LONDON, UNHAS.TV - Chelsea kembali terpuruk. Dalam laga yang mempertegas rapuhnya pertahanan mereka, tim asuhan Liam Rosenior takluk 0-3 dari Everton di Stamford Bridge Stadium, Minggu (22/3/2026) dini hari.
Kekalahan ini menjadi yang keempat secara beruntun bagi klub London itu, sekaligus memperdalam sorotan terhadap penampilan buruk mereka, terutama di lini belakang dan sektor penjaga gawang.
Kekalahan ini terasa lebih menyakitkan karena datang saat Chelsea dituntut menunjukkan respons setelah serangkaian hasil buruk. Dua kekalahan dari juara Eropa Paris Saint-Germain masih bisa dipahami dalam konteks tekanan kompetisi.
Namun, kegagalan bangkit melawan Everton justru memperlihatkan persoalan yang lebih mendasar: tim ini tak mampu menata diri ketika berada dalam tekanan.
Sejak awal pertandingan, Chelsea sebenarnya sudah memberi tanda bahaya. Baru 15 menit laga berjalan, mereka beberapa kali nyaris dihukum akibat kesalahan sendiri.
Wes Fofana gagal mengalirkan bola dengan baik ke Romeo Lavia, yang kemudian direbut mantan pemain Chelsea, Kiernan Dewsbury-Hall. Beruntung, peluang itu tak langsung berbuah gol. Tak lama kemudian, Robert Sanchez kembali menunjukkan kegugupan saat menguasai bola.
Beto hampir memaksanya melakukan kesalahan fatal sebelum Moises Caicedo datang membersihkan situasi. Jorrel Hato pun sempat kehilangan bola, memaksa Malo Gusto menahan tembakan James Garner.
Meski sempat tertekan, Chelsea perlahan masuk ke ritme permainan. Mereka lebih rapi dalam mengalirkan bola dan terlihat mulai menguasai laga. Lavia, yang baru menjalani start keduanya di Liga Primer musim ini, menunjukkan kualitas yang selama ini hilang akibat cedera panjang.
Beberapa kali Chelsea membangun serangan yang cukup menjanjikan. James Tarkowski, yang kembali setelah absen dalam kekalahan Everton dari Arsenal, harus melakukan dua blok penting untuk meredam tembakan Joao Pedro dan Pedro Neto.
Namun, ketika Chelsea mulai terlihat lebih hidup, Everton justru mencetak gol lebih dulu. James Garner, yang baru mendapat panggilan senior pertamanya ke tim nasional Inggris, diberi ruang untuk melepaskan umpan terukur ke arah Beto.
Fofana kalah posisi dan tak mampu mengejar. Sanchez diharapkan keluar menutup ruang, tetapi reaksinya lambat. Beto memanfaatkan celah itu dengan penyelesaian dingin, mengangkat bola melewati kiper Chelsea. Gol itu mengubah arah pertandingan.
Chelsea merespons. Mereka sempat nyaris menyamakan kedudukan saat Jordan Pickford gagal mengantisipasi sepak pojok.
Bola liar jatuh ke kaki Enzo Fernandez, yang melepaskan tembakan akrobatik ke gawang. Namun Pickford dengan refleks cepat berhasil bangkit dan menepis peluang tersebut.
Pada fase ini, Chelsea sebenarnya masih berada dalam pertandingan. Mereka tertinggal, tetapi belum sepenuhnya kehilangan kendali.
Ubah Pemain di Babak Kedua
>> Baca Selanjutnya
DUA KESALAHAN - Penjaga gawang Chelsea Robert Sanchez tampil buruk saat terjadi gol pertama dan bersalah pada gol kedua. (The Sun/Getty)







