Makassar

Kemarau Panjang, Appi Perintahkan Distribusi Air Bersih Setiap Hari Sambil Bangun 18 SPAM

AIR BERSIH - Pemkot Makassar, memperkuat penyaluran bantuan air bersih kepada masyarakat yang terdampak kemarau panjang, Rabu (9/9/2026). (Dok Pemkot Makassar)

MAKASSAR, UNHAS.TV - Kemarau panjang yang melanda Kota Makassar membuat Pemerintah Kota Makassar memperkuat langkah penanganan krisis air bersih.

Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin alias Appi menginstruksikan seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) terkait bersama perusahaan daerah untuk memastikan distribusi bantuan air bersih dilakukan setiap hari kepada warga yang terdampak kekeringan.

Instruksi itu terutama diarahkan kepada wilayah permukiman yang mengalami penurunan ketersediaan air bersih. Pemerintah Kota Makassar mengerahkan armada tangki air melalui sejumlah instansi.

Mulai dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat), Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Dinas Pekerjaan Umum (PU), serta Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM).

“Langkah-langkah strategis yang kita siapkan adalah bagaimana menyiapkan air tangki ke lorong-lorong dan pasokan air bersih di permukiman warga. Ini sudah kita jalankan sejak bulan lalu dan terus-menerus kita pasok air gratis untuk warga,” ujar Appi, Rabu (9/9/2026).

Menurut Appi, kondisi cuaca ekstrem dengan musim kemarau yang berlangsung panjang telah menyebabkan berkurangnya pasokan air di sejumlah wilayah. Pemerintah Kota Makassar, kata dia, harus mengambil langkah cepat agar kebutuhan dasar masyarakat tetap terpenuhi.

Distribusi air bersih dilakukan secara kolaboratif dengan melibatkan berbagai perangkat daerah. Masyarakat yang membutuhkan bantuan diminta melapor melalui lurah atau camat setempat agar pemerintah dapat memetakan lokasi terdampak dan menyalurkan bantuan secara tepat sasaran.

“Kami berharap warga yang membutuhkan air bersih melapor kepada lurah masing-masing untuk memastikan titik-titik yang akan diantarkan kebutuhan airnya,” kata Appi.

Berdasarkan data BPBD Makassar, penyaluran air bersih tanggap darurat kekeringan yang telah berlangsung sejak bulan lalu telah menjangkau seluruh kecamatan dan sejumlah kelurahan terdampak.

Sebanyak 49 rit distribusi telah dilakukan dengan penerima manfaat mencapai 3.802 kepala keluarga atau 12.939 jiwa.

Jumlah titik distribusi yang sebelumnya berada di sekitar 50 lokasi kini berkembang menjadi 175 titik setiap hari. Pemerintah memastikan penyaluran akan terus dilakukan secara bertahap sesuai kebutuhan masyarakat di lapangan.

BPBD Makassar saat ini telah menetapkan status tanggap darurat bencana kekeringan. Dalam pelaksanaannya, BPBD menggandeng sejumlah pihak, termasuk PMI dan PDAM, untuk memperluas jangkauan pelayanan.

“Kolaborasi BPBD dengan instansi lain seperti PMI dan PDAM setiap hari sudah menyalurkan air bersih ke puluhan titik di tengah masyarakat Kota Makassar,” ujar Appi.

PDAM Makassar juga mengerahkan armada tangki air untuk membantu memenuhi kebutuhan warga. Penurunan debit air baku yang menjadi sumber utama pelayanan air bersih menjadi salah satu tantangan yang dihadapi pemerintah.

Namun, Appi menegaskan distribusi air tangki bukan satu-satunya solusi. Pemerintah Kota Makassar juga menyiapkan pembangunan infrastruktur penyediaan air bersih untuk menjawab kebutuhan jangka panjang.

Salah satu program yang dijalankan adalah pembangunan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) di 18 titik yang dilakukan oleh Dinas PU. Infrastruktur tersebut diharapkan dapat memperkuat akses air bersih masyarakat, terutama di wilayah yang selama ini rentan mengalami kekurangan pasokan.

“PU melalui 18 titik SPAM yang dibangun. Kalau ada kecamatan yang membutuhkan pembangunan SPAM, segera laporkan ke PU dan akan dilakukan survei untuk pembangunan sistem SPAM,” tutur Appi.

Ia meminta camat dan lurah menjadi ujung tombak dalam pendataan wilayah yang membutuhkan pembangunan SPAM maupun bantuan air bersih.

Menurutnya, persoalan air tidak dapat diselesaikan hanya dengan pola distribusi darurat, tetapi membutuhkan sistem penyediaan yang berkelanjutan.

Kemarau panjang diperkirakan masih berlangsung hingga beberapa waktu ke depan. Berdasarkan informasi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), hujan diperkirakan mulai turun lebih signifikan pada akhir Oktober.

Pemerintah Kota Makassar sebelumnya juga telah melakukan berbagai upaya, termasuk pelaksanaan salat istisqa sebagai bentuk ikhtiar menghadapi musim kering.

“Menurut BMKG, sekitar akhir bulan 10 baru ada hujan. Melalui salat istisqa kita sudah lakukan di beberapa tempat,” ujar Appi.

Untuk mempercepat penanganan, Pemkot Makassar membuka sejumlah kanal pengaduan bagi masyarakat. Warga dapat melapor melalui aplikasi Lontara+, layanan darurat 112, nomor 08155112112, atau formulir distribusi air bersih yang disediakan pemerintah.

Appi berharap masyarakat aktif melaporkan kondisi kekurangan air agar bantuan dapat diberikan secara cepat dan sesuai kebutuhan. Pemerintah, kata dia, berkewajiban memastikan kebutuhan dasar warga tetap terpenuhi di tengah perubahan kondisi cuaca ekstrem. (*)