MAKASSAR, UNHAS.TV - Iran mungkin sedang kesulitan menambah serangan rudal balistik ke fasilitas militer AS dan Iran, namun Iran masih punya euntungan besar yang mungkin sama sekali belum diperhitungkan oleh Amerika Serikat dan Israel.
Melalui serangan ke sejumlah kapal yang melintas di Selat Hormuz, perdagangan minyak dunia pasti akan terganggu dan banyak negara di dunia akan mengalami kepanikan.
Selat Hormuz yang kini dikendalikan oleh Iran adalah selat paling sibuk melayani lalu lintas pengapalan minyak mentah dunia. Diperkirakan 20 persen minyak dunia untuk pasar Eropa dan Asia, dikapalkan melalui selat tersebut.
Gangguan di selat itu akan mengguncang banyak negara yang sangat bergantung dengan minyak dari negeri teluk. Jika gangguan ini terus terjadi, pasokan energi dunia akan sangat terganggu. Perekonomian melambat dan situasi politk sejumlah negara akan bertambah rumit.
Penanda kepanikan itu sudah muncul setelah dua satu sumber yang punya informasi intelijen Amerika Serikat, menyebutkan pihak Iran telah menyebar banyak ranjau di selat itu sehingga siapa saja yang berani melintas, pasti akan ikut meledak.
Operasi Perdagangan Maritim Inggris (UKMTO), organisasi yang dijalankan oleh Angkatan Laut Inggris, juga mendapat informasi serupa. Meski tidak yakin seberapa banyak ranjau yang ditebar, namun UKMTO sangat risau dengan informasi itu.
Pada tahun lalu pihak Amerika Serikat mendapatkan data bahwa Iran memiliki 5 ribu hingga 6 ribu kapal penebar ranjau yang terdiri dari berbagai jenis. Beberapa ranjau itu ada di bawah permukaan laut dan bisa meledak jika bersentuhan dengan badan kapal. Sebagian ranjau berada di bagian paling dalam dan akan melesat ke atas permukaan jika kapal mendekat. (*)





-300x190.webp)


