Tahukah Kamu?

Kemiskinan dan Kriminalitas, Sosiolog Unhas: Sebuah Lingkaran yang Harus Diputus


Dosen Sosiologi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Unhas Hariashari Rahim. (dok Unhs.tv)


Selain pendidikan dan kesehatan, sebut Hariashari, program pemberdayaan ekonomi juga menjadi kunci utama dalam mengurangi angka kemiskinan dan kriminalitas.

Pemerintah serta sektor swasta dapat berkolaborasi dalam memberikan bantuan modal dan pelatihan kepada usaha kecil dan menengah (UKM). Dengan dukungan yang tepat, masyarakat dapat lebih mandiri secara finansial dan tidak perlu mencari cara ilegal untuk mendapatkan penghasilan.

Sebagai contoh, banyak negara yang telah sukses menerapkan program microfinance atau pinjaman kecil bagi masyarakat miskin untuk memulai usaha mereka sendiri.

Hasilnya, tingkat kriminalitas di daerah-daerah yang menerapkan program ini mengalami penurunan secara signifikan.

Lebih jauh Hariashari mengatakan, hubungan antara kemiskinan dan kriminalitas bisa dijelaskan dari beberapa aspek.

Keterdesakan Ekonomi: Orang yang hidup dalam kemiskinan mungkin merasa terpaksa melakukan kejahatan untuk memenuhi kebutuhan dasar mereka seperti makanan dan tempat tinggal.

Kurangnya Akses Pendidikan: Di daerah dengan tingkat kemiskinan tinggi, akses terhadap pendidikan dan pelatihan keterampilan sering kali terbatas.

Tanpa pendidikan, peluang kerja yang layak berkurang, sehingga meningkatkan kemungkinan seseorang melakukan kejahatan.

Lingkungan Sosial: Komunitas dengan tingkat kemiskinan tinggi sering kali mengalami ketidakstabilan sosial yang lebih besar, seperti meningkatnya kekerasan dan tindak kriminal lainnya.

Keterbatasan Layanan Publik: Daerah miskin cenderung memiliki akses terbatas terhadap layanan keamanan dan rehabilitasi, yang dapat memperburuk angka kriminalitas.

Tekanan Psikologis: Kemiskinan yang berkepanjangan dapat menyebabkan stres dan tekanan mental yang memicu perilaku menyimpang, termasuk kejahatan.

Meskipun tidak semua orang yang hidup dalam kemiskinan akan melakukan tindakan kriminal, data menunjukkan adanya korelasi kuat antara kemiskinan dan kriminalitas.

"Oleh karena itu, upaya pengentasan kemiskinan bukan hanya tentang meningkatkan kesejahteraan, tetapi juga membangun masyarakat yang lebih aman dan stabil," jelas Hariashari.

"Melalui kebijakan yang tepat, seperti pendidikan gratis, layanan kesehatan yang terjangkau, serta program pemberdayaan ekonomi yang berkelanjutan, kita dapat memutus lingkaran kemiskinan dan kriminalitas," pungkasnya.

Masa depan yang lebih baik bagi masyarakat Indonesia bukanlah sekadar harapan, tetapi sebuah tujuan yang harus diwujudkan bersama. (*)