LONDON, UNHAS.TV - Chelsea kembali terpeleset dalam perburuan tiket Liga Champions setelah kalah 0-1 dalam lag lanjutan Liga Inggris dari Newcastle United di Stamford Bridge, Minggu (15/3/2026) dini hari.
Gol tunggal Anthony Gordon pada menit ke-18 memberi tiga poin penting bagi Newcastle sekaligus menambah tekanan terhadap Chelsea, yang terancam melorot ke peringkat keenam klasemen Liga Inggris bila hasil laga lain tidak memihak mereka.
Kekalahan ini menjadi kemunduran lain bagi tim asuhan Liam Rosenior. Bermain di kandang sendiri, Chelsea sebenarnya melepaskan 22 tembakan sepanjang laga.
Namun produktivitas itu tidak sebanding dengan kualitas peluang yang diciptakan. Dari seluruh percobaan tersebut, hanya tiga yang mengarah ke gawang, dengan nilai expected goals 1,43.
Gol penentu Newcastle lahir dari serangan cepat yang membelah pertahanan Chelsea. Tino Livramento melaju mulus dari sisi lapangan, melewati tekanan lawan, lalu mengalirkan bola kepada Joe Willock.
Gelandang itu segera mengirim umpan terobosan ke Gordon, yang menuntaskannya dengan penyelesaian tenang untuk menaklukkan kiper Chelsea.
Gol tersebut menjadi jawaban Gordon setelah sebelumnya hanya memulai laga imbang Newcastle melawan Barcelona di Liga Champions dari bangku cadangan karena sakit. Di Stamford Bridge, penyerang tim nasional Inggris itu justru tampil sebagai pembeda.
Setelah unggul, Newcastle tak sekadar bertahan. Tim tamu terus memberi ancaman dan sempat meminta penalti seusai bek mereka, Malick Thiaw, terjatuh saat situasi sepak pojok di bawah tekanan Reece James.
Namun klaim itu diabaikan wasit. Momen itu menambah tensi laga yang sejak awal berjalan ketat, sekaligus memunculkan keresahan di kubu tuan rumah yang kesulitan membangun ritme permainan.
Chelsea mencoba mengubah keadaan selepas jeda. Rosenior menarik keluar Malo Gusto pada babak kedua dan memasukkan Liam Delap untuk menambah daya dobrak di lini depan.
Pergantian itu sempat memberi dimensi baru pada serangan Chelsea, tetapi tidak cukup untuk membongkar disiplin pertahanan Newcastle.
Di paruh kedua, tuan rumah beberapa kali mengajukan protes kepada wasit. Cole Palmer merasa layak mendapat penalti setelah kontak dengan Nick Woltemade di kotak terlarang.
Tidak lama berselang, Marc Cucurella juga mengklaim Sven Botman melakukan handball saat menghalau umpan silang. Kedua insiden itu tak menghasilkan hadiah penalti.
Di tengah perdebatan itu, Chelsea tetap mendapat peluang untuk menyelamatkan laga. Delap, yang diharapkan memberi tenaga baru, justru menyia-nyiakan dua kesempatan besar.
Pertama, ia melepaskan tembakan melambung dari posisi yang menjanjikan. Setelah itu, sundulannya melenceng tipis dari sasaran.
Peluang terbaik Chelsea datang dari kaki kapten mereka. Reece James melepaskan tendangan bebas dari jarak sekitar 25 yard yang melengkung tajam dan membentur pangkal tiang.
Bola memantul keluar ketika kiper Newcastle, Nick Pope, sudah tak berkutik. Itu menjadi momen paling dekat Chelsea untuk meraih gol penyeimbang, sekaligus merangkum malam yang kembali berakhir pahit bagi mereka di kandang sendiri.
Hasil ini memperpanjang tren kurang meyakinkan Chelsea di Stamford Bridge. Mereka kini gagal menang dalam tiga laga kandang beruntun di Liga Inggris, situasi yang untuk pertama kalinya terjadi lagi sejak 2023.
Angka itu memperlihatkan bahwa masalah Chelsea bukan semata soal hasil sesaat, melainkan juga efektivitas dan ketenangan di pertandingan-pertandingan penting.
Sebaliknya, kemenangan ini memperkuat posisi Newcastle dalam persaingan papan atas. Tim tamu tampil lebih efisien, lebih terorganisasi, dan mampu menjaga keunggulan meski terus ditekan sepanjang babak kedua.
Mereka juga menunjukkan kemampuan bertahan di bawah tekanan tanpa kehilangan ancaman saat melancarkan transisi.
Bagi Gordon, gol di Stamford Bridge menambah catatan impresifnya saat menghadapi Chelsea. Ia kini terlibat langsung dalam enam gol Premier League melawan klub London itu, dengan rincian tiga gol dan tiga assist. Jumlah tersebut menyamai rekor kontribusinya ketika menghadapi Tottenham.
Bagi Chelsea, kekalahan ini datang pada saat yang buruk. Mereka bukan hanya kehilangan poin di kandang, tetapi juga kehilangan ruang aman dalam perlombaan menuju empat besar.
Dengan kompetisi yang makin rapat di ujung musim, kegagalan mengubah dominasi tembakan menjadi hasil nyata bisa menjadi ongkos yang mahal. (*)
CETAK GOL - Striker Newcastle United Anthony Gordon merayakan gol yang dicetaknya ke gawang Chelsea, Minggu (15/3/3026) dini hari. (The Sun)








