MANCHESTER, UNHAS.TV - Klub Manchester United kembali menelan pil pahit, bukan hanya di lapangan, tetapi juga di neraca keuangan.
Pemecatan Ruben Amorim sebagai pelatih kepala klub berjuluk Setan Merah itu diperkirakan menelan biaya hampir £30 juta atau setara sekitar Rp585 miliar (kurs asumsi Rp19.500 per pound sterling), meski masa kerjanya hanya berlangsung sekitar 14 bulan.
Amorim resmi diberhentikan dari jabatannya setelah dipanggil ke markas latihan Carrington, Senin (5/1/2026) waktu setempat.
Keputusan ini diambil menyusul memburuknya hubungan sang pelatih asal Portugal dengan jajaran petinggi klub, yang memuncak setelah pernyataannya dalam konferensi pers akhir pekan lalu—dianggap sebagai ultimatum terselubung: “dukung saya atau pecat saya”.
Tak lama setelah pemecatan diumumkan, Amorim justru terlihat santai. Ia dan istrinya, Maria Joao Diogo, tampak berjalan santai di sekitar rumah sewaan mereka di Cheshire.
Seorang saksi mata menyebut Amorim tampak “sangat bahagia”, meski klub yang memecatnya tengah bergulat dengan krisis keuangan dan kemarahan suporter akibat pemangkasan anggaran.
Secara finansial, Amorim memang keluar sebagai pihak yang “menang”. Sejak ditunjuk pada November 2024 dengan kontrak tiga tahun, ia telah menerima gaji sekitar £7,5 juta atau Rp146 miliar.
Selain itu, United wajib membayar kompensasi sekitar £12 juta atau Rp234 miliar untuk sisa kontraknya. Total, Amorim diperkirakan mengantongi hampir £20 juta atau sekitar Rp390 miliar hanya dari 14 bulan bekerja.
Biaya itu belum termasuk uang tebusan yang dikeluarkan United kepada Sporting Lisbon saat merekrut Amorim.
Klub menyetujui pembayaran klausul pelepasan sebesar £9,25 juta atau sekitar Rp180 miliar, yang disetujui oleh pemegang saham minoritas Manchester United, Sir Jim Ratcliffe. Jika ditotal, masa jabatan Amorim mendekati angka £30 juta atau Rp585 miliar.
Manchester United juga masih harus menanggung sisa kontrak enam staf kepelatihan yang dibawa Amorim. Seorang sumber internal klub mengatakan, “Sir Jim pasti meringis saat menandatangani cek-cek itu.”
Kebijakan Penghematan Ekstrem
Pemecatan Amorim terjadi di tengah kebijakan penghematan ekstrem yang digulirkan Ratcliffe. Ia sebelumnya menyatakan klub berisiko bangkrut jika tidak melakukan pemangkasan biaya.
Ratusan pegawai diberhentikan, fasilitas makan siang gratis dipangkas, hingga penghentian voucher hadiah untuk steward terbaik. Kebijakan ini memicu kemarahan staf dan suporter.
Ironisnya, laporan keuangan klub pada Desember lalu menunjukkan perbaikan. United mencatat laba operasional £13,3 juta atau sekitar Rp259 miliar pada kuartal pertama tahun fiskal, berbanding terbalik dengan kerugian £6,9 juta pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Pemecatan ini juga menimbulkan tanda tanya karena hanya tiga bulan sebelumnya Ratcliffe menyatakan dukungan penuh kepada Amorim.
Pada Oktober, ia menegaskan tidak ingin menjalankan klub dengan keputusan reaktif. Namun ketegangan internal, termasuk konflik Amorim dengan direktur sepak bola Jason Wilcox terkait sistem taktik, disebut membuat hubungan keduanya tak lagi bisa diperbaiki.
Manchester United mengumumkan pemecatan Amorim melalui pernyataan resmi, menyebut keputusan itu diambil demi peluang finis terbaik di Liga Inggris.
Amorim tercatat membawa United ke final Liga Europa di Bilbao pada Mei lalu dan meninggalkan klub di posisi keenam klasemen.
Untuk sementara, tim akan ditangani Darren Fletcher, pelatih tim U-18 dan mantan pemain United. Ia menjadi manajer ke-11 klub sejak Sir Alex Ferguson pensiun pada 2013.
Di kalangan pemain, reaksi beragam. Harry Maguire menyampaikan ucapan terima kasih, sementara Alejandro Garnacho—yang sempat berselisih dengan Amorim—hanya menyukai unggahan tentang pemecatan sang pelatih.
Bagi sebagian suporter, Amorim adalah satu-satunya pemenang dalam drama ini. “Dia pulang ke Portugal dengan kantong penuh,” kata seorang fans.
Sejarah pun kembali berulang: sebelumnya, pemecatan Erik ten Hag juga menelan kompensasi besar, mempertegas betapa mahalnya harga ketidakstabilan di Old Trafford. (*)
Pemecatan Ruben Amorim sebagai pelatih menguras kantong manajemen MU hingga Rp600 miliar. (the sun)








