HOUSTON, UNHAS.TV - Skotlandia resmi tersingkir dari Piala Dunia setelah rangkaian hasil di grup lain tidak berpihak kepada mereka. Kekalahan 0-3 dari Brasil pada laga terakhir Grup C menjadi pukulan penutup bagi tim asuhan Steve Clarke.
Skotlandia menutup fase grup dengan tiga poin dari tiga pertandingan. Mereka sempat membuka turnamen dengan kemenangan tipis 1-0 atas Haiti.
Namun kemenangan itu tidak sepenuhnya meyakinkan. Skotlandia beruntung tidak dihukum penalti dan tidak kehilangan pemain karena kartu merah.
Setelah itu, performa mereka menurun. Skotlandia kalah 0-1 dari Maroko, lalu tumbang 0-3 dari Brasil dalam laga yang diwarnai sejumlah kesalahan sendiri. Hasil tersebut membuat mereka hanya finis sebagai salah satu tim peringkat ketiga.
Dalam format turnamen ini, delapan dari 12 tim peringkat ketiga berhak melaju ke babak 32 besar. Namun koleksi tiga poin dan selisih gol minus tiga membuat peluang Skotlandia sangat tipis sejak awal.
Harapan itu sempat bertahan karena nasib mereka bergantung pada hasil pertandingan lain. Skotlandia membutuhkan kombinasi hasil yang sangat berat yakni Ghana harus mengalahkan Kroasia dengan selisih tiga gol atau lebih.
Lalu berharap, Austria harus menang minimal dua gol atas Aljazair, dan Uzbekistan setidaknya menahan imbang Republik Demokratik Kongo.
Skenario itu akhirnya runtuh lebih cepat. Ghana kalah 1-2 dari Kroasia. Petar Sucic membawa Kroasia unggul setelah setengah jam pertandingan.
Derrick Luckassen sempat menyamakan kedudukan 15 menit menjelang laga usai. Namun Ghana tidak pernah terlihat mampu menang besar.
Kroasia kemudian memastikan kemenangan lewat gol telat Nikola Vlasic. Hasil itu langsung mengakhiri sisa harapan Skotlandia.
Sebelumnya, hasil Grup H juga memperjelas situasi. Cape Verde bermain imbang 0-0 melawan Arab Saudi dan lolos sebagai runner-up di belakang Spanyol untuk menghadapi Argentina. Uruguay, yang finis ketiga dengan dua poin, tersingkir.
Bagi Skotlandia, ini menjadi akhir yang pahit dalam penampilan pertama mereka di Piala Dunia setelah 28 tahun. Para pemain dan suporter Tartan Army kini harus pulang lebih cepat, tanpa kesempatan tampil di fase gugur. (*)
TERSINGKIR - Sempat menaruh harapan lolos 32 besar dari peringkat 3 terbaik, akhirnya Scott McTominay dipastikan pulang dari Piala Dunia 2026. (Screenshot The Sun)








