Ekonomi
Karir
Pendidikan

Hadirkan Praktisi Energi, Logistik, hingga Keuangan, IBF 2026 Bidik Ekosistem Bisnis Alumni Teknik Unhas

IBF 2026 - Ikatan Alumni Teknik Universitas Hasanuddin atau Ikatek Unhas menggelar Ikatek Business Forum (IBF) 2026 di Lecture Theater 1 Kampus Teknik Universitas Hasanuddin, Kabupaten Gowa, Sabtu (28/3/2026). Event ini mendorong peran alumninya melampaui profesi insinyur dan profesional teknis. (Dok Ikatek Unhas)

GOWA, UNHAS.TV - Ikatan Alumni Teknik Universitas Hasanuddin atau Ikatek Unhas mulai mendorong peran alumninya melampaui profesi insinyur dan profesional teknis.

Dalam Ikatek Business Forum (IBF) 2026 yang digelar di Lecture Theater 1 Kampus Teknik Universitas Hasanuddin, Kabupaten Gowa, Sabtu (28/3/2026), organisasi alumni itu menegaskan sejumlah agenda baru.

Agenda tersebut antara lain membangun ekosistem bisnis yang terhubung antara alumni, kampus, perbankan, perusahaan energi, hingga badan usaha milik negara.

Ratusan alumni dan mahasiswa memenuhi ruang forum sejak pagi. Acara ini merupakan bagian dari rangkaian Road to Halal Bihalal 2027.

Di hadapan peserta, pengurus Ikatek Unhas menekankan bahwa pertemuan tersebut bukan sekadar ajang temu kangen atau forum seremonial, melainkan ruang konsolidasi ekonomi yang ingin menjadikan jaringan alumni sebagai kekuatan bisnis yang terukur.

Ketua Panitia, Ir. Muh. Saepul Aswadi, ST., IPM, mengatakan forum itu sengaja dirancang untuk mempertemukan alumni Teknik Unhas dengan lembaga keuangan, perusahaan energi, dan institusi strategis nasional.

Menurut Saepul, Ikatek Unhas ingin memanfaatkan silaturahmi alumni sebagai pintu masuk penguatan usaha, pembiayaan, dan jejaring kemitraan.

Ia menyebut kehadiran mitra seperti Bank Mandiri, Perum Bulog, PT Pertamina Patra Niaga, dan Bank BRI sebagai tanda bahwa komunitas alumni Teknik Unhas mulai dilihat sebagai kelompok profesional yang punya daya tawar ekonomi.

“Forum hari ini bukan sekadar acara seremonial. Ini adalah sebuah ruang pertemuan strategis antara alumni Teknik Unhas yang telah berkarya di berbagai bidang dengan institusi-institusi keuangan dan energi terbesar di negeri ini,” kata Saepul Aswadi.

Ia menambahkan, Ikatek Unhas ingin membuktikan bahwa jaringan alumni bukan hanya kuat secara sosial, tetapi juga dapat menjadi penggerak aktivitas usaha yang konkret.

Narasi itu kemudian diperkuat oleh Ketua Ikatek Unhas, Ir. Muh. Sapri Andi Pamulu, M.Eng., PhD, IPU. Dalam sambutannya, ia menyebut sudah saatnya alumni Teknik Unhas tidak berhenti sebagai pelaksana proyek, karyawan profesional, atau tenaga ahli teknis.

Menurut dia, alumni perlu didorong menjadi pemilik usaha, kontraktor mandiri, dan mitra strategis perusahaan-perusahaan besar.

Sapri memosisikan forum bisnis ini sebagai jembatan yang menghubungkan kompetensi teknik dengan akses pembiayaan, kemitraan korporasi, dan pemahaman hukum bisnis.

Ia menilai selama puluhan tahun alumni Teknik Unhas telah berperan dalam pembangunan infrastruktur nasional. Jejak mereka, kata Sapri, dapat ditemukan dalam proyek jembatan, gedung, kilang minyak, dan sistem energi di berbagai wilayah.

Namun capaian itu dianggap belum cukup. Tantangan berikutnya adalah mengubah kapasitas teknis yang selama ini dimiliki alumni menjadi kepemilikan usaha yang lebih mandiri dan berkelanjutan.

“Namun hari ini, kita ingin melangkah lebih jauh. Kita ingin alumni Teknik Unhas juga menjadi pemilik bisnis, kontraktor mandiri, dan mitra strategis perusahaan-perusahaan besar,” ujar Sapri.

Bagi mantan Direktur Utama PT Indah Karya itu, profil alumnus masa depan bukan hanya insinyur yang piawai secara teknis, melainkan profesional yang memahami kontrak, mampu mengelola arus kas, dan punya akses kemitraan dengan korporasi besar.

Sapri juga menautkan forum itu dengan agenda konsolidasi yang lebih besar menuju Halal Bihalal 2027. Ia menilai halal bihalal tidak cukup dipahami sebagai kegiatan silaturahmi tahunan.

Dalam pandangannya, pertemuan alumni harus diberi makna baru sebagai ruang membangun kekuatan kolektif, termasuk di bidang ekonomi. Karena itu, Road to HBH 2027 dijadikan momentum untuk mulai menyusun pondasi jejaring bisnis yang lebih sistematis.

Menuju Ekosistem Bisnis Terstruktur 

>> Baca Selanjutnya