Karir
Kesehatan
Mahasiswa

Jangan Abaikan Gejalanya, Ini Ciri Gangguan Mental Menurut Dosen Psikologi Unhas?

UNHAS CAREER - Elvita Beliana SPsi MSc sekaligus Ketua Pusat Bimbingan dan Konseling Unhas saat hadir sebagai narasumber dalam Hasanuddin Career Program 2026 di Arsjad Rasjid LT, Kampus Unhas, Senin (25/5/2026). (Unhas TV/Zahra Tsabita)

MAKASSAR, UNHAS.TV - Gangguan kesehatan mental dapat dikenali sejak dini melalui perubahan perilaku dan kebiasaan sehari-hari.

Perubahan suasana hati yang drastis, gangguan pola tidur, perubahan nafsu makan, hingga kesulitan menjalankan aktivitas harian menjadi tanda yang perlu diwaspadai.

Hal itu disampaikan Ketua Pusat Bimbingan dan Konseling Universitas Hasanuddin (Unhas), Elvita Beliana SPsi MSc dalam kegiatan Unhas Career Program 2026 di Arsjad Rasjid Lecture Theater, Kampus Unhas Tamalanrea, Senin (25/5/2026).

Elvita, yang juga dosen Psikologi Fakultas Kedokteran Unhas ini, mengatakan gejala gangguan mental tidak selalu muncul secara tiba-tiba. Tanda awalnya sering tampak dari perubahan seseorang dibandingkan kondisi normalnya atau baseline.

“Yang bisa dilihat dari gangguan kesehatan mental itu adalah perubahan dari baseline,” kata Elvita di hadapan mahasiswa dan alumni fesh graduate.

Menurut dia, perubahan tersebut dapat terlihat ketika seseorang mulai menarik diri dari lingkungan sosial, kesulitan menjalankan fungsi sehari-hari, atau tidak mampu menyelesaikan tugas yang sebelumnya dapat dilakukan.

Pada mahasiswa, gejala itu bisa muncul dalam bentuk kesulitan mengerjakan tugas kuliah, menurunnya konsentrasi, atau terganggunya kemampuan berpikir dan daya ingat.

Elvita juga menyebut adanya kondisi ketika seseorang mulai terputus dari realitas, seperti membayangkan hal-hal yang bagi orang lain dinilai tidak masuk akal.

Selain perubahan pada fungsi sosial dan kognitif, tanda gangguan kesehatan mental juga dapat terlihat dari pola dasar kehidupan sehari-hari.

Pola tidur, pola makan, dan kebersihan diri menjadi aspek yang perlu diperhatikan. Seseorang bisa mengalami penurunan nafsu makan atau justru makan berlebihan. Ia juga bisa sulit tidur atau sebaliknya tidur terlalu lama.

Perubahan lain yang kerap luput diperhatikan adalah menurunnya perhatian terhadap kebersihan diri. Menurut Elvita, kondisi seperti ini dapat menjadi sinyal bahwa seseorang sedang mengalami tekanan psikologis yang mengganggu fungsi hariannya.

Perubahan Mood Ekstrem sebagai Tanda

Elvita mengatakan perubahan suasana hati atau mood yang ekstrem juga menjadi indikator penting terjadinya gangguan kesehatan mental.

Gejala ini ditandai dengan emosi yang sangat fluktuatif, misalnya seseorang tampak sangat gembira pada satu waktu, lalu tiba-tiba menjadi sangat sedih. Perubahan itu perlu diwaspadai apabila terjadi secara ekstrem dan mengganggu kehidupan sehari-hari.

Namun, kata dia, tanda paling serius adalah munculnya pikiran untuk mengakhiri hidup. Dalam kondisi seperti itu, bantuan harus segera dicari. “Yang paling penting, yang kita harus aware sama-sama, itu adalah pikiran untuk mengakhiri hidup. Kalau yang seperti ini, segera cari bantuan,” ujar Elvita.

Ia menjelaskan, bantuan tidak selalu harus langsung berupa layanan profesional. Orang yang mengalami tekanan psikologis dapat lebih dulu mencari dukungan emosional dari keluarga, teman, atau orang terdekat. Namun, bila kondisi semakin berat atau sulit dikendalikan, bantuan profesional perlu segera diakses.

Elvita juga mengingatkan bahwa gangguan seperti tidak nafsu makan atau sulit tidur selama satu hingga dua hari memang bisa terjadi sebagai respons tubuh terhadap situasi tertentu.

Meski demikian, kondisi itu tetap perlu diperhatikan. Bila berlangsung terus-menerus dan mulai mengganggu aktivitas, gejala tersebut tidak boleh diabaikan.

Dalam kesempatan yang sama, Elvita memberikan panduan bagi orang yang melihat teman atau orang di sekitarnya mengalami gejala serupa.

Langkah pertama adalah menunjukkan perhatian secara langsung. Menanyakan kondisi seseorang, menurut dia, dapat menjadi bentuk dukungan awal yang berarti.

Setelah itu, orang terdekat dapat menawarkan bantuan sesuai kemampuan, baik dengan mendengarkan, menemani, maupun memberi informasi mengenai akses layanan profesional.

Elvita menilai perhatian sederhana dari lingkungan sekitar dapat memberi dampak besar bagi seseorang yang sedang mengalami tekanan psikologis.

Dukungan semacam itu penting karena membuat orang yang sedang menghadapi masalah merasa tidak sendirian. Dengan mengenali tanda sejak dini dan membuka akses bantuan, gangguan kesehatan mental dapat ditangani lebih cepat sebelum berkembang menjadi kondisi yang lebih serius.

(Zahra Tsabitha Sucheng / Unhas TV)