MAKASSAR, UNHAS.TV - Aktivitas Car Free Day (CFD) di kawasan Universitas Hasanuddin (Unhas), Minggu (3/5/2026), kembali dipadati pengunjung.
Tak hanya menjadi ruang olahraga dan rekreasi, CFD Unhas juga menunjukkan geliat kuat sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang menjajakan beragam produk kuliner.
Salah satu pelaku UMKM yang turut meramaikan CFD adalah tenan Samosa atau Sambusa Mager. Berlokasi di lapak nomor 116, usaha ini menawarkan berbagai olahan makanan ringan, berbasis samosa dan produk rumahan lainnya.
Samosa merupakan makanan hasil perpaduan tradisi kuliner Timur Tengah dan India. Adapun bentuk, ukuran, isi, hingga ketebalan kulit samosa dapat berbeda-beda, tergantung pada resep dan preferensi pembuatnya.
Meski begitu, sebagian besar samosa dikenal dengan bentuk khas segitiga yang menjadi ciri utamanya.
Pemilik lapak tersebut, Dikman, menjelaskan bahwa produknya mengusung konsep homemade dengan variasi menu yang cukup beragam.
“Untuk produk yang kami jual ada samosa ikan tuna dengan harga Rp10 ribu per tiga potong, samosa ayam Rp12 ribu per tiga potong, serta panada ikan tuna dengan harga yang sama,” ujarnya.
Selain itu, Samosa/Sambusa Mager juga menyediakan produk musiman seperti Ikan Penja, yang dijual dengan kisaran harga Rp20 ribu hingga Rp25 ribu per boks berisi 200 gram. Ikan penja juga sering disebut ikan seribu. Ikan jenis ini muncul secara musiman di perairan Sulawesi Barat.
Produk lainnya adalah abon ayam yang dijual sekitar Rp35 ribu per 100 gram, terutama diminati menjelang musim haji.
Dikman menuturkan, seluruh produk dibuat secara mandiri di rumah, menjadikan kualitas dan cita rasa tetap terjaga. “Ini benar-benar industri rumahan. Proses pembuatannya langsung dikerjakan oleh istri saya di waktu senggang setelah pulang kerja,” jelasnya.
Meski belum memanfaatkan platform digital secara luas, Samosa/Sambusa Mager tetap melayani pemesanan secara daring melalui aplikasi pesan instan dan media sosial, seperti WhatsApp dan Facebook.
Menurut Dikman, CFD Unhas menjadi lokasi strategis bagi pelaku UMKM untuk memperluas pasar. Ia menilai suasana yang nyaman dan rindang menjadi daya tarik tersendiri bagi pengunjung.
“CFD Unhas ini menurut saya lebih strategis dibanding tempat lain. Suasananya nyaman, tidak terlalu panas, dan waktu operasional sampai pukul 11 siang cukup longgar untuk berjualan,” katanya.
Ia berharap ke depan jumlah pengunjung semakin meningkat sehingga berdampak langsung pada penjualan para pelaku usaha kecil.
“Semoga makin ramai pengunjung, sehingga dagangan kami dan teman-teman UMKM lainnya bisa lebih cepat habis,” tambahnya.
(Achmad Ghiffary M / Moh. Resha Maharam / Unhas TV)
Salah satu pelaku UMKM yang turut meramaikan CFD Unhas adalah tenan Samosa atau Sambusa Mager, Minggu (3/5/2026). (Unhas TV/Moh Resha Maharam)


-300x165.webp)




