Internasional

Kembali ke Tanah Air, Presiden Prabowo Bawa “Oleh-Oleh” Diplomasi dari Rusia dan Prancis

Presiden Prabowo Bertemu Presiden Rusia Vladimir Putin di Istana Kremlin. (Dok KemenPAN)

JAKARTA, UNHAS.TV - Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto telah kembali ke Tanah Air setelah menyelesaikan rangkaian kunjungan kerja ke Rusia dan Prancis.

Pesawat kepresidenan yang mengangkut Presiden beserta rombongan mendarat di Pangkalan TNI AU Halim Perdanakusuma pada Rabu (15/4/2026) sekitar pukul 13.55 WIB.

Kedatangan Presiden Prabowo disambut oleh Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, Panglima TNI Agus Subiyanto, Kapolri Listyo Sigit Prabowo, serta Kepala Badan Intelijen Negara Mohammad Herindra.

Selama kunjungan ke Eropa, Presiden Prabowo melakukan sejumlah pertemuan strategis dengan pemimpin dunia.

Di Moskow, ia menggelar pertemuan intensif dengan Presiden Rusia Vladimir Putin selama kurang lebih lima jam untuk membahas kerja sama di sektor energi, sumber daya mineral, serta isu geopolitik global.

Agenda kemudian dilanjutkan di Paris, di mana Presiden Prabowo bertemu dengan Presiden Prancis Emmanuel Macron di Istana Élysée.

Dalam pertemuan tersebut, kedua negara membahas penguatan kerja sama bilateral di berbagai sektor prioritas serta bertukar pandangan mengenai dinamika global dan upaya menjaga stabilitas serta perdamaian dunia.

Rangkaian kunjungan ini menegaskan komitmen Indonesia dalam memperkuat kemitraan strategis dengan negara-negara sahabat.

Selain itu, diplomasi tersebut juga menunjukkan peran aktif Indonesia sebagai aktor penting dalam mendorong kerja sama internasional yang inklusif, konstruktif, dan berkelanjutan di tengah dinamika global yang terus berkembang.

Oleh-oleh Presiden dari Rusia dan Prancis

Dalam kunjungan Presiden Prabowo ke Rusia, Presiden Rusia Vladimir Putin menyebut bahwa nilai perdagangan kedua negara menunjukkan peningkatan signifikan hingga mencapai 12 persen.

Putin mengakui bahwa pada awal tahun sempat terjadi perlambatan dalam aktivitas perdagangan. Namun demikian, ia menegaskan bahwa masih terdapat berbagai peluang dan mekanisme yang dapat dimanfaatkan untuk mendorong kembali pertumbuhan kerja sama tersebut.

Dalam kesempatan yang sama, Putin juga menegaskan komitmen Rusia untuk terus memperluas kerja sama dengan Indonesia di sejumlah sektor strategis.

Ia menyebut bahwa kedua negara telah secara intensif membahas berbagai peluang kolaborasi yang dinilai memiliki peran penting dalam hubungan bilateral.

Sektor-sektor tersebut meliputi energi, antariksa, pertanian, industri, hingga farmasi. Selain itu, kerja sama di bidang kemanusiaan juga menjadi perhatian, termasuk penguatan kolaborasi di sektor pendidikan.

Sedangkan pada kunjungan ke Prancis, Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menyampaikan, pertemuan Presiden Prabowo dan Presiden Macron menitikberatkan pada penguatan kerja sama strategis antara Indonesia dan Prancis.

Kerja sama itu membahas sejumlah sektor prioritas, seperti bidang energi, pendidikan, komunikasi digital, hingga investasi ekonomi jangka panjang yang memberikan manfaat timbal balik.

“Dalam pertemuan tersebut, dibahas peningkatan kerja sama di berbagai sektor, termasuk energi, pendidikan, komunikasi digital, serta investasi ekonomi jangka panjang,” ujarnya.

(Achmad Ghiffary M / Unhas TV)