LISBON, UNHAS.TV - Arsenal pulang dari Lisbon dengan bekal yang tak mewah, tapi sangat berharga. Klub London itu menundukkan Sporting CP 1-0 pada leg pertama perempat final Liga Champions, Selasa (7/4/2026) malam, berkat gol Kai Havertz pada masa tambahan waktu.
Kemenangan itu datang di saat yang tepat, ketika permainan Arsenal belum sepenuhnya meyakinkan, dan ketika tekanan terhadap tim asuhan Mikel Arteta sedang meninggi setelah dua kekalahan beruntun di kompetisi domestik.
Di Stadion Jose Alvalade, Arsenal tidak tampil sebagai tim yang dominan dalam menyerang. Mereka justru lebih banyak mengandalkan kesabaran, struktur, dan kedisiplinan bertahan. Sepanjang laga, tim tamu tampak kesulitan memecah blok Sporting di sepertiga akhir lapangan.
Martin Odegaard tidak benar-benar mampu mengendalikan ritme seperti yang biasa ia lakukan, sedangkan Leandro Trossard kembali gagal memberi dampak besar di depan. Noni Madueke menjanjikan lewat gerak dan kecepatannya, tetapi lagi-lagi mentok pada penyelesaian akhir.
Sporting justru lebih dulu mengirim ancaman yang membuat Arsenal tersentak. Maxi Araujo lolos ke ruang kosong dari sisi kiri dan melepaskan tembakan yang berubah arah tipis setelah ditepis David Raya, sebelum akhirnya membentur mistar.
Itu menjadi alarm dini bagi lini belakang Arsenal, yang beberapa pekan terakhir disorot setelah tampil rapuh dalam final Piala Liga dan tersingkir di Piala FA.
Namun setelah momen itu, Arsenal perlahan menata permainan. Mereka tidak berkilau, tetapi cukup tenang untuk mencegah pertandingan berubah liar.

Statistik Pertandingan Sporting vs Arsenal. (The Sun)
Pada babak pertama, Arsenal sempat menebar ancaman melalui bola mati. Sepak pojok Madueke menghasilkan peluang yang membentur tiang, sementara Odegaard juga memperoleh ruang tembak meski eksekusinya belum tepat sasaran.
Sebelum turun minum, kapten Arsenal itu kembali mencoba peruntungan, tetapi sepakannya mengarah lurus ke kiper Rui Silva.
Semua itu menunjukkan satu masalah lama yang belum selesai: Arsenal mampu sampai ke area berbahaya, tetapi belum cukup tajam untuk menuntaskan serangan.
Selepas jeda, pola pertandingan tidak banyak berubah. Arsenal masih lebih rapi ketimbang kreatif, sedangkan Sporting juga tak cukup tajam untuk benar-benar menghukum lawan.
Trossard sempat mendapat ruang tembak setelah memperdaya penjaganya, tapi sepakannya lemah dan melebar. Odegaard lalu mencoba lewat tendangan bebas, yang masih bisa ditepis Rui Silva.
Arsenal bahkan sempat merasa unggul ketika bola masuk ke gawang Sporting, namun gol itu dibatalkan setelah tinjauan VAR menyatakan ada posisi offside dalam prosesnya. Sampai titik itu, laga terasa seperti akan selesai tanpa gol.
Pergantian Efektif Havertz dan Martinelli
>> Baca Selanjutnya
GOL TUNGGAL - Kai Havertz tampil sebagai pahlawan Arsenal atas Sporting Lisbon lewat gol tunggal di masa injury time di Stadion Jose Alvalade, Lisbon, Rabu (8/4/2026) dini hari. (The Sun/Getty)
-300x168.webp)







