Sport

Kamada Selamatkan Jepang, Belanda Ditahan 2-2 dalam Laga Sengit di Dallas



GOL SUNDULAN - Virgil van Dijk merayakan gol sundulan di babak kedua yang sempat membawa Belanda unggul 2-1 atas Jepang, Senin (15/6/2026). (Screenshot The Sun)


Momen itu datang pada awal babak kedua. Van Dijk membawa Belanda unggul lewat sundulan keras yang mengenai tiang sebelum masuk ke gawang.

Gol itu lahir dari umpan Ryan Gravenberch. Kombinasi dua pemain yang lekat dengan Liverpool tersebut membuat pendukung Belanda bersorak keras. Bagi Jepang, gol itu menjadi pukulan berat karena datang ketika mereka baru mencoba membangun kembali tempo permainan.

Namun Jepang tidak tenggelam. Mereka merespons dengan cepat melalui Nakamura. Pemain Reims itu kembali menunjukkan kualitasnya sebagai salah satu ancaman utama Jepang.

Dari sisi kiri, ia memotong ke kaki kanan, lalu melepaskan tembakan rendah yang menaklukkan kiper Belanda, Bart Verbruggen. Skor berubah 1-1 dan pertandingan kembali hidup.

Setelah gol itu, permainan menjadi lebih terbuka. Belanda mencoba merebut lagi kendali. Jepang tetap menjaga intensitas pressing dan menunggu ruang di belakang garis pertahanan lawan.

Duel antarlini berlangsung lebih cepat. Kedua tim sama-sama menunjukkan alasan mereka disebut sebagai kuda hitam.

Belanda kembali unggul melalui gol indah Summerville. Pemain sayap itu baru 11 hari sebelumnya belum pernah memainkan satu menit pun untuk tim nasional. Namun, ia mencatat momen besar dalam debutnya di Piala Dunia.

Dengan kaki kiri, Summerville melepaskan tembakan jarak jauh yang meluncur tajam ke gawang Jepang. Gol itu membuatnya menjadi pemain pertama sejak Daley Blind pada 2014 yang mencetak gol internasional pertamanya di Piala Dunia.

Gol Summerville sempat terlihat seperti penentu kemenangan Belanda. Jepang terus mencoba menekan, tetapi Belanda tampak mampu menjaga jarak.

Namun, daya juang Samurai Blue kembali muncul pada menit-menit akhir. Dari sepak pojok Junya Ito, Koki Ogawa menanduk bola ke arah gawang. Bola kemudian mengenai Kamada dan meluncur ke sudut atas gawang Belanda.

Gol itu terlihat tidak biasa. Kamada seperti tidak sepenuhnya menyadari bola mengenai dirinya sebelum masuk ke gawang. Namun bagi Jepang, cara terjadinya gol tidak lagi penting. Skor menjadi 2-2 dan pendukung Jepang merayakannya seperti kemenangan.

Hasil imbang itu terasa adil bagi kedua tim. Belanda menunjukkan kekuatan individu, terutama lewat Van Dijk dan Summerville.

Jepang memperlihatkan organisasi, kesabaran, dan keberanian untuk terus mengejar hingga akhir. Dengan performa seperti ini, keduanya masih layak disebut tim yang berpotensi melaju jauh dalam turnamen. (*)