MAKASSAR, UNHAS.TV - Harga minyak mentah dunia menurun drastis sebagai tanggapan atas rencana gencatan senjata antara Amerika Serikat (AS) dan Republik Islam Iran. Gencatan senjata disepakati selama dua bulan dengan syarat tambahan: Selat Hormuz kembali dibuka seperti beberapa bulan lalu.
Harga minyak mentah dunia jenis Brent turun 13% ke angka $94,80 per barel sedangkan jenis AS turun 15% menjadi $95,75 per barel. Meski sudah turun, harga ini tetap masih di atas harga sebelum 28 Februari 2026 ketika pada hari itu perang terbuka dimulai. Pada saat itu, harga minyak mentah dunia masih seharga $70 per barel.
Pasar uang dan saham di sejumlah negara juga menanggapi positif kabar gencatan senjata itu. Indeks Nikkei 225 di Jepang naik 5%, indeks Kospi di Korea Selatan naik 6%, dan indeks Hang Seng di Hong Kong naik 2,8%, dan indeks ASX 200 di Australia naik 2,7%.
Pasar saham di Wall Street, New York, juga dibuka pada hari ini dengan angka positif. Ini menandakan, masa depan pasar saham, komoditas, hingga valuta asing menuju arah yang lebih baik.
Kabar baik itu dipicu dari pernyataan Presiden Donald Trump melalui akun media sosialnya. Pada Selasa malam, ia menegaskan, "Saya setuju untuk menunda pengeboman dan penyerangan ke wilayah Iran selama dua pekan, di sisi lain Republik Islam Iran setuju secara LENGKAP, SEGERA, dan MENJAMIN KEAMANAN Selat Hormuz," tulis Trump.
Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi juga mengeluarkan pernyataan melalui media sosial bahwa Teheran setuju gencatan senjaka hanya jika serangan ke Iran dihentikan dan Iran akan menjamin lalu lintas pengapalan minyak di Selat Hormuz.(*)
Harga minyak mentah dunia jenis Brent turun 13% ke angka $94,80 per barel sedangkan jenis AS turun 15% menjadi $95,75 per barel. (Dok The Sun)







-300x200.webp)
