MAKASSAR, UNHAS.TV- Dunia memasuki 2026 dengan suasana yang tidak sepenuhnya nyaman. Pertumbuhan global diproyeksikan melambat, sementara perekonomian kian “terbelah”—rantai pasok dipendekkan, blok dagang mengeras, dan proteksionisme naik kelas dari sekadar wacana menjadi kebijakan. Dalam lanskap seperti ini, negara-negara berpendapatan menengah biasanya diuji: apakah mampu menunggangi gelombang, atau justru terseret arus. Di titik itulah Indonesia menarik perhatian.
Dalam proyeksi World Economic Outlook (WEO) IMF edisi Oktober 2025—yang menjadi rujukan utama laporan ini—Indonesia diperkirakan berada di urutan ke-17 ekonomi terbesar dunia pada 2026, dengan produk domestik bruto (PDB) sekitar US$ 1.550,24 miliar (harga berlaku).
Peta Besar: Tiga Raksasa Masih Bertahan di Puncak
IMF memperkirakan Amerika Serikat tetap menjadi ekonomi nomor satu pada 2026, dengan PDB US$ 31,8 triliun. Di belakangnya, Tiongkok bertahan di urutan kedua (US$ 20,6 triliun), dan Jerman tetap di posisi ketiga (US$ 5,3 triliun).
Yang menarik, jarak Amerika Serikat dengan pesaing terdekatnya masih sangat lebar. IMF menautkan daya tahan itu antara lain pada pasar tenaga kerja yang relatif lentur dan konsumsi domestik yang tetap kuat—meski risiko perang dagang dan tekanan harga masih mengintai.
Indonesia: Urutan 17, Tapi Posisinya Strategis
Di daftar 20 besar, Indonesia berada di “bibir panggung”: belum masuk elite 10 besar, tetapi cukup besar untuk menentukan ritme kawasan. Indonesia berada tepat di bawah Turki (16) dan di atas Belanda (18), sementara Arab Saudi (19) mengikuti di belakang. Artinya, sedikit kenaikan saja dapat mengubah persepsi—bukan hanya soal angka, tetapi soal daya tawar dalam perdagangan, investasi, dan posisi dalam rantai pasok global.
Namun, IMF juga mengingatkan adanya risiko penurunan (downside risks) yang nyata: mulai dari potensi koreksi valuasi perusahaan teknologi hingga pelemahan independensi kelembagaan yang bisa mengganggu kualitas pengambilan kebijakan. Di dunia yang makin protektif, faktor institusional dan konsistensi kebijakan menjadi “mata uang” yang sama pentingnya dengan besaran pasar.

Indonesia tampak menonjol di cincin Asia sebagai ekonomi terbesar ke-17 dunia pada 2026, dengan PDB nominal diproyeksikan sekitar US$1,6 triliun—berada tepat di bawah Turki (peringkat 16) dan tak jauh dari Korea Selatan (peringkat 15). Grafik ini juga menunjukkan total ekonomi dunia 2026 sekitar US$124 triliun, dengan pusat gravitasi masih ditarik oleh raksasa-raksasa di Amerika Utara, Asia, dan Eropa.
20 Negara dengan Ekonomi Terbesar Dunia (Proyeksi 2026, PDB harga berlaku – US$ miliar)
Berikut urutan 1–20 sesuai angka yang Anda lampirkan (berbasis proyeksi WEO IMF Oktober 2025):
- Amerika Serikat — 31.821,29
- Tiongkok — 20.650,75
- Jerman — 5.328,18
- India — 4.505,63
- Jepang — 4.463,63
- Britania Raya — 4.225,64
- Prancis — 3.558,56
- Italia — 2.701,54
- Rusia — 2.509,42
- Kanada — 2.420,84
- Brasil — 2.292,69
- Spanyol — 2.041,83
- Meksiko — 2.031,00
- Australia — 1.948,23
- Korea Selatan — 1.936,62
- Turki — 1.576,11
- Indonesia — 1.550,24
- Belanda — 1.413,08
- Arab Saudi — 1.316,25
- Polandia — 1.109,96
Apa Maknanya bagi Indonesia?
Di tengah dunia yang melambat dan lebih protektif, posisi Indonesia di 20 besar memberi tiga pesan penting:
- Skala pasar Indonesia sudah “terlihat” di peta global—cukup besar untuk menarik investasi manufaktur dan layanan, terutama ketika perusahaan global mencari diversifikasi rantai pasok.
- Kompetisi 15–20 besar sangat ketat. Perbedaan angka di rentang ini tidak sejauh jarak di papan atas, sehingga kualitas kebijakan, produktivitas, dan iklim investasi bisa menjadi pembeda yang menentukan.
- Risiko eksternal makin “mahal”. Jika fragmentasi ekonomi dan perang dagang membesar, negara yang mampu menjaga stabilitas institusi, efisiensi logistik, dan kepastian aturan biasanya lebih tahan banting.(*)
Indonesia menempati peringkat ke-17 ekonomi terbesar dunia pada 2026, dengan proyeksi produk domestik bruto sekitar US$1,5 triliun, berada di tengah jajaran 20 negara dengan kekuatan ekonomi terbesar global. Infografik ini menunjukkan dominasi Amerika Serikat di peringkat pertama, disusul Tiongkok dan Jerman, sekaligus menegaskan posisi Indonesia sebagai salah satu kekuatan ekonomi utama di kawasan Asia dan dunia.

-300x169.webp)
-300x200.webp)
-300x171.webp)



