Sport

Kanada Hantam Qatar 6-0, Cedera Horor Ismael Kone Picu Keributan Antarpemain

Pemain Qatar Ismael Kone melambaikan tangan kepada penonton saat ia dibawa keluar lapangan dengan tandu akibat cedera parah. (Screenshot The Sun)

VANCOUVER, UNHAS.TV – Kemenangan besar Kanada atas Qatar pada laga Grup B Piala Dunia berubah muram setelah gelandang Ismael Kone mengalami cedera kaki serius akibat tekel keras Assim Madibo.

Pertandingan sempat dihentikan, sementara stasiun televisi ITV memilih tidak menayangkan ulang insiden tersebut karena kondisi cedera dinilai terlalu mengerikan.

Kanada menang 6-0 dan mendekati tiket ke babak gugur 32 besar. Namun, hasil itu nyaris tenggelam oleh insiden yang menimpa Kone pada babak kedua.

Pemain berusia 24 tahun tersebut terjatuh setelah menerima tekel berbahaya dari Madibo. Rekan setim dan pemain Qatar terlihat terpukul begitu menyadari tingkat keparahan cedera.

Tim medis segera masuk ke lapangan. Kone mendapat penanganan cukup lama sebelum dibawa keluar dengan tandu. Ia sempat melambaikan tangan kepada penonton. Madibo langsung diganjar kartu merah dan meninggalkan lapangan sambil menangis.

Pelatih Kanada Jesse Marsch serta para pemainnya bereaksi keras. Ketegangan merembet ke bangku cadangan dan memicu keributan antarpemain serta ofisial kedua tim. Gesekan kembali terjadi setelah peluit panjang dibunyikan.

Komentator ITV, Andros Townsend, mengaku kesulitan menggambarkan kejadian tersebut. “Saya kehilangan kata-kata, sejujurnya,” ujar dia. Penyiar kemudian memutuskan tidak memutar tayangan ulang.

Kone distabilkan di ruang ganti sebelum dilarikan ke rumah sakit untuk pemeriksaan lanjutan. Laporan awal menyebut pemain Sassuolo itu mengalami patah tulang fibula dan tibia. Ia menunggu tindakan operasi dengan didampingi ibunya, Suzanne.

Marsch mengatakan suara patahan tulang terdengar dari tepi lapangan. Ia menyebut kehilangan Kone menjadi pukulan besar menjelang laga terakhir fase grup melawan Swiss.

Beberapa jam sebelumnya, Swiss menang 4-1 atas Bosnia dan Herzegovina. Hasil itu membuat persaingan memperebutkan tiket babak gugur tetap ketat.

“Ismael adalah anak yang hebat. Ia punya masa depan besar dan menjadi bagian penting dari apa yang kami bangun,” kata Marsch. Ia memastikan Kone akan memperoleh penanganan medis terbaik.

Menurut Marsch, karakter Kone mencerminkan tim Kanada. Ia berani mengambil risiko dan mampu melakukan hal besar, meski masih perlu menjaga konsentrasi dalam permainan.

Di tengah suasana tegang, Kanada tetap mencatat sejarah. Tim tuan rumah bersama itu meraih kemenangan pertamanya di Piala Dunia. Cyle Larin membuka keunggulan dari jarak dekat.

Jonathan David kemudian mencetak dua gol, di sela kartu merah Homam El Amin yang membuat Qatar bermain dengan sepuluh orang.

Setelah Madibo juga diusir, Qatar harus melanjutkan pertandingan dengan sembilan pemain. Nathan Saliba, yang masuk menggantikan Kone, mencetak gol lewat tendangan bebas.

Ia merayakannya dengan mengangkat kostum Kone sebagai bentuk dukungan kepada rekannya. Selebrasi itu disambut tepuk tangan panjang dari penonton dan seluruh pemain Kanada di tepi lapangan.

Mohammad Manai kemudian mencetak gol bunuh diri saat membelokkan sepakan Jacob Shaffelburg ke gawang sendiri. David melengkapi trigolnya pada masa tambahan waktu dan menutup pesta enam gol Kanada di Vancouver.

Usai pertandingan, Madibo mendatangi ruang ganti Kanada untuk meminta maaf kepada Kone. Permintaan maaf itu diterima di tengah suasana emosional.

Kanada kini berada di posisi kuat untuk lolos. Qatar wajib mengalahkan Bosnia dan Herzegovina agar tetap memiliki peluang melaju ke babak gugur. Bagi Kanada, kemenangan bersejarah tersebut harus dibayar mahal dengan kehilangan salah satu gelandang pentingnya.

Nasib Kone kini menjadi perhatian utama tim, sementara Kanada harus segera mengalihkan fokus untuk menghadapi Swiss dalam laga penentuan fase grup berikutnya tanpa salah satu pemain kuncinya. (*)