News

Unhas Press Mulai Terbitkan Buku Kedokteran, Dimulai dari Kanker Paru

Buku Kanker Paru dalam Praktik Klinis Sehari-hari karya Dr. dr. Harun Iskandar, SpPD-KPMK, SpP, Subsp.Onk.T.(K), FINASIM, FISR. (Dok Unhas TV)

UNHAS PRESS mulai memperluas lini penerbitannya ke buku-buku kedokteran dan kesehatan. Langkah ini ditandai dengan terbitnya buku Kanker Paru dalam Praktik Klinis Sehari-hari karya Dr. dr. Harun Iskandar, SpPD-KPMK, SpP, Subsp.Onk.T.(K), FINASIM, FISR.

Buku setebal 201 halaman tersebut menjadi bagian dari upaya Unhas Press menghadirkan pengetahuan kedokteran yang tidak berhenti di lingkungan akademik. Pengetahuan yang lahir dari ruang kuliah, laboratorium, penelitian, dan pengalaman klinis diharapkan dapat menjangkau tenaga kesehatan, mahasiswa, pasien, keluarga pasien, hingga masyarakat umum.

Pilihan kanker paru sebagai salah satu tema awal cukup relevan. Dalam bukunya, Harun Iskandar menempatkan kanker paru bukan semata sebagai persoalan yang ditemui dokter di ruang klinik.

Penyakit ini bersinggungan dengan banyak hal dalam kehidupan sehari-hari, mulai dari kebiasaan merokok, paparan asap rokok, polusi udara dan lingkungan kerja, hingga kecenderungan mengabaikan batuk dan sejumlah gejala awal lainnya. 

Buku ini memang dirancang berbeda dari buku teks kedokteran yang biasanya padat istilah teknis. Dalam prakata, Harun menjelaskan bahwa buku tersebut disusun secara ilmiah dan sistematis, tetapi tetap berusaha menggunakan bahasa yang mudah dipahami. Sasaran pembacanya luas, mulai mahasiswa dan tenaga kesehatan hingga pasien, keluarga pasien, dan masyarakat umum. 

Pembahasannya bergerak dari persoalan yang paling dasar menuju perkembangan mutakhir penanganan kanker paru. Pembaca diajak memahami faktor risiko, gejala, diagnosis dan stadium kanker, kemudian masuk ke tema yang lebih spesifik seperti Next Generation Sequencing (NGS), terapi target, imunoterapi, bronkoskopi intervensi, radioterapi, penanganan efek samping terapi, hingga evaluasi respons pengobatan. 

Salah satu kekuatan buku ini adalah upayanya menjembatani dunia kedokteran dengan pengalaman pasien sehari-hari. Harun, misalnya, menggambarkan gejala sebagai sebuah alarm. Alarm tidak selalu berarti ada “kebakaran”, tetapi juga tidak semestinya dimatikan sebelum penyebabnya diketahui.

Batuk darah, penurunan berat badan tanpa sebab, sesak yang semakin berat, ataupun pneumonia yang berulang merupakan kondisi yang perlu mendapat perhatian medis. 

Pendekatan semacam itu membuat buku ini tidak hanya berbicara kepada dokter. Ada usaha menerjemahkan pengetahuan klinis agar pasien dan keluarganya memahami apa yang sedang terjadi, mengapa sebuah pemeriksaan diperlukan, serta mengapa pilihan pengobatan seorang pasien bisa berbeda dengan pasien lainnya.



Buku ini juga membawa pembaca pada perubahan besar yang sedang terjadi dalam dunia onkologi. Kanker paru kini tidak lagi dipandang sebagai penyakit yang seragam. Karakteristik biologis dan molekuler tumor dapat berbeda antara satu pasien dan pasien lainnya. Perkembangan tersebut membuka jalan bagi terapi yang semakin personal dan tepat sasaran. Ditulis Dokter dan Akademisi Unhas

Harun Iskandar memiliki perjalanan panjang dalam bidang pulmonologi dan onkologi toraks. Lahir di Palopo, 13 Juni 1975, ia menyelesaikan pendidikan dokter dan spesialis penyakit dalam di Fakultas Kedokteran Universitas Hasanuddin. Pendidikan spesialis paru kemudian ditempuh di Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga, Surabaya, sedangkan gelar doktor diraihnya di Universitas Hasanuddin pada 2015.

Ia juga menempuh pendidikan subspesialis pulmonologi dan medik kritis melalui Kolegium Ilmu Penyakit Dalam serta subspesialis onkologi toraks melalui Kolegium Pulmonologi Indonesia. Harun memperoleh pengakuan sebagai Fellow of Indonesian Society of Internal Medicine (FINASIM) dan Fellow of Indonesian Society of Respirology (FISR).

Saat ini Harun aktif sebagai staf pengajar Fakultas Kedokteran Universitas Hasanuddin serta berkegiatan dalam pendidikan, penelitian, dan pengembangan ilmu pulmonologi, medik kritis, dan onkologi toraks.

Kanker Paru dalam Praktik Klinis Sehari-hari diterbitkan Unhas Press dalam edisi pertama dengan ISBN 978-979-530-653-5. Buku berukuran 15,5 x 23 sentimeter ini dieditori Dr. dr. Dewi Setiawati, Sp.OG, M.Kes, dengan pemeriksa aksara Wahyu Chandra. 

Bagaimana Menerbitkan Buku di Unhas Press?

Unhas Press merupakan penerbit resmi di lingkungan Universitas Hasanuddin dan telah hadir sejak lama sebagai bagian dari ekosistem akademik universitas. Penerbit ini menjadi salah satu saluran bagi dosen, peneliti, dan akademisi untuk mengubah pengetahuan yang mereka hasilkan menjadi buku yang dapat dibaca lebih luas.

Unhas Press membuka kesempatan bagi dosen, peneliti, praktisi, dokter, mahasiswa, alumni, maupun masyarakat umum yang memiliki naskah untuk diterbitkan. Naskah dapat berupa buku ajar, referensi, monograf, hasil penelitian, buku populer, biografi, maupun karya lainnya.



Calon penulis dapat mengajukan naskah kepada Unhas Press untuk memasuki proses penilaian dan penerbitan. Setelah masuk ke dalam proses, perkembangan naskah dapat dipantau melalui sistem layanan penulis yang dikembangkan Unhas Press.

Unhas Press berkantor di Gedung UPT Unhas Press, Kampus Universitas Hasanuddin Tamalanrea, Jalan Perintis Kemerdekaan KM 10, Makassar. Kontak yang tercantum dalam buku adalah 0819-7223-311, dengan surel unhaspress@gmail.com dan unhaspress@unhas.ac.id. 

Masuknya Unhas Press lebih jauh ke penerbitan buku kedokteran membuka ruang yang cukup besar. Universitas memiliki dokter, profesor, peneliti, dan klinisi dengan pengetahuan serta pengalaman panjang. Tantangannya adalah membawa pengetahuan itu keluar dari ruang kuliah, laboratorium, dan rumah sakit agar dapat dibaca masyarakat.

Buku Kanker Paru dalam Praktik Klinis Sehari-hari karya Harun Iskandar menjadi salah satu langkah ke arah itu: dari kampus, pengetahuan diterbitkan; dari buku, pengetahuan menemukan pembacanya.