Mahasiswa

Mahasiswa KKN Unhas Sulap Pojok Baca Jadi Laboratorium Bahasa Arab Digital, Literasi Siswa Melonjak

Siswa UPT SD Negeri 4 Arawa bersama mahasiswa KKN Tematik Inovasi Desa Universitas Hasanuddin berfoto di Pojok Bahasa Arab Interaktif, inovasi literasi yang mengintegrasikan pojok baca, media visual, dan teknologi digital untuk menumbuhkan minat baca serta memperkenalkan kosakata Bahasa Arab sejak dini. (Foto: Dok. Pribadi). Siswa UPT SD Negeri 4 Arawa bersama mahasiswa KKN Tematik Inovasi Desa Universitas Hasanuddin berfoto di Pojok Bahasa Arab Interaktif, inovasi literasi yang mengintegrasikan pojok baca, media visual, dan teknologi digital untuk menumbuhkan minat baca serta memperkenalkan kosakata Bahasa Arab sejak dini. (Foto: Dok. Pribadi).

SIDENRENG RAPPANG – Sebuah sudut sederhana di UPT SD Negeri 4 Arawa kini menjelma menjadi ruang belajar yang hidup setelah Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Inovasi Desa Universitas Hasanuddin Angkatan 116 menghadirkan Pojok Bahasa Arab Interaktif, sebuah inovasi yang memadukan literasi, teknologi digital, dan pembelajaran bahasa asing sejak usia dini.

Program yang dilaksanakan pada 31 Juli 2026 di Kelurahan Arawa, Kecamatan Watang Pulu, Kabupaten Sidenreng Rappang itu digagas oleh Witri Islamiah, mahasiswa Program Studi Sastra Arab, Fakultas Ilmu Budaya Universitas Hasanuddin, untuk mengoptimalkan fungsi pojok baca sekolah menjadi ruang literasi yang lebih aktif, kreatif, dan edukatif.

Inovasi tersebut lahir setelah hasil observasi menunjukkan bahwa pojok baca sekolah sebenarnya telah tersedia, tetapi belum dimanfaatkan secara maksimal sebagai sarana yang mampu mendorong minat baca sekaligus memperkaya pengalaman belajar siswa.

Berangkat dari kondisi itu, pojok baca dikembangkan menjadi pusat pembelajaran sederhana yang memperkenalkan kosakata dan ungkapan dasar Bahasa Arab melalui media yang menarik, mudah dipahami, dan menyenangkan bagi anak-anak sekolah dasar.

Berbagai media edukatif kemudian dihadirkan, mulai dari papan mufradat berisi kosakata tematik, papan ungkapan sehari-hari, buku saku Bahasa Arab, hingga QR Code yang menghubungkan siswa dengan lagu-lagu edukatif berbahasa Arab sehingga proses belajar tidak lagi bergantung pada buku semata.

Perpaduan media visual dan teknologi digital tersebut menghadirkan pengalaman belajar yang mendorong siswa membaca, mengamati, mendengarkan, bernyanyi, dan mempraktikkan kosakata dalam suasana yang lebih interaktif.

Literasi Bertemu Teknologi Digital

Pelaksanaan program diawali dengan koordinasi bersama pihak sekolah, dilanjutkan dengan identifikasi kebutuhan, penyusunan materi, pembuatan media pembelajaran, serta penataan ulang area pojok baca agar menjadi ruang belajar yang lebih nyaman dan menarik.

Mahasiswa KKN Tematik Inovasi Desa Universitas Hasanuddin mendampingi siswa UPT SD Negeri 4 Arawa belajar melalui Pojok Bahasa Arab Interaktif yang memadukan literasi, media visual, dan teknologi digital untuk meningkatkan minat baca serta penguasaan kosakata dasar Bahasa Arab. (Foto: Dok. Pribadi).
Mahasiswa KKN Tematik Inovasi Desa Universitas Hasanuddin mendampingi siswa UPT SD Negeri 4 Arawa belajar melalui Pojok Bahasa Arab Interaktif yang memadukan literasi, media visual, dan teknologi digital untuk meningkatkan minat baca serta penguasaan kosakata dasar Bahasa Arab. (Foto: Dok. Pribadi).


Setelah seluruh media selesai dipasang, para siswa diperkenalkan dengan kosakata dasar Bahasa Arab melalui kegiatan membaca bersama, latihan percakapan sederhana, dan menyanyikan lagu-lagu edukatif yang dapat diakses secara mandiri melalui QR Code menggunakan perangkat digital.

Pendekatan tersebut sejalan dengan perkembangan dunia pendidikan yang semakin menekankan pentingnya literasi multimodal, yaitu kemampuan menggabungkan teks, gambar, audio, dan teknologi digital dalam proses belajar sehingga peserta didik lebih aktif membangun pengetahuan.

Pemanfaatan QR Code juga menjadi contoh sederhana penerapan transformasi digital di sekolah dasar yang memperluas akses terhadap sumber belajar tanpa memerlukan perangkat pembelajaran yang mahal.

Guru dan siswa menyambut positif kehadiran Pojok Bahasa Arab Interaktif karena menghadirkan suasana baru yang membuat pojok baca lebih ramai dikunjungi sekaligus meningkatkan antusiasme siswa untuk belajar secara mandiri.

Kontribusi Nyata Mahasiswa untuk Pendidikan

Program ini menunjukkan bahwa inovasi pendidikan tidak selalu memerlukan biaya besar, tetapi dapat dimulai dari kreativitas dalam memanfaatkan fasilitas sekolah yang telah tersedia.

Pengenalan Bahasa Arab sejak usia sekolah dasar juga memberikan manfaat lebih luas karena membantu memperkaya kemampuan bahasa, memperkenalkan khazanah budaya Islam, sekaligus melatih daya ingat, konsentrasi, dan keberanian siswa dalam berkomunikasi.

Berbagai penelitian pendidikan menunjukkan bahwa pembelajaran bahasa asing sejak usia dini mampu meningkatkan fleksibilitas berpikir, kemampuan memecahkan masalah, serta keterampilan komunikasi lintas budaya yang semakin dibutuhkan pada era global.

Melalui Pojok Bahasa Arab Interaktif, mahasiswa KKN Tematik Inovasi Desa Universitas Hasanuddin membuktikan bahwa pengabdian kepada masyarakat tidak hanya menghasilkan program jangka pendek, tetapi juga meninggalkan ruang belajar yang dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan oleh guru dan siswa.

Inovasi sederhana yang memadukan literasi, media visual, buku saku, dan teknologi digital ini diharapkan menjadi inspirasi bagi sekolah-sekolah lain untuk menghadirkan ruang belajar yang lebih kreatif, menyenangkan, dan mampu menumbuhkan budaya membaca serta kecintaan terhadap ilmu pengetahuan sejak dini.(*)