi Jepang selama periode tersebut.

Lebih lanjut, narasumber juga mengulas sejarah Jepang melalui pendekatan visual dan populer, salah satunya dengan menyinggung serial Shogun yang mengangkat kisah William Adams, seorang pelaut Inggris yang kemudian menjadi samurai di bawah Tokugawa Ieyasu. Kisah ini menjadi pintu masuk untuk memahami periode isolasi Jepang (sakoku) serta dinamika interaksi Jepang dengan dunia luar.

Yang menariknya, Ibu Meta juga menyajikan sejarah bioarkeologi kuliner jepang dan kaitannya dengan kondisi kesehatan gigi mulut masyarakat jepang. Sejarah ini mengupas konsep dari pengobatan kuno hingga ekspor industri gula dari Jawa ke Jepang dan mengaitkan dengan kondisi status kesehatan gigi melalui beberapa bukti ilmiah. 

Di balik julukannya yang manis, “Sugar Road” ternyata menyimpan kisah yang lebih dalam, jalur perdagangan ini tersimpan pengaruh tak langsung yang turut membentuk pola kesehatan gigi masyarakat Jepang.

Diskusi berlangsung interaktif dengan dipandu oleh moderator drg. Nisrina Ekayani Nasrun, Ph.D yang juga sebagai alumni S3 di Jepang. Talkshow dihadiri oleh mahasiswa dari FKG dan FIB. 

Antusiasme peserta pada sesi tanya jawab yang tidak hanya berasal dari FKG tetapi juga dari Fakultas Ilmu Budaya. Kegiatan talkshow berjalan lancar hingga pukul 11.00 WITA.


Laporan : Majid (Humas FKG Unhas)