MAKASSAR, UNHAS.TV - Di tengah derasnya gaya hidup konsumtif dan fenomena fear of missing out atau FOMO di kalangan anak muda, kemampuan mengelola keuangan menjadi keterampilan yang kian penting.
Melalui seminar UNFOLD Vol. 1, mahasiswa diajak membangun kecerdasan finansial dan pola pikir sukses sebagai bekal menghadapi masa depan.
Seminar keuangan bertajuk UNFOLD Vol. 1 digelar di Aula Profesor Latanro, Gedung Pascasarjana Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Hasanuddin (FEB UNhas), Kampus Tamalanrea, Rabu (10/6/2026). Kegiatan ini mengusung tema “Motion: Shaping Financial Intelligence for What’s Next”.
Acara tersebut menjadi ruang edukasi bagi mahasiswa dan generasi muda untuk memahami pengelolaan keuangan secara lebih sehat. Puluhan mahasiswa dari berbagai program studi hadir mengikuti rangkaian seminar sejak awal hingga akhir.
Seminar ini menghadirkan sejumlah narasumber dengan latar belakang berbeda. Dosen Departemen Manajemen FEB Unhas, Baginda Hamzah SE MBA, membahas pentingnya pola pikir dalam mengelola uang dan mengambil keputusan investasi.
Ia menilai kecerdasan finansial tidak cukup hanya dibangun dari pengetahuan, tetapi juga dari kebiasaan dan kemampuan menahan diri.
Menurut Baginda, mahasiswa saat ini menghadapi tantangan yang berbeda. Media sosial, tren belanja, promosi digital, flash sale, dan diskon membuat mahasiswa lebih mudah terdorong membeli sesuatu yang sebenarnya tidak selalu dibutuhkan.
“Mahasiswa sekarang banyak maunya. Salah satu kebiasaannya adalah FOMO. Mereka sering mengeluarkan uang karena apa yang mereka lihat. Ketika orang lain membeli sesuatu, mereka cenderung ikut membeli,” kata Baginda.
Ia mengatakan perilaku tersebut dapat memicu pola konsumtif jika tidak diimbangi dengan kendali diri. Karena itu, mahasiswa perlu membangun pola pikir hemat dan bijak dalam menggunakan uang.
Baginda juga menyoroti kondisi sebagian besar mahasiswa yang belum memiliki penghasilan tetap. Banyak mahasiswa masih bergantung pada dukungan orang tua. Kondisi itu, menurut dia, membuat pengelolaan uang harus dilakukan secara lebih bertanggung jawab.
“Mahasiswa perlu berpikir bagaimana melakukan penghematan. Keterbatasan mereka ada pada penghasilan. Mayoritas sumber dana masih berasal dari orang tua, sehingga mereka harus punya mindset yang tepat,” ujarnya.
Selain Baginda, seminar ini juga menghadirkan Staf Edukasi Humas dan Hubungan Kelembagaan Kantor Perwakilan LPS II Sulampua, Febrito David Christian.
Ia memberikan pemahaman tentang pengelolaan keuangan yang sehat dan peran Lembaga Penjamin Simpanan dalam menjaga keamanan dana masyarakat.
Febrito menekankan pentingnya mengenali lembaga keuangan yang aman dan memahami risiko dalam menyimpan dana. Edukasi tersebut dinilai relevan bagi mahasiswa agar tidak mudah tergiur tawaran keuangan yang tidak jelas.
Sesi lain diisi oleh CEO Dorayakimi sekaligus content creator, Miftahul Khaer Rifaldi. Ia membagikan pengalaman membangun usaha serta pentingnya keberanian memulai langkah.
Menurut dia, kesuksesan finansial tidak hanya bergantung pada kemampuan, tetapi juga kemauan, konsistensi, dan keberanian mengambil peluang.
Kehadiran tiga narasumber itu membuat seminar berjalan dengan pendekatan yang beragam. Peserta tidak hanya menerima materi tentang literasi keuangan, tetapi juga memperoleh motivasi praktis untuk menata masa depan.
Melalui UNFOLD Vol. 1, mahasiswa diharapkan dapat memahami bahwa kecerdasan finansial perlu dibangun sejak dini. Baginda berharap kegiatan ini menjadi awal tumbuhnya kesadaran finansial di kalangan generasi muda.
Dengan pemahaman manajemen keuangan dan pola pikir yang positif, mahasiswa diharapkan mampu menjadi generasi yang lebih mandiri secara ekonomi, cerdas mengambil keputusan, dan siap menghadapi tantangan masa depan.
(Zahra Tsabitha Sucheng / Unhas TV)
MATERI - CEO Dorayakimo sekaligus alumni FEB Unhas, Miftahul Khaer Rifaldi SE saat memaparkan materi di Aula Prof Latanro Pascasarjana FEB Unhas, Rabu (10/6). (Dok identitas.unhas.com)




 Ramadhan SSos MAdm SDA-300x169.webp)



