Sport

Gagal di Liga Champions, Pemain Arsenal Diarak Fans dan Berakhir Ricuh, 16 Orang Ditangkap

PERAYAAN ARSENAL - Arak-arakan perayaan pemain Arsenal juara Liga Inggris, meski baru gagal juara Liga Champions, Minggu (31/5/2026). Perayaan berakhir ricuh, 9 orang ditangkap dan sebuah suar yang menyala tanpa kendali memicu kebakaran di sebuah hotel. (Screenshot The Sun)

LONDON, UNHAS.TV — Perayaan gelar Liga Primer Inggris Arsenal di London Utara berubah ricuh setelah ribuan suporter memadati jalanan ibu kota Inggris, Minggu (31/5/2026) waktu setempat.

Layanan darurat menyebut sedikitnya 75 orang harus dievakuasi dari ketinggian, 16 orang ditangkap, satu orang menjadi korban penusukan, dan satu laporan dugaan pelecehan seksual tengah diselidiki.

Parade kemenangan Arsenal digelar untuk merayakan gelar Liga Primer pertama klub itu setelah 22 tahun. Rute sepanjang sekitar 5,6 mil dimulai dan berakhir di Stadion Emirates.

Iring-iringan bus pemain mulai bergerak pukul 14.15 waktu setempat dan melintasi kawasan Islington selama sekitar dua jam.

Namun euforia massa segera menimbulkan persoalan keamanan. Sejumlah suporter memanjat atap bangunan, halte bus, pohon, hingga titik pandang lain di sepanjang rute parade.

Petugas pemadam kebakaran harus dikerahkan untuk mengevakuasi puluhan orang yang terjebak di ketinggian. Otoritas setempat mengimbau pendukung Arsenal tidak memanjat bangunan atau fasilitas umum.

Kepolisian Metropolitan London menyatakan 16 orang ditangkap selama perayaan. Penangkapan dilakukan atas dugaan sejumlah pelanggaran, di antaranya mabuk dan membuat keributan, kepemilikan narkoba, penyerangan terhadap petugas , serta dugaan pelecehan seksual.

Polisi juga memasang garis pembatas tempat kejadian perkara di Hornsey Road setelah seorang pria ditikam. Korban dibawa ke rumah sakit untuk menjalani pemeriksaan. Kondisinya belum diumumkan secara resmi.

Di media sosial, sejumlah video memperlihatkan suasana kacau di tengah kerumunan. Dalam salah satu rekaman, tiga suporter Arsenal terlihat bertengger di pohon kecil sebelum pohon itu roboh dan membuat mereka terjatuh.

Rekaman lain menunjukkan beberapa pendukung terlibat baku pukul sebelum dipisahkan oleh suporter lain.

London Fire Brigade juga melaporkan sebuah flare diduga memicu kebakaran kecil di bagian luar sebuah hotel. Asisten Komisioner Pat Goulbourne mengatakan kerusakan yang ditimbulkan tidak besar.

Namun ia mengingatkan penggunaan piroteknik tetap berbahaya, terutama di dekat bangunan, stasiun, dan material mudah terbakar.

“Beruntung api hanya menyebabkan kerusakan kecil di bagian luar gedung,” kata Goulbourne. Ia menambahkan, piroteknik juga diduga memicu alarm kebakaran di beberapa lokasi lain di sekitar area parade.

Meski begitu, Goulbourne menyebut perayaan tersebut tetap menjadi pemandangan luar biasa. Menurut dia, banyak suporter menikmati pencapaian klub secara aman.

Jumlah pendukung yang hadir dilaporkan mencapai lebih dari 750 ribu orang, meski angka resmi belum dikonfirmasi. Sebagian laporan menyebut massa yang turun ke jalan bisa mendekati satu juta orang.

Stasiun Finsbury Park, stasiun National Rail terdekat dari rute parade, sempat ditutup akibat kepadatan. Langit London Utara dipenuhi asap merah dari ribuan flare, sementara suporter terlihat memenuhi jendela, balkon, dan teras atap bangunan.

Perayaan ini berlangsung sehari setelah Arsenal kalah dari Paris Saint-Germain dalam final Liga Champions di Budapest. Meski gagal di panggung Eropa, para pemain tetap disambut meriah oleh pendukung mereka di London.

Gelandang Arsenal, Declan Rice, menyampaikan apresiasi kepada rekan setim, pelatih, dan suporter. “Saya mencintai tim ini. Saya mencintai manajer ini. Melihat kebahagiaan yang bisa kami berikan kepada orang-orang sungguh luar biasa. Tahun depan, kami akan kembali untuk lebih banyak lagi,” kata Rice.

Iring-iringan bus Arsenal telah menyelesaikan rutenya. Namun pesta suporter di London Utara belum menunjukkan tanda-tanda mereda. (*)