MAKASSAR, UNHAS.TV - Bulan Ramadan tak menjadi alasan untuk mengendurkan latihan. Unit Kegiatan Mahasiswa Basket Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Hasanuddin (ECOBS FEB Unhas) tetap menggelar sesi rutin di Lapangan Basket Indoor GOR JK Arenatorium, Universitas Hasanuddin, Rabu (25/2/2026).
Sore itu, sekitar 40 mahasiswa memadati lapangan. Mereka berlatih dalam suasana yang berbeda. Jika biasanya latihan digelar malam hari, selama Ramadan jadwal dipindahkan ke sore menjelang berbuka. Tujuannya jelas: menjaga ritme latihan tanpa mengganggu ibadah tarawih.
Ketua Umum ECOBS, Muhammad Azmi Fadhil, mengatakan perubahan jadwal dilakukan agar seluruh anggota tetap bisa menyeimbangkan olahraga dan ibadah.
“Sebelum Ramadan kami latihan malam. Karena bulan puasa fokus ibadah di malam hari, maka latihan dipindahkan ke sore sekaligus mengisi waktu ngabuburit,” ujar Azmi di sela latihan.
Latihan kali ini difokuskan pada pembentukan tiga tim: dua tim putra dan satu tim putri. Ketiganya dipersiapkan untuk mengikuti turnamen “Be Brave and Sportive” yang dijadwalkan berlangsung pada 2–11 April 2026 mendatang.
Menurut Azmi, persiapan tidak hanya ditujukan untuk satu turnamen. ECOBS menargetkan konsistensi jangka panjang dengan membangun kesiapan tim untuk berbagai kompetisi ke depan.
“Kami tidak berpatokan pada satu event saja. Semua event yang akan kami ikuti harus dipersiapkan sejak sekarang,” katanya.
Selama sebulan menjelang turnamen, ECOBS menjadwalkan latihan tiga kali sepekan: dua kali sore hari dan satu kali malam hari. Memasuki pekan terakhir sebelum lomba, intensitas latihan akan dikurangi menjadi dua kali untuk menjaga kebugaran fisik pemain.
Latihan di bulan puasa, kata Azmi, menjadi tantangan tersendiri. Kondisi fisik atlet tentu berbeda karena harus menahan lapar dan dahaga sejak pagi. Apalagi sesi dilakukan pada sore hari ketika energi mulai menurun. Namun justru di situlah mental dan daya tahan diuji.
“Kunci kemenangan itu latihan dan semangat. Walaupun puasa, jangan kendor. Memang berat, tapi ini bagian dari proses,” ujar Azmi.
Secara keseluruhan, ECOBS memiliki sekitar 150 anggota. Namun tidak semuanya turun dalam setiap sesi persiapan kompetisi. Seleksi dilakukan untuk menentukan pemain inti yang akan mewakili fakultas dalam turnamen terdekat.
Meski tidak selalu menghadapi agenda lomba, latihan rutin tetap digelar sebagai bagian dari pembinaan. Organisasi ini menargetkan lahirnya kader atlet basket yang berkelanjutan di lingkungan Fakultas Ekonomi dan Bisnis.
Di lapangan, pelatih memimpin sesi pemanasan, drill passing, hingga simulasi permainan. Tim putra dan putri berlatih bergantian.
Sorak instruksi terdengar bersahutan dengan bunyi sepatu berderap di lantai kayu. Beberapa pemain tampak mengatur napas lebih sering dari biasanya, tetapi tak ada yang keluar lapangan sebelum sesi usai.
Bagi para anggota, latihan sore bukan sekadar menunggu azan magrib. Momentum ini menjadi ruang mempererat kekompakan dan menjaga disiplin. Kebersamaan selama Ramadan justru memperkuat solidaritas tim.
Azmi berharap semangat itu terus terjaga hingga hari pertandingan tiba. Ia menilai konsistensi latihan menjadi faktor utama dalam membangun daya saing tim. “Kalau ingin berprestasi, tidak ada jalan pintas. Harus disiplin dan terus berlatih,” katanya.
Ramadan bagi ECOBS bukan masa jeda, melainkan fase penguatan. Di tengah keterbatasan fisik, mereka memilih tetap bergerak. Targetnya jelas: tampil kompetitif dan membawa nama fakultas di arena pertandingan.
(Venny Septiani Semuel / Unhas TV)
Ketua Umum ECOBS FEB Unhas Muhammad Azmi Fadhil. (unhas tv/venni septiani)


-300x169.webp)





