Ekonomi
News

Jusuf Kalla dan Akademisi Unhas Sumbang Gagasan dalam Buku yang Dipersiapkan IKAIE

undefined

MAKASSAR, UNHAS.TV — Ikatan Keluarga Alumni Ilmu Ekonomi (IKAIE) terus mematangkan penerbitan buku Jalan Baru Ekonomi Indonesia yang rencananya akan diluncurkan pada acara halalbihalal IKAIE, Maret 2026. 

Buku ini disusun dari rangkaian sarasehan publik bertema Jalan Baru Ekonomi Indonesia yang digelar di Arsjad Rasjid Lecture Theater pada Desember 2025 lalu.


Sekretaris Jenderal Ikatan Keluarga Alumni Ekonomi (IKAIE) Unhas, Laode Muhammad Said Lutsfi, mengatakan para penulis buku merupakan narasumber yang terlibat langsung dalam diskusi tersebut. 

“Buku ini tidak hanya akan beredar di Makassar. Kami berencana akan mendistribusi buku ke semua jaringan toko buku Gramedia se-Indonesia agar bisa dibaca publik dan ekonom tanah air,” kata Laode di Makassar, Rabu (7/1/2026).

Sejumlah akademisi dan pemikir ekonomi yang terlibat antara lain Taslim Arifin, Madjid Sallatu, Hamid Paddu, Marsuki DEA, Anas Iswanto, Wassiaturrahma, Mursalim Nohong, serta Sukri Tamma.


Sarasehan IKAIE dan FEB Unhas, Desember 2025 lalu

Mereka membahas berbagai isu strategis, mulai dari arah pertumbuhan ekonomi, keadilan sosial, transformasi struktural, hingga tantangan ekonomi Indonesia dalam lanskap global yang terus berubah.

Selain para akademisi, buku yang akan diterbitkan Unhas Press dan bakal beredar di jaringan toko buku Gramedia se-Indonesia ini juga memuat artikel kontribusi dari mantan Wakil Presiden Republik Indonesia, Jusuf Kalla.

Dalam tulisannya, Jusuf Kalla mengulas perkembangan ekonomi terkini, posisi Indonesia di tengah dinamika geopolitik dunia, serta berbagai tantangan yang dihadapi perekonomian nasional ke depan.

Laode menambahkan, kehadiran tulisan dari Jusuf Kalla memperkaya perspektif buku karena menghadirkan sudut pandang praktisi kebijakan yang berpengalaman langsung dalam pengelolaan ekonomi nasional.

“Buku ini menjadi ruang pertemuan antara refleksi akademik dan pengalaman kebijakan. Kami ingin menyediakan panggung dialog untuk menghadirkan ide-ide untuk bangsa,” ujarnya.

IKAIE berharap Jalan Baru Ekonomi Indonesia dapat menjadi referensi penting bagi pembuat kebijakan, kalangan akademisi, dan masyarakat luas dalam membaca ulang arah pembangunan ekonomi Indonesia yang lebih adil, inklusif, dan berkelanjutan.

Ditemui terpisah, Ketua Umum IKAIE Eka Sastra menjelaskan makna “Jalan Baru”. Menurutnya,  Gagasan tentang jalan baru pembangunan ekonomi Indonesia berangkat dari kegelisahan intelektual terhadap paradigma lama yang telah lama mendominasi kebijakan publik nasional. 

“Paradigma ini berakar pada pandangan negara-sentris dan perencanaan terpusat, yang mengasumsikan bahwa kebenaran kebijakan pada skala nasional dapat diturunkan secara linear dan seragam hingga ke tingkat daerah,” katanya.

Dia melihat daerah diposisikan terutama sebagai pelaksana kebijakan, bukan sebagai ruang produksi pengetahuan, inovasi, dan strategi pembangunan yang otonom.

“Untuk itulah kami ingin mengambil perspektif dari timur, dari tanah yang terjarah,”katanya.