
Jamal Musiala tak ketinggalan dalam mencetak gol ke gawang Curacao, Senin (15/6/2026). (Screenshot The Sun)
Jerman tidak panik. Sebelum jeda turun minum, mereka kembali mengambil kendali. Nico Schlotterbeck sempat memaksa Room melakukan penyelamatan. Sane dan Aleksandar Pavlovic juga mendapat ruang tembak, tetapi pertahanan Curacao masih mampu memblok bola.
Tekanan itu akhirnya berbuah pada menit ke-38. Schlotterbeck bergerak tanpa kawalan saat menyambut sepak pojok Nathaniel Brown. Sundulannya meluncur masuk dan mengembalikan keunggulan Jerman.
Menjelang turun minum, Curacao kembali terpukul. Riechedly Bazoer menjatuhkan Nmecha di kotak penalti pada masa tambahan waktu. Wasit menunjuk titik putih. Havertz maju sebagai eksekutor dan menjalankan tugasnya dengan tenang. Jerman menutup babak pertama dengan keunggulan 3-1.
Babak kedua baru berjalan satu menit ketika Jerman menambah gol. Musiala menyambar umpan Joshua Kimmich dengan tembakan pertama yang membuat skor menjadi 4-1.
Gol cepat itu praktis menghentikan harapan Curacao untuk bangkit. Setelah itu, pertandingan lebih banyak berjalan satu arah. Jerman menguasai bola, mengatur tempo, dan terus mencari celah di lini belakang Curacao.
Room beberapa kali mencegah skor bertambah lebih cepat. Ia menggagalkan peluang Nmecha. Leandro Bacuna juga sempat memblok tembakan Wirtz. Dominasi Jerman begitu besar sampai Neuer berani keluar jauh hingga mendekati garis tengah untuk menyundul bola.
Pada titik itu, laga sudah tidak lagi berjalan sebagai kontes seimbang. Penonton mulai membuat gelombang Meksiko di tribun. Harapan Curacao berubah dari mengejar skor menjadi membatasi kerusakan.
Curacao masih sempat mendapat peluang lewat sundulan bebas Leandro Bacuna, tetapi bola melayang di atas mistar. Setelah itu, Jerman kembali menghukum mereka.
Sane seharusnya bisa mencetak gol kelima, tetapi peluangnya belum berbuah hasil. Gol kelima akhirnya datang dari Nathaniel Brown. Ia menyambar flick Deniz Undav dengan sepakan voli yang menaklukkan Room.
Nagelsmann kemudian memanfaatkan bangku cadangan. Beberapa pemain inti ditarik untuk disimpan menghadapi ujian yang lebih berat. Curacao mencoba memberi respons lewat Jearl Margaritha, tetapi tembakannya melebar.
Jerman tetap efektif. Undav, yang masuk dari bangku cadangan, mencetak gol keenam setelah menerima umpan silang Kimmich. Kontribusinya belum berhenti. Ia kemudian memberi assist kedua kepada Havertz pada menit-menit akhir.
Havertz menutup pesta gol Jerman dengan penyelesaian berkelas. Pemain Arsenal itu berlari menyambut umpan Undav, lalu menaklukkan Room untuk kedua kalinya.
Skor 7-1 menjadi hasil akhir. Bagi Jerman, kemenangan ini memberi awal kuat sekaligus modal selisih gol. Bagi Havertz, dua gol tersebut menegaskan perannya sebagai salah satu tumpuan lini depan Nagelsmann.
Bagi Curacao, kekalahan telak ini memperlihatkan jurang kualitas yang masih lebar. Banyak pemain mereka memang berkarier di Eropa dan memiliki latar sepak bola Belanda.
Namun, melawan Jerman, intensitas, kedalaman skuad, dan ketajaman lawan terlalu berat untuk diimbangi selama 90 menit. Laga berikutnya melawan Pantai Gading dan Ekuador diperkirakan tetap menjadi ujian berat.
Meski begitu, Curacao tidak pulang dari Houston hanya membawa luka. Gol Comenencia memastikan debut mereka tidak sepenuhnya kelam.
Untuk beberapa menit pada babak pertama, negara kecil itu membuat Jerman terdiam. Di panggung sebesar Piala Dunia, momen semacam itu tetap memiliki tempat dalam sejarah. (*)








