SIDRAP, UNHAS.TV - Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Profesi Kesehatan (KKN PK) Angkatan 69 Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Hasanuddin menggelar program Gerakan Cegah Gigi Berlubang pada Anak Sekolah atau GERCEP di Kelurahan Macorawalie.
Program ini digelar menyusul masih tingginya kasus penyakit gigi dan mulut di wilayah tersebut, selama sepekan dari 20-25 Juli 2026.
Kegiatan menyasar murid kelas III dan IV di empat sekolah, yakni UPT SD Negeri 1 Macorawalie, UPT SD Negeri 4 Macorawalie, UPT SD Negeri 7 Macorawalie, serta Madrasah Ibtidaiyah Muhammadiyah Macorawalie.
Pemilihan murid usia sekolah dasar dilakukan untuk membentuk kebiasaan menjaga kesehatan gigi sejak dini.
Program GERCEP disusun berdasarkan hasil identifikasi kebutuhan masyarakat selama pelaksanaan KKN-PK.
Data dari puskesmas setempat menunjukkan bahwa penyakit gigi, termasuk pulpitis atau peradangan pada jaringan pulpa gigi, masih banyak ditemukan di Kelurahan Macorawalie.
Kondisi itu mendorong mahasiswa melakukan intervensi promotif dan preventif melalui edukasi di sekolah.
Pencegahan dinilai perlu dilakukan sebelum anak mengalami sakit gigi, infeksi, atau gangguan makan yang dapat memengaruhi aktivitas belajar mereka.
Dalam kegiatan tersebut, murid mendapat penjelasan mengenai penyebab gigi berlubang, kebiasaan yang meningkatkan risiko karies, serta langkah menjaga kesehatan gigi dan mulut.
Mahasiswa juga mengingatkan peserta untuk mengurangi konsumsi makanan manis dan membersihkan gigi secara teratur.
Materi disampaikan dengan bahasa sederhana dan metode interaktif agar mudah dipahami oleh anak-anak. Setelah sesi pemaparan, siswa mengikuti demonstrasi menyikat gigi menggunakan model gigi. Mereka kemudian mempraktikkan teknik menyikat gigi yang telah dijelaskan.
Pendekatan praktik digunakan agar peserta tidak hanya mengingat materi, tetapi juga mampu menerapkannya di rumah.
Kegiatan turut dilengkapi dengan sesi tanya jawab, permainan edukatif, dan kuis untuk meningkatkan keterlibatan murid selama proses pembelajaran.
.webp)
SIKAT GIGI - Mahasiswa KKN-PK Angkatan 69 FKG Unhas, Juvitasari, menjalankan program individual dengan mengajarkan teknik menyikat gigi kepada murid kelas III dan IV di empat sekolah Macorawalie melalui program GERCEP secara interaktif, 20-25 Juli 2026. (Dok KKN PK Unhas)
Mahasiswa mengawali kegiatan dengan pre-test dan menutupnya dengan post-test. Kedua tes tersebut digunakan untuk mengukur perubahan tingkat pengetahuan siswa sebelum dan setelah mengikuti edukasi kesehatan gigi.
Selain melakukan edukasi langsung, mahasiswa menyerahkan leaflet kesehatan gigi dan mulut kepada guru di setiap sekolah.
Leaflet tersebut diharapkan dapat digunakan sebagai bahan belajar lanjutan sehingga pesan pencegahan tidak berhenti setelah kegiatan KKN selesai.
Mahasiswa KKN-PK Angkatan 69 FKG Unhas, Juvitasari, mengatakan program itu diharapkan membantu anak membangun kebiasaan merawat gigi secara mandiri.
“Harapannya, anak-anak dapat membiasakan diri menjaga kesehatan gigi sejak dini agar terhindar dari gigi berlubang,” kata Juvitasari.
Melalui GERCEP, mahasiswa berharap murid memahami bahwa gigi berlubang tidak hanya menimbulkan rasa sakit, tetapi juga dapat mengganggu konsentrasi, waktu belajar, dan kualitas hidup. Kebiasaan sederhana seperti menyikat gigi dengan teknik yang benar perlu dilakukan secara konsisten.
Program tersebut menjadi bagian dari kontribusi mahasiswa KKN-PK FKG Unhas dalam mendukung pelayanan kesehatan berbasis pencegahan.
Kolaborasi dengan sekolah diharapkan dapat memperluas edukasi serta membentuk generasi yang lebih sadar terhadap kesehatan gigi dan mulut. (*)
SIKAT GIGI - Mahasiswa KKN-PK Angkatan 69 FKG Unhas, Juvitasari, menjalankan program individual dengan mengajarkan teknik menyikat gigi kepada murid kelas III dan IV di empat sekolah Macorawalie melalui program GERCEP secara interaktif, 20-25 Juli 2026. (Dok KKN PK Unhas)


-300x164.webp)
 PhD-300x177.webp)




