LONDON, UNHAS.TV - Arsenal harus puas berbagi angka setelah ditahan imbang tanpa gol oleh Liverpool dalam laga Liga Primer Inggris di Stadion Emirates, Kamis (8/1/2026) malam waktu setempat.
Hasil 0-0 ini membuat The Gunners gagal memaksimalkan status sebagai tuan rumah untuk menjauh lebih jauh dari sang juara bertahan.
Meski demikian, tambahan satu poin tetap menjaga pasukan Mikel Arteta unggul enam poin di puncak klasemen menjelang jeda Piala FA. Di laga lainnya, Manchester City juga ditahan imbang 1-1 oleh Brighton and Hove Albion.
Di atas kertas, ini adalah peluang yang terlewat bagi Arsenal. Namun, lebih dari itu, hasil imbang ini juga mencerminkan kematangan sebuah tim yang belajar meraih gelar melalui akumulasi poin, bukan sekadar kemenangan spektakuler.
Andai pada periode Natal lalu seseorang menawarkan keunggulan enam poin di puncak klasemen pada tahap musim ini, Arteta dan para pendukung Arsenal nyaris pasti akan menerimanya tanpa banyak tawar-menawar.
Kekecewaan memang terasa di sebagian tribun Emirates, terutama karena Arsenal gagal mendominasi Liverpool yang datang dengan skuad pincang. Namun, hanya pendukung paling perfeksionis yang benar-benar punya alasan untuk mengeluh.
Musim panjang menuntut konsistensi, dan terkadang hasil terbaik adalah mampu lolos dari performa di bawah standar tanpa menelan kekalahan.
Pertandingan berjalan minim momen berkualitas. Peluang bersih nyaris bisa dihitung dengan satu tangan.
Kesempatan terbaik justru datang dari kubu tamu pada babak pertama ketika sepakan Conor Bradley membentur mistar gawang Arsenal. Selain itu, laga lebih banyak diwarnai duel-duel taktis ketimbang ancaman nyata ke gawang.
Bagi Arsenal, hasil ini sekaligus menandai kebuntuan pertama mereka sejak kalah di Anfield pada September 2025 lalu.

Statistik laga bigmatch Arsenal vs Liverpool. (the sun)
Situasi tersebut kembali menyorot lini depan, khususnya Viktor Gyökeres. Penyerang asal Swedia itu tampil tumpul dan digantikan setelah 64 menit—keputusan yang dinilai banyak pihak sudah terlalu lama ditunda.
Statistiknya mencolok: hanya delapan sentuhan sepanjang laga, dan tidak satu pun dalam rentang lebih dari setengah jam pada babak pertama.
Keterbatasan Gyökeres kian menegaskan kebutuhan Arteta untuk melakukan perubahan di lini serang.
Gabriel Jesus atau Kai Havertz—yang sejauh ini menjadi pencetak gol paling produktif di antara opsi penyerang—mulai disebut sebagai alternatif yang lebih menjanjikan.
Dengan penyerang yang lebih klinis, Arsenal diyakini bisa memaksimalkan dominasi Bukayo Saka di sisi kanan, yang berkali-kali merepotkan Milos Kerkez.
Secara keseluruhan, ini termasuk salah satu penampilan terburuk Arsenal musim ini. Alisson Becker relatif jarang diuji secara serius.
Meski demikian, alasan untuk cemas nyaris tak ada. Keunggulan enam poin merupakan bantalan signifikan, meski para suporter sempat berharap malam itu akan berakhir dengan selisih delapan poin di puncak klasemen.
Emirates Jadi Penuh Harapan
>> Baca Selanjutnya
Pemain Arsenal Declan Rice terlibat perseteruan dengan bek Liverpool Virgil van Dijk dalam laga lanjutan Liga Inggris di Stadion Emirates, Kamis (8/1/2026) malam. (screenshot the sun)








