Ekonomi
Karir
Pendidikan

Hadirkan Praktisi Energi, Logistik, hingga Keuangan, IBF 2026 Bidik Ekosistem Bisnis Alumni Teknik Unhas



Direktur Operasi Perum Bulog, Dr dr Andi Afdal Abdullah MBA AAK tampil sebagai narasumber Ikatek Business Forum (IBF) 2026 di Lecture Theater 1 Kampus Teknik Universitas Hasanuddin, Kabupaten Gowa, Sabtu (28/3/2026). (Dok Ikatek Unhas)


Forum itu juga menghadirkan Direktur Operasi Perum Badan Urusan Logistik (Bulog), Dr dr Andi Afdal Abdullah MBA AAK. Dalam paparannya, ia menegaskan bahwa ketahanan pangan nasional tidak dapat ditopang oleh satu mata rantai saja.

Bulog, kata Afdal, mengelola sistem yang terintegrasi, mulai dari pengadaan, logistik pangan, penyaluran, hingga pengembangan pangan. Dalam sistem sebesar itu, terbuka ruang luas bagi mitra dari kalangan alumni, baik sebagai agregator, pemasok, maupun inovator.

Afdal mengatakan skema on-farm partnership yang dijalankan Bulog membuka peluang bagi alumni untuk terlibat sejak tahap hulu.

Di sisi lain, Bulog juga mengelola lebih dari seribu titik gudang di seluruh Indonesia. Infrastruktur itu, menurut dia, memerlukan pembangunan, perawatan, renovasi, pengembangan, dan digitalisasi sistem logistik.

"Karena itu, sektor pangan dinilainya sebagai ruang kerja yang sangat luas bagi para insinyur dan pengusaha berlatar teknik," ujar alumnu Kedokteran Unhas angkatan 1991 itu.

Paparan Afdal memperlihatkan bahwa forum bisnis alumni ini tidak semata-mata berkutat pada proyek konstruksi atau energi.

Ada upaya memperluas imajinasi bisnis alumni teknik ke sektor yang selama ini mungkin dianggap tidak langsung berkaitan, seperti logistik pangan, distribusi, gudang, dan sistem digital pendukungnya. Di titik itu, forum ini mulai menampilkan agenda yang lebih lintas sektor.

Dari pihak kampus, Wakil Rektor IV Universitas Hasanuddin, Prof Dr Eng Ir Adi Maulana ST MPhil membawa pesan kelembagaan yang cukup tegas.

Ia mengatakan universitas kini tidak ingin berhenti sebagai institusi yang hanya meluluskan mahasiswa dan menjaga hubungan alumni lewat donasi atau beasiswa. Unhas, kata dia, ingin masuk lebih aktif dalam kolaborasi bisnis bersama alumni.

Adi kemudian memperkenalkan PT Hadin Unhas, entitas bisnis resmi milik Universitas Hasanuddin yang disiapkan sebagai kendaraan komersialisasi riset, inovasi, dan teknologi hasil kerja akademisi kampus.

Lewat forum itu, ia memaparkan tujuh skema potensi kerja sama usaha alumni. Di antaranya, kemitraan supply chain hulu-hilir, peluang menjadi co-founder dan C-level startup berbasis inovasi, kemitraan distribusi dan akses pasar, joint venture dan co-investment, pengembangan produk co-creation, talent pool dan professional network, serta branding dan event collaboration.

Menurut Prof Adi, universitas memiliki aset intelektual, riset, paten, dan prototipe yang siap dibawa ke pasar. Yang dibutuhkan, kata dia, adalah alumni yang memiliki jiwa wirausaha, modal, jaringan, dan pengalaman bisnis.

Dengan demikian, relasi antara alumni dan almamater tidak berhenti pada nostalgia atau dukungan filantropi, tetapi berubah menjadi kolaborasi komersial yang saling menguntungkan.

Paparan itu menempatkan kampus sebagai pemain aktif dalam ekosistem bisnis alumni. Dalam konteks forum ini, universitas bukan hanya penyedia legitimasi akademik, melainkan calon mitra usaha.

Di sinilah forum bisnis Ikatek Unhas tampak berupaya mempertemukan tiga kekuatan sekaligus: jaringan alumni, akses korporasi, dan inovasi kampus.

Pada sesi pitching produk, Bank Mandiri melalui Transaction Banking Sales Officer Bank Mandiri Makassar, Fhatra Cahya Oktavian, memperkenalkan KOPRA, platform digital untuk nasabah wholesale dan korporasi.

Produk itu menawarkan layanan manajemen kas, rantai pasok, perdagangan, dan valuta asing dalam satu ekosistem digital. Di forum yang sarat pembicaraan mengenai likuiditas, pembiayaan, dan integrasi usaha, platform semacam ini diposisikan sebagai alat operasional yang dibutuhkan pelaku bisnis.

Pitching lain datang dari Indosat melalui Paramodhita, Retail Channel Executive Indosat Makassar, yang memperkenalkan IM3 Platinum. Produk ini dipromosikan sebagai layanan komunikasi dengan daya jangkau luas yang layak menjadi pilihan pebisnis.

Meski tampil lebih singkat dibanding paparan lembaga lain, kehadiran produk telekomunikasi itu menambah gambaran bahwa forum ini memang dirancang untuk menjahit kebutuhan usaha dari sisi pembiayaan, energi, hukum, logistik, hingga komunikasi.

Secara keseluruhan, Ikatek Business Forum 2026 memperlihatkan upaya serius Ikatek Unhas mengubah jaringan alumni menjadi infrastruktur ekonomi yang lebih nyata.

Arah kebijakan Ikatek Unhas untuk alumni, penawaran pembiayaan, peluang kemitraan energi dan pangan, hingga pintu kolaborasi dengan universitas, seluruh sesi bergerak pada pesan yang sama: alumni teknik harus naik kelas dari sekadar tenaga ahli menjadi pelaku usaha yang saling terhubung.

Forum ini memang tak langsung menghasilkan kontrak atau investasi dalam waktu singkat. Namun setidaknya, ia menandai perubahan orientasi yang cukup jelas dalam tubuh Ikatek Unhas.

Di tengah kebutuhan akan jaringan, akses modal, dan kemitraan yang semakin kompleks, Ikatek Unhas mencoba membangun bahasa baru bagi organisasi alumninya yakni bahasa bisnis, kolaborasi, dan keberlanjutan.

(Venny Septiani Semuel / Achmad Ghiffary M / Unhas TV)