LONDON, UNHAS.TV - Arsenal menjaga asa juara Liga Inggris setelah menundukkan Everton 2-0 di Stadion Emirates lewat dua gol pada menit-menit terakhir, masing-masing dicetak Viktor Gyokeres pada menit ke-89 dan Max Dowman pada masa injury time.
Kemenangan ini membuat tim asuhan Mikel Arteta tetap berada di jalur perebutan gelar, setelah sempat terancam kehilangan dua poin penting di kandang sendiri.
Laga itu nyaris berakhir buntu. Everton bertahan rapat, disiplin, dan beberapa kali bahkan mengancam lewat serangan balik.
Namun, ketika publik Emirates mulai cemas hasil imbang akan menjadi pukulan berat dalam persaingan papan atas, Arsenal menemukan penentunya dari seorang pemain yang bahkan baru berusia 16 tahun.
Dowman, gelandang serang muda Arsenal, masuk sebagai pemain pengganti dan segera mengubah arah pertandingan. Ia mengirim umpan silang yang gagal diantisipasi kiper Everton Jordan Pickford.
Bola lantas mengenai sesama pemain pengganti, Piero Hincapie, dan jatuh ke kaki Gyokeres yang tinggal menceploskan bola ke gawang kosong.
Gol itu memecah kebuntuan dan meledakkan Emirates. Namun keributan di stadion belum selesai. Saat Everton mengirim Pickford maju membantu tendangan sudut pada pengujung laga, Arsenal merebut bola dan melancarkan serangan balik cepat.
Dowman menggiring bola dari wilayah sendiri, melewati tekanan lawan, lalu menuntaskannya ke gawang kosong. Gol itu memastikan kemenangan sekaligus menorehkan namanya sebagai pencetak gol termuda dalam sejarah Premier League.
Bagi Arsenal, hasil ini jauh lebih penting daripada sekadar tiga angka. Setelah bermain imbang melawan Bayer Leverkusen di Liga Champions, kegagalan menang atas Everton akan terasa seperti kemunduran serius dalam lomba menuju gelar.

Statistik Pertandingan Arsenal vs Everton. (The Sun)
Terlebih, Arsenal mesti menunda fokus ke Liga Inggris hampir sebulan penuh karena laga berikutnya baru akan dimainkan pada 11 April melawan Bournemouth.
Arteta melakukan sejumlah pilihan yang sempat memunculkan tanda tanya. Kai Havertz dimainkan sejak awal di depan Gyokeres. Noni Madueke juga dipasang di sisi kiri, bukan Gabriel Martinelli.
Namun dua keputusan itu tak memberi dampak besar. Havertz dan Madueke minim sentuhan, sebelum keduanya ditarik keluar sekitar satu jam pertandingan berjalan.
Everton justru tampil lebih rapi dari perkiraan. Meski tanpa James Tarkowski, tim asuhan David Moyes memperlihatkan organisasi pertahanan yang kokoh.
Di laga tandang musim ini, Everton termasuk salah satu tim dengan performa terbaik, dan itu tampak jelas di Emirates. Mereka kompak saat bertahan, sabar menutup ruang, lalu cepat bertransisi ketika mendapat kesempatan menyerang.
Arsenal juga kembali dipaksa berimprovisasi akibat cedera. Jurrien Timber harus keluar sebelum turun minum sambil memegangi pangkal pahanya. Arteta memasukkan Cristhian Mosquera sebagai pengganti. Pergantian itu menjadi salah satu penanda bahwa Arsenal tak menjalani sore yang mudah.
Peluang-peluang bersih muncul di kedua ujung lapangan. Pickford sempat melakukan penyelamatan refleks cemerlang untuk menggagalkan Bukayo Saka, meski peluang itu kemudian diperkirakan akan dianulir karena offside.
Di sisi lain, Dwight McNeill hampir membawa Everton unggul. Pada satu kesempatan, ia gagal mencetak gol setelah Riccardo Calafiori, dalam posisi nyaris jatuh, masih sempat mengangkat kaki untuk melakukan blok akrobatik.
Tak lama kemudian, McNeill kembali mengancam Arsenal lewat sepakan melengkung yang membentur tiang.
Havertz sempat meminta penalti setelah berbenturan dengan Michael Keane. Namun keputusan dari pengadil video menyatakan kontak yang terjadi terlalu minimal.
Pada awal babak kedua, kiper Arsenal David Raya membuat penyelamatan penting dengan menjulurkan kaki untuk menahan sepakan Beto. Tanpa momen itu, arah pertandingan bisa berbeda.
Saka terus menjadi sumber ancaman Arsenal, tetapi Pickford lagi-lagi tampil sigap menepis tembakannya.
Tekanan tuan rumah meningkat menjelang akhir laga, dan keputusan Arteta memainkan Dowman terbukti menentukan. Remaja asal Essex itu bukan hanya memberi energi baru, melainkan juga ketenangan yang tak lazim untuk pemain seusianya.
Seusai peluit panjang, para pemain Arsenal melakukan lap of honour di depan pendukungnya. Itu bukan seremoni biasa. Di tengah musim yang melelahkan, kemenangan ini terasa sebagai peringatan bahwa persaingan gelar belum berakhir.
Dan pada malam ketika para pemain senior sempat buntu, Arsenal justru diselamatkan oleh seorang remaja 16 tahun. (*)
ASA JUARA - Max Dowman dan Viktor Gyokeres membawa Arsenal kalahkan Everton dengan skor 2-1 dan membuat The Gunner unggul 9 angka dari Man City. (the sun)







