News

Jasa Raharja Imbau Pemudik di Sulawesi Selatan Patuhi Aturan Lalu Lintas

MAKASSAR, UNHAS.TV - Menjelang Hari Raya Idul Fitri 2025, lonjakan arus kendaraan mulai terlihat di sejumlah ruas jalan utama di Sulawesi Selatan.

Tradisi mudik yang menjadi bagian dari budaya masyarakat Indonesia mendorong banyak orang untuk melakukan perjalanan jauh demi berkumpul bersama keluarga. Namun, di balik euforia mudik, keselamatan tetap harus menjadi prioritas utama.

Untuk memastikan perjalanan yang aman dan lancar, Jasa Raharja Sulawesi Selatan mengimbau para pemudik untuk selalu mematuhi aturan lalu lintas serta mengutamakan keselamatan di jalan.

Kepala Bagian Operasional Jasa Raharja Cabang Sulawesi Selatan, Noviar Andhika Panji Wiratama, S.Sos., M.I.Kom., CPS, mengingatkan bahwa kecelakaan lalu lintas masih menjadi ancaman serius bagi para pemudik setiap tahunnya.



Kabag Ops jasa raharja Cabang Sulawesi Selatan Noviar Andhika Panji Wiratama SSos MIKom CPS. (dok unhas.tv)


"Dari Jasa Raharja dalam pengemban Undang-Undang No. 33 dan 34, di masa mudik ini kami mengimbau kepada seluruh pengguna jalan untuk senantiasa berhati-hati. Patuhi peraturan lalu lintas, karena keluarga kita menunggu di rumah," ujar Noviar kepada Unhas.TV, Kamis, 20 Maret 2025.

Selain imbauan terkait kewaspadaan di jalan, Jasa Raharja juga menegaskan pentingnya memastikan kondisi kendaraan dalam keadaan prima sebelum melakukan perjalanan jauh.

Pemeriksaan kendaraan meliputi rem, ban, lampu, serta mesin untuk menghindari risiko kecelakaan akibat kelalaian teknis. Selain itu, kesiapan fisik pengemudi juga menjadi faktor penting. Keletihan dan kurangnya istirahat dapat meningkatkan risiko kecelakaan di jalan raya.

Dari perspektif ilmiah, studi dalam bidang transportasi menunjukkan bahwa kepadatan lalu lintas yang meningkat secara signifikan dapat meningkatkan probabilitas kecelakaan hingga 30%.

Faktor seperti kecepatan tinggi, ketidaktertiban pengendara, dan minimnya kesadaran terhadap keselamatan menjadi penyebab utama kecelakaan selama musim mudik.

Selain itu, menurut penelitian dalam bidang psikologi transportasi, pemudik yang mengalami kelelahan memiliki refleks yang lebih lambat hingga 50% dibandingkan kondisi normal.

Oleh karena itu, penting bagi pengemudi untuk beristirahat setiap dua jam perjalanan guna menjaga konsentrasi dan daya tanggap saat berkendara.

Noviar berharap para pemudik dapat lebih waspada dan mengutamakan keselamatan selama perjalanan. Pihaknya juga terus berkoordinasi dengan instansi terkait untuk memastikan arus mudik berjalan dengan aman dan lancar.

Selain imbauan kepada pemudik, Jasa Raharja juga berpartisipasi dalam program posko mudik yang bekerja sama dengan kepolisian dan dinas perhubungan guna memberikan pelayanan terbaik bagi para pemudik.

"Dengan meningkatnya kesadaran dan kepatuhan terhadap aturan lalu lintas, diharapkan angka kecelakaan saat mudik dapat diminimalisir," harap Noviar.

Pemerintah, masyarakat, serta berbagai lembaga terkait harus bekerja sama dalam menciptakan arus mudik yang lebih aman dan nyaman bagi semua pengguna jalan. (*)

(Andrea Ririn Karina/ Iffa Aisyah Rahman/ Unhastv)