MAKASSAR, UNHAS.TV - Ratusan mitra GoJek yang mengikuti pelatihan pelayanan prima dan media sosial di Studio Unhas TV, Kampus Tamalanrea, Makassar, Rabu (12/3/2025), tidak hanya belajar mengenai pelayan prima tetapi juga mengenai penanganan Bantuan Hidup Dasar (BHD) dari Dokter Gabriel Musalim.
Dokter yang bertugas di Rumah Sakit Primaya Hertasning, Makassar, ini menekankan BHD adalah keterampilan yang harus dapat dikuasai siapa saja termasuk oleh para mitra GoJek. Ini karena mereka akan sering bertemu dengan orang dan selalu berhadapan dengan potensi kecelakaan.
Bantuan Hidup Dasar yang dipelajari dari pelatihan tersebut yakni penanganan saat menemukan orang yang mengalami henti jantung (cardiac arrest) dan serangan jantung (heart attack).
"Jika menemukan kasus ini, maka langsung periksa denyut jantungnya dengan cara menempelkan tiga jari tangan di sisi leher dekat jakung dan atau di pergelangan tangan," kata dokter Gabriel.
Jika ditemukan detak jantung yang sangat lemah atau terindikasi berhenti, maka langkah yang dilakukan yakni CPR (Cardiopulmonary Resuscitation) atau Resusitasi Jantung Paru (RJP).
Ini adalah prosedur darurat yang bertujuan untuk mempertahankan aliran darah dan oksigen ke organ vital, seperti otak dan jantung, ketika seseorang mengalami henti jantung atau napas
"Jangan tepuk-tepuk kakinya, tepuk-tepuk pundaknya, atau kasih minyak gosok. Ini biasa terjadi padahal ini keliru," ujarnya.
Pada kasus pingsan fungsi sehingga orang tidak sadarkan diri, langkah yang harus dilakukan yakni membaringkan di tempat yang tersedia udara segar. Kepala dimiringkan kalau mau muntah.
Keluarkan isi mulut agar korban tidak tersedak, pakaian sempit dilonggarkan, jangan tinggalkan sendiri, dan tinggikan kaki dengan cara diganjal agar aliran darah lebih banyak mengarah ke jantung.
Dokter Gabriel juga memberi pengetahuan mengenai penanganan luka bakar. Dokter Gabriel meminta mitra untuk merendam bagian tubuh yang terbakar dengan air es/air dingin. Bagian yang melepuh jangan dikelupas, biarkan saja sampai sembuh sendiri.
"Ada pula saya lihat, pakai odol. Ini tidak tepat, meskipun odol memiliki sifat mendinginkan tetapi odol bisa menimbulkan infeksi. Lebih baik diganti dengan air dingin yang mengalir supaya kotoran di sekitar luka bisa terlepas," ujarnya.(*)