Travel

Jejak Heroik Orang Makassar di Thailand

Kuil Wat Chalong (foto: Yusran Darmawan)

Masih dalam catatan Corbin, pada tanggal 23 September 1686, Raja Siam memerintahkan serangan besar ke perkampungan orang Makassar. Mereka hendak membumihanguskan kampung dan membunuh mereka.

Warga Makassar menghadapinya dengan semangat siri, keyakinan untuk membela kehormatan sampai titik darah penghabisan. Pasukan Makassar akhirnya takluk. Daeng Mangalle sendiri terluka lalu tewas akibat lima tusukan tombak, setelah membunuh seorang menteri kerajaan, serta beberapa orang Inggris.

Penduduk Siam sangat mengagumi keberanian orang Makassar yang menghadapi ribuan tentara. Dengan hanya 250 orang, orang Makassar telah menewaskan tentara sebanyak 1000 orang Siam dan 17 warga asing.

Orang-orang Siam mencatat peristiwa itu sebagai peristiwa heroik yang pernah mereka saksikan. Daeng Mangalle dikenang sebagai orang hebat yang bertarung untuk membela kehormatan. Warga Siam lalu mengabadikan Makassar sebagai nama salah satu distrik di Bangkok, kawasan yang dahulu bernama Krung Thep.

Antropolog Perancis Christian Pelras dalam majalah Archipel pada tahun 1997, menuturkan kisah lain seusai pembantaian orang Makassar. Katanya, dua bangsawan muda Makassar yang tersisa di Siam lalu dibawa ke Perancis pada masa pemerintahan Louis XIV. 

Dua orang itu lalu menjadi anggota legiun pasukan Perancis. Mereka menjadi prajurit hebat. Seorang diantaranya menjadi pasukan angkatan laut Perancis yang diberi gelar Louis Dauphin Makassar. Ketika tewas, Raja Louis XIV memerintahkan agar ia dimakamkan di tempat terhormat dalam Gereja Saint-Louis de Brest, barat laut Prancis.

Usai membaca kisah sejarah itu, saya kembali bertemu Mr Ming, tour guide di Phuket. Ia masih saja mengagumi peristiwa masa silam itu. Hanya saja, saat itu aku lebih banyak diam. Saya baru saja membaca berita tentang tawuran di salah satu kampus.

Ah, setiap zaman memang punya dinamika masing-masing. Dahulu Daeng Mangalle bertarung untuk sesuatu yang prinsipil yakni kebebasan. Kini, anak-anak muda Makassar berkelahi demi gelar jagoan serta rasa bangga karena sukses membakar kampus sendiri.(*)


Catatan: Tulisan pernah dimuat di blog pribadi www.timur-angin.com. Dimuat ulang di Unhas TV dengan sejumlah perbaikan.