
Gol tembakan jarak jauh Dominik Szoboszlai ke gawang Spurs menjadi yang terbaik dari semuanya bagi The Reds. (Screenshot The Sun)
Tottenham berusaha merespons setelah tertinggal. Mereka kembali mendapatkan peluang melalui Mohammed Kudus setelah menerima umpan silang Udogie. Namun, tembakannya masih melambung di atas mistar.
Pelatih Roberto De Zerbi memilih tidak melakukan perubahan saat jeda. Keputusan itu belum memberikan hasil karena Liverpool justru memperbesar keunggulan pada babak kedua.
Pada menit ke-60, Cody Gakpo mencetak gol kedua Liverpool melalui penyelesaian yang menunjukkan kualitas individu pemain asal Belanda tersebut.
Gakpo menerima umpan dari Mac Allister di dekat kotak penalti Tottenham, lalu melepaskan tembakan mendatar ke sudut jauh gawang.
Gol itu terasa lebih menyakitkan bagi Spurs karena Gakpo merupakan salah satu pemain yang mereka incar sepanjang bursa transfer musim panas.
Liverpool akhirnya memilih mempertahankan sang pemain, dan keputusan itu kembali mendapat pembuktian melalui penampilannya di lapangan.
Tottenham tidak menyerah. Masuknya sejumlah pemain menyerang membuat permainan mereka lebih terbuka. Upaya itu akhirnya membuahkan hasil pada menit ke-69.
Conor Gallagher memanfaatkan sepak pojok Mateus Fernandes dengan sundulan tanpa kawalan. Gol tersebut menjadi gol pertama Tottenham ke gawang klub Premier League musim ini setelah empat pertandingan awal liga tanpa mencetak gol.
Gol itu menghidupkan kembali harapan Spurs. Liverpool mulai berada dalam tekanan, terutama ketika hujan deras mengguyur Anfield dan Tottenham meningkatkan intensitas serangan.
Peluang menyamakan kedudukan hampir tercipta ketika Omar Marmoush berhasil melewati penjagaan pemain Liverpool di kotak penalti. Namun, Mamardashvili kembali menjadi penyelamat dengan melakukan penyelamatan luar biasa.
Bahkan Alisson Becker yang berada di bangku cadangan terlihat memberikan apresiasi terhadap aksi penyelamatan tersebut.
Namun, drama pertandingan belum berakhir. Pada masa tambahan waktu, Dominik Szoboszlai memastikan kemenangan Liverpool dengan gol yang menjadi penutup sempurna laga.
Pemain asal Hungaria itu melepaskan tembakan keras dari jarak sekitar 30 meter yang meluncur tanpa mampu dihentikan penjaga gawang Tottenham. Bola bersarang di gawang dan membuat Anfield bergemuruh.
Bagi Liverpool, kemenangan ini menjadi bukti kekuatan kedalaman skuad meski melakukan banyak rotasi. Sementara bagi Tottenham, kekalahan tersebut kembali membuka pekerjaan besar bagi De Zerbi untuk membangun tim yang lebih stabil.
Spurs memang menunjukkan potensi melalui permainan awal yang agresif, tetapi ketidakmampuan mempertahankan momentum masih menjadi persoalan utama. Di Anfield, mereka kembali meninggalkan lapangan dengan perasaan kehilangan kesempatan. (*)








