BANJARMASIN, UNHAS.TV - Penyelenggaraan Seleksi Penerimaan Mahasiswa Baru (SPMB) dijadwalkan berlangsung pada Mei hingga Juni 2026.
Menyikapi hal tersebut, Komisi X Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI), menekankan pentingnya kesiapan seluruh pihak dalam menghadapi proses seleksi tersebut.
Hal ini disampaikan oleh Ketua Komisi X DPR RI, Hetifah Sjaifuddin, saat memimpin kunjungan kerja ke Politeknik Negeri Banjarmasin, Kalimantan Selatan, pada Jumat (10/4/2026).
Dalam kunjungan tersebut, Komisi X DPR RI berdialog dengan berbagai pemangku kepentingan di bidang pendidikan tinggi, mulai dari pimpinan universitas, politeknik, hingga perguruan tinggi keagamaan.
Pertemuan itu juga dihadiri oleh perwakilan Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi Wilayah XI serta unsur pemerintah daerah.
Hetifah menjelaskan bahwa saat ini perguruan tinggi berada pada tahap krusial dalam proses penerimaan mahasiswa baru, khususnya menjelang pelaksanaan Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT) yang menggunakan skema Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) sebagai bagian dari seleksi nasional.
“Dalam waktu dekat akan dilaksanakan SNBT, sehingga akan ada berbagai tahapan kegiatan dalam proses seleksi mahasiswa baru ini. Kami juga menerima banyak masukan yang sangat berharga,” ujarnya Hetifah dikutip dari website DPR RI.
Menurut politisi fraksi Golkar itu, kesiapan baik dari sisi teknis maupun non-teknis menjadi aspek krusial untuk memastikan kelancaran pelaksanaan SPMB. Hal ini mencakup kesiapan sistem seleksi, koordinasi antar lembaga, hingga kesiapan institusi pendidikan dalam menerima mahasiswa baru.
Selain itu, Komisi X DPR RI juga menekankan pentingnya penerapan prinsip transparansi dan akuntabilitas di seluruh tahapan seleksi. Langkah ini dinilai penting untuk meningkatkan kepercayaan publik terhadap sistem penerimaan mahasiswa baru.
Dalam pembahasan tersebut, Hetifah turut menyoroti salah satu isu utama yang disampaikan para pemangku kepentingan, yakni perlunya kejelasan timeline dalam proses SPMB, terutama pada jalur mandiri.
“Kita berharap ada timeline yang lebih jelas di dalam proses penerimaan ini, khususnya di jalur-jalur mandiri, supaya perguruan tinggi swasta bisa mempersiapkan diri lebih baik dan mendapatkan kesempatan yang lebih adil,” jelas Politisi Fraksi Partai Golkar ini.
Ia berharap adanya jadwal yang lebih terstruktur dan pasti dalam proses penerimaan tersebut, sehingga perguruan tinggi swasta dapat melakukan persiapan secara optimal serta memperoleh kesempatan yang lebih adil.
Jumlah Lulusan Selalu Meningkat
Pada pelaksanaan UTBK SNBT 2025, jumlah peserta yang mendaftar tercatat sebanyak 860.976 orang. Dari total tersebut, 829.790 peserta atau sekitar 96,3 persen hadir dan mengikuti ujian.
Artinya, terdapat kurang lebih 31 ribu peserta yang tidak mengikuti ujian meskipun telah terdaftar dalam seleksi tersebut.
Sementara itu, daya tampung SNBT tahun 2025 mencapai 284.380 kursi, meningkat dibandingkan kuota awal yang ditetapkan sebesar 259.564. Panitia Seleksi Nasional Penerimaan Mahasiswa Baru (SNPMB) mencatat sebanyak 253.421 peserta dinyatakan lulus UTBK SNBT 2025.
Jumlah kelulusan tersebut mengalami kenaikan sebesar 9,6 persen dibandingkan tahun 2024. Namun demikian, tingkat penerimaan secara keseluruhan masih berada di angka 29,43 persen dari total pendaftar.
(Achmad Ghiffary M / Unhas TV)
MONEV - Kemdiktisaintek dan Komisi X DPR RI melakukan pengawasan dan evaluasi terhadap kebijakan pemerintah di bidang pendidikan tinggi di Universitas Negeri Makassar (UNM) pada Masa Persidangan IV Tahun Sidang 2025–2026, di Gedung Phinisi UNM, Sulawesi Selatan, Jumat (10/4/2026). (Dok Kemdiktisaintek)
-300x200.webp)
 FINASIM-300x169.webp)






