MAKASSAR, UNHAS.TV - Senat Mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Hasanuddin (Sema FEB Unhas) menggelar Inaugurasi FEB-UH 2026 di Baruga A. Pettarani, Sabtu (26/9/2026).
Tahun ini, inaugurasi mengusung tema “Between Chains: Dreams Under Control” atau “Di Antara Rantai: Mimpi dalam Kendali”.
Tema tersebut menjadi benang merah dalam rangkaian kegiatan, mulai dari konsep visual hingga pertunjukan yang ditampilkan mahasiswa.
Simbol rantai digunakan untuk menggambarkan keterikatan, hubungan antarelemen, serta dinamika yang ingin disampaikan melalui inaugurasi tahun ini.
Selain menjadi ruang pertunjukan dan apresiasi mahasiswa, inaugurasi juga membawa sejumlah pesan mengenai kehidupan organisasi, peran mahasiswa, serta berbagai persoalan sosial yang dinilai perlu mendapat perhatian.
Ketua Umum Senat Mahasiswa FEB Unhas 2026, Muhammad Khofid Nailul J., menyampaikan bahwa terdapat tiga isu utama yang dibawa dalam inaugurasi tahun ini, yakni kolonialisme, materialisme, dan neoliberalisme dalam perguruan tinggi.
.webp)
Senat Mahasiswa FEB Unhas menggelar Inaugurasi FEB-UH 2026 di Baruga AP Pettarani, Kampus Unhas Tamalanrea, Sabtu (26/9/2026). (Unhas TV/ Kautsar Ardiansyah)
Ketiga isu tersebut disampaikan melalui pertunjukan teater drama sebagai bagian dari rangkaian inaugurasi. Melalui medium pertunjukan, mahasiswa menyampaikan gagasan dan kritik sosial dalam bentuk yang lebih visual dan komunikatif kepada penonton.
Khofid juga menegaskan bahwa mahasiswa tidak perlu takut menyuarakan persoalan yang berkaitan dengan masyarakat, khususnya ketika melihat adanya kelompok yang mengalami ketidakadilan atau penindasan.
Pesan tersebut menjadi salah satu bagian penting dari inaugurasi, dengan menempatkan mahasiswa bukan hanya sebagai peserta kegiatan kampus, tetapi juga sebagai bagian dari lingkungan sosial yang memiliki ruang untuk menyampaikan gagasan dan pandangan.
Tema “Between Chains: Dreams Under Control” turut mendapat perhatian dari Dekan FEB Unhas, Prof Dr Mursalim Nohong SE MSi CRA CRP CWM.
Dalam sambutannya, Mursalim memaknai rantai sebagai gambaran hubungan yang kuat antarorganisasi mahasiswa.
Menurutnya, organisasi mahasiswa perlu berada dalam satu rangkaian yang saling terhubung dan tidak berjalan terpisah dari struktur organisasi yang ada.
Ia juga mendorong Senat Mahasiswa FEB Unhas untuk memperkuat kegiatan kajian dan penelitian terhadap isu-isu yang berkembang di masyarakat.
.webp)
Senat Mahasiswa FEB Unhas menggelar Inaugurasi FEB-UH 2026 di Baruga AP Pettarani, Kampus Unhas Tamalanrea, Sabtu (26/9/2026). (Unhas TV/ Kautsar Ardiansyah)
Salah satu isu yang dicontohkan adalah kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) yang sempat terjadi dalam beberapa bulan terakhir.
Prof Mursalim menyampaikan bahwa apabila Senat Mahasiswa ingin melakukan kajian atau penelitian terhadap persoalan seperti itu, pihak fakultas bersedia memberikan dukungan, termasuk melalui penganggaran kegiatan.
Ruang Ekspresi Mahasiswa
Rangkaian Inaugurasi FEB-UH 2026 juga diisi dengan berbagai penampilan mahasiswa. Panggung inaugurasi menjadi ruang bagi mahasiswa untuk menyampaikan kreativitas sekaligus membawa pesan yang berkaitan dengan tema kegiatan.
Pertunjukan teater menjadi salah satu medium utama dalam menyampaikan gagasan mengenai kolonialisme, materialisme, dan neoliberalisme perguruan tinggi.
Sementara simbol rantai yang digunakan dalam konsep acara memperkuat identitas visual dari tema “Between Chains: Dreams Under Control”.
Melalui rangkaian tersebut, inaugurasi tahun ini tidak hanya menghadirkan pertunjukan, tetapi juga membawa pesan mengenai solidaritas organisasi, keberanian mahasiswa dalam menyampaikan pandangan, serta pentingnya kajian terhadap berbagai isu yang berkembang di masyarakat.
Inaugurasi FEB-UH 2026 menjadi bagian dari ruang ekspresi mahasiswa FEB Unhas dengan memadukan pertunjukan, pesan organisasi, serta isu sosial ke dalam satu rangkaian kegiatan.
(Kautsar Ardiansyah R./Unhas TV)
INAUGURASI - Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Hasanuddin (FEB Unhas) menggelar Inaugurasi FEB Unhas 2026 di Baruga A. Pettarani, Kampus Unhas Tamalanrea, Sabtu (26/9/2026). (Unhas TV / Kautsar Ardiansyah)
-300x181.webp)
-300x172.webp)






