MAKASSAR, UNHAS.TV - Mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Hasanuddin (Unhas) menggelar Inaugurasi dan Apresiasi Seni FH-UH 2026 di Baruga Andi Pangerang Pettarani, Kampus Unhas Tamalanrea, Sabtu (31/7/2026).
Acara bertema “Connected Endlessly, Loyalty Last” itu menjadi panggung ekspresi seni sekaligus ruang pertemuan lintas angkatan.
Ratusan peserta menghadiri kegiatan tersebut. Mereka terdiri atas mahasiswa, dosen, tenaga kependidikan, serta masyarakat umum. Sejak awal acara, panggung diisi berbagai pertunjukan yang menampilkan musik, tari, dan bentuk kreativitas mahasiswa Fakultas Hukum Unhas.
Panitia menempatkan inaugurasi bukan sekadar agenda hiburan. Kegiatan itu dirancang sebagai bentuk apresiasi terhadap bakat mahasiswa, sekaligus upaya merawat hubungan antarmahasiswa dan antarangkatan.
Tema yang dipilih menekankan ikatan yang terus terhubung serta loyalitas yang bertahan setelah mahasiswa menyelesaikan masa studi.
Salah satu penampilan yang menyita perhatian datang dari kelompok Amnesty 2022. Mengusung konsep “Last Dance”, kelompok ini membawakan empat lagu sebagai persembahan terakhir mereka dalam rangkaian inaugurasi angkatan.
Penampilan tersebut dipersiapkan selama sekitar tiga bulan di tengah kesibukan para personelnya menyelesaikan skripsi.
Verawaty Liku Merrante, salah seorang penampil, mengatakan proses latihan tidak berlangsung penuh setiap hari. Jadwal latihan harus disesuaikan dengan kegiatan akademik masing-masing anggota. Meski demikian, mereka berusaha menjaga konsistensi agar tampil maksimal pada malam inaugurasi.
“Kami latihan kurang lebih tiga bulan, meski tidak penuh karena sedang sibuk skripsi. Malam ini menjadi last dance kami,” kata Verawaty.
Bersama Muhammad Fathi Farhat, Verawaty membawakan empat lagu dengan karakter berbeda. Repertoar itu dipilih untuk membangun suasana emosional, mulai dari energik hingga melankolis, sekaligus menandai perjalanan angkatan mereka selama menempuh pendidikan di Fakultas Hukum Unhas.
Fathi menilai inaugurasi tahun ini berlangsung lebih meriah dibandingkan sejumlah kegiatan serupa yang pernah ia ikuti.
Menurut dia, kualitas panggung, antusiasme penonton, dan kekompakan peserta membuat acara terasa kuat sejak awal hingga akhir.
“Capek, tetapi hasilnya sepadan. Ini salah satu inaugurasi paling meriah selama saya kuliah,” ujar Fathi.
Sorak penonton mengiringi sejumlah penampilan. Mahasiswa dari berbagai angkatan tampak saling memberi dukungan, baik kepada kelompok musik maupun penampil lain. Suasana itu memperlihatkan fungsi acara sebagai ruang ekspresi sekaligus perayaan kebersamaan.
Pada malam itu, penonton tidak hanya menyaksikan pertunjukan, tetapi juga mengikuti perjalanan emosional tiap angkatan yang tampil. Sejumlah mahasiswa menjadikan panggung sebagai ruang perpisahan sebelum menyelesaikan studi.
Bagi peserta tingkat akhir, kesempatan tersebut memiliki makna khusus karena mempertemukan kembali teman-teman yang mulai disibukkan dengan penelitian, ujian akhir, dan persiapan memasuki dunia kerja.
Kehadiran dosen serta tenaga kependidikan turut memperkuat suasana kekeluargaan dalam kegiatan itu di lingkungan Fakultas Hukum Unhas.
Penyelenggara berharap inaugurasi dapat terus dipertahankan sebagai agenda tahunan Fakultas Hukum Unhas. Selain memberi ruang bagi mahasiswa untuk berkarya, kegiatan tersebut dinilai dapat memperkuat solidaritas dan menumbuhkan rasa memiliki terhadap lingkungan kampus.
Verawaty dan Fathi juga berharap pelaksanaan tahun berikutnya dikemas lebih kreatif tanpa menghilangkan semangat kebersamaan. Bagi mereka, inaugurasi bukan hanya penampilan satu malam, melainkan bagian dari ingatan kolektif mahasiswa selama menjalani pendidikan hukum.
(Zahra Tsabita Sucheng / Unhas TV)
INAUGURASI - Mahasiswa Fakultas Hukum Unhas Angkatan 2026 menggelar Inaugurasi dan Apresiasi Seni di Baruga AP Pettarani, Kampus Unhas Tamalanrea, Sabtu (31/7/2026) malam. (Unhas TV / Zahra Tsabita Sucheng)

-300x174.webp)


-300x169.webp)

-300x174.webp)

