Karir
Pendidikan

Gandeng Fujita Health University, Unhas Bidik Lompatan Riset Penyakit Infeksi dan Teknologi Rumah Sakit Modern

Rektor Unhas Prof Dr Ir Jamaluddin Jompa MSc (kanan) dan Presiden Fujita Health University Prof Nakao Iwata PhD. (Unhas TV/Venny Septiani)

MAKASSAR, UNHAS.TV - Universitas Hasanuddin memperkuat jejaring kerja sama internasional dengan Fujita Health University, Jepang.

Kedua perguruan tinggi menandatangani memorandum of understanding atau MoU untuk mendorong riset, inovasi kesehatan, pertukaran akademik, dan pengembangan sumber daya manusia berdaya saing global.

Penandatanganan MoU berlangsung di Ruang Rapat Rektor Unhas, lantai 8 Gedung Rektorat, Kampus Tamalanrea, Makassar, Selasa (5/5/2026).

Kegiatan tersebut dihadiri Rektor Unhas Prof Dr Ir Jamaluddin Jompa MSc dan Presiden Fujita Health University Prof Nakao Iwata PhD.

Acara diawali dengan sambutan dari kedua pimpinan universitas. Setelah itu, pertemuan dilanjutkan dengan diskusi bersama mengenai peluang kerja sama akademik, riset kesehatan, dan pengembangan inovasi berbasis teknologi medis.

Rektor Unhas Prof Jamaluddin Jompa mengatakan kerja sama ini menjadi bagian dari komitmen universitas dalam memperluas kolaborasi global.

Menurut dia, sektor kesehatan menghadapi tantangan yang semakin kompleks, sehingga membutuhkan sinergi lintas negara dan lintas disiplin ilmu.

Jamaluddin menyebut Fujita Health University memiliki kekuatan dalam pengembangan teknologi rumah sakit dan ilmu kedokteran.

Sementara Unhas, kata dia, memiliki peluang besar dalam penerapan solusi kesehatan, terutama untuk menjawab berbagai persoalan kesehatan masyarakat di Indonesia timur.

“Kami sangat senang hari ini Presiden Fujita Health University hadir bersama kami dan menandatangani MoU. Kami sepakat memperkuat kerja sama untuk masa depan,” kata Prof JJ --sapaan akrab rektor Unhas.

Ia mengatakan kolaborasi tersebut membuka ruang bagi kedua institusi untuk tumbuh bersama. Menurut rektor, Unhas memiliki banyak bidang yang dapat dikembangkan melalui kerja sama dengan FHU, termasuk riset penyakit infeksi dan berbagai persoalan kesehatan lain yang membutuhkan pendekatan ilmiah dan teknologi.

Melalui MoU ini, Unhas dan Fujita Health University sepakat mengembangkan berbagai program kolaboratif. Program itu meliputi pertukaran dosen dan mahasiswa, penelitian bersama, penguatan jejaring akademik internasional, hingga pengembangan program pendidikan seperti double degree.

President Fujita Health University Prof. Nakao Iwata menyampaikan apresiasi terhadap perkembangan Universitas Hasanuddin dan potensi Indonesia. Ia mengatakan kunjungannya ke Makassar menjadi pengalaman pertama yang memberi kesan kuat terhadap kapasitas Unhas sebagai mitra strategis.

Iwata menilai Indonesia menghadapi sejumlah tantangan besar di bidang kesehatan, mulai dari penyakit infeksi, persoalan gizi, hingga isu kesehatan masyarakat lainnya. Namun, ia meyakini tantangan tersebut dapat dijawab melalui kolaborasi riset dan inovasi.

“Saya sangat terkesan dengan universitas Anda dan Indonesia. Saya pertama kali datang ke Makassar. Anda menghadapi banyak masalah besar seperti penyakit infeksi dan nutrisi, tetapi saya percaya Anda akan terus berkembang,” ujar Iwata.

Ia berharap kolaborasi antara Fujita Health University dan Unhas dapat melahirkan pengetahuan baru untuk membantu menyelesaikan berbagai persoalan kesehatan.

Iwata juga mendorong generasi muda, khususnya mahasiswa dan peneliti muda, untuk terlibat aktif dalam proyek kolaboratif kedua institusi.

Kerja sama ini diharapkan mempercepat transfer ilmu pengetahuan dan teknologi di bidang kesehatan. Selain itu, kolaborasi Unhas dan Fujita Health University juga ditargetkan memperkuat kapasitas riset, meningkatkan kualitas pendidikan, serta menghadirkan solusi inovatif bagi persoalan kesehatan di tingkat nasional dan global.

(Venny Septiani Semuel / Unhas TV)