Sport

Gol Kai Havertz Akhiri Penantian 14 Tahun di Anfield, Arsenal Menang 1-0 Atas Liverpool



PROVOKASI - Gelandang Liverpool Alexis Mac Allister memprovokasi kapten Arsenal Martin Odegaard dalam laga panas di Stadion Anfield, Minggu (1/11/2026) malam. (Screenshot The Sun)


Salah satu momen paling kontroversial terjadi pada babak pertama ketika Alexander Isak terlibat duel dengan Jurrien Timber di kotak penalti Arsenal. Isak mengeluhkan tarikan pada bajunya ketika berusaha menjangkau umpan silang.

Pemain Liverpool tersebut menganggap Timber melakukan pelanggaran yang seharusnya menghasilkan tendangan penalti. Namun, wasit tidak memberikan hadiah penalti dan VAR juga tidak merekomendasikan pemeriksaan lebih lanjut.

Keputusan tersebut menguntungkan Arsenal. Timber yang terlibat dalam insiden itu bahkan sempat menggagalkan peluang berbahaya Liverpool di sisi lain lapangan. Ia secara tidak sengaja menghalangi upaya Madueke mengirimkan bola kembali kepada Havertz yang berada dalam posisi mencetak gol.

Liverpool terus mencari celah untuk menyamakan kedudukan. Florian Wirtz memperoleh kesempatan melalui tendangan bebas yang menghantam mistar gawang.

Peluang lain datang ketika Alexis Mac Allister menyambut umpan silang Milos Kerkez melalui sundulan. Namun, bola gagal mengarah ke sasaran.

Arsenal pun tidak sepenuhnya terbebas dari tekanan. Mereka harus bekerja keras menjaga organisasi pertahanan, terutama ketika Liverpool meningkatkan intensitas serangan menjelang akhir babak pertama.

Peluit akhir babak pertama menjadi kesempatan bagi Arsenal untuk mengatur kembali strategi. Sementara itu, Liverpool memasuki ruang ganti dengan sejumlah peluang yang belum mampu dikonversi menjadi gol.

Memasuki babak kedua, Liverpool mencoba mempertahankan tekanan. Namun, intensitas serangan mereka tidak setinggi pada paruh pertama pertandingan. Arsenal memanfaatkan situasi tersebut dengan memperkuat lini belakang dan mempersempit ruang gerak pemain lawan.

Pertahanan Arsenal menunjukkan performa solid meskipun tidak diperkuat William Saliba yang mengalami cedera. Barisan belakang mampu menjaga jarak antarpemain dan mengantisipasi umpan silang Liverpool.

Situasi tersebut membuat Liverpool kesulitan menemukan ruang untuk melepaskan tembakan berbahaya. Beberapa upaya serangan mereka berhasil dipatahkan sebelum mencapai area yang dapat mengancam gawang Raya.

Pertandingan juga diwarnai perselisihan antara pemain kedua tim. Mac Allister sempat berusaha membuat wasit memberikan kartu merah kepada Madueke setelah menilai pemain Arsenal itu melakukan gerakan seperti menanduk lawan.

Namun, tayangan ulang VAR menunjukkan tidak ada kekuatan berarti dalam gerakan kepala Madueke. Wasit pun tidak memberikan hukuman kartu merah. Keputusan ini membuat Arsenal terhindar dari kehilangan pemain pada fase penting pertandingan.

Di tengah tekanan tersebut, Arteta melakukan pergantian pemain dengan memasukkan Viktor Gyokeres untuk menggantikan Havertz. Arsenal berharap pergantian itu dapat memberikan tenaga baru dalam serangan sekaligus membantu mempertahankan ancaman terhadap pertahanan Liverpool.

Namun, Gyokeres belum berhasil mencetak gol pertamanya di Premier League. Arsenal juga tidak banyak menciptakan peluang bersih pada babak kedua karena lebih memprioritaskan keseimbangan permainan.

Kemenangan ini memberikan keuntungan besar bagi Arsenal dalam persaingan gelar. Ketika Manchester City mulai kehilangan konsistensi, Arsenal justru mampu memperbaiki performa setelah sebelumnya mengalami penurunan saat menghadapi Brighton.

Liverpool sebenarnya menunjukkan perkembangan permainan yang positif. Mereka mampu memberikan tekanan dan menciptakan sejumlah peluang, tetapi efektivitas penyelesaian akhir menjadi persoalan utama.

Persaingan menuju gelar juara pun semakin menarik. Arsenal kini memiliki modal penting berupa konsistensi pertahanan dan kemampuan mempertahankan keunggulan dalam pertandingan besar. Liverpool masih menjadi salah satu pesaing yang berpotensi menghambat langkah mereka.

Bagi Arteta, kemenangan di Anfield memiliki arti lebih dari sekadar tambahan tiga poin. Hasil tersebut menjadi bukti perkembangan Arsenal dalam menghadapi tekanan di kandang lawan. Setelah 14 tahun tanpa kemenangan di stadion itu, The Gunners akhirnya berhasil memutus catatan buruk tersebut.

Kemenangan tipis 1-0 juga memperlihatkan bahwa kekuatan Arsenal tidak hanya bergantung pada produktivitas lini depan.

Ketangguhan pertahanan, disiplin taktik, dan kemampuan memanfaatkan peluang menjadi faktor penting yang menjaga mereka tetap berada di jalur perebutan gelar Premier League. (*)