Ekonomi
Sulsel

Kerahkan 230 Teknisi, PLN UID Sulselrabar Percepat Pemeliharaan Sistem Kelistrikan Sulbagsel

Petugas melakukan pekerjaan pemeliharaan pada fasilitas PLTU Jeneponto sebagai bagian dari upaya percepatan pemeliharaan infrastruktur ketenagalistrikan untuk menjaga keandalan Sistem Sulawesi Bagian Selatan (Sulbagsel). (Dok Humas UID Sulselrabar)

MAKASSAR, UNHAS.TV - PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, dan Sulawesi Barat (UID Sulselrabar) mempercepat pemeliharaan sejumlah infrastruktur ketenagalistrikan di sistem Sulawesi Bagian Selatan (Sulbagsel).

Lebih dari 230 petugas teknik diterjunkan untuk menjaga keandalan pasokan listrik dalam jangka panjang.

General Manager PLN UID Sulselrabar, Edyansyah, mengatakan proses pemeliharaan saat ini tengah berlangsung dengan melibatkan personel teknis dari berbagai lini.

Menurut dia, percepatan pekerjaan dilakukan sebagai bagian dari upaya meningkatkan performa sistem kelistrikan yang menjadi penopang aktivitas masyarakat dan sektor industri.

“Saat ini lebih dari 230 teknisi sudah dikerahkan untuk percepatan proses pemeliharaan. Mari kita berdoa bersama agar dipermudah prosesnya sehingga dapat selesai sesuai dengan jadwal,” ujar Edyansyah dalam keterangan resminya, Rabu (2/9/2026).



PEMELIHARAAN - Petugas PLN melakukan pekerjaan pemeliharaan infrastruktur ketenagalistrikan sebagai bagian dari upaya mempercepat pemulihan dan menjaga keandalan sistem kelistrikan Sulawesi Bagian Selatan (Sulbagsel). (Dok Humas UID Sulselrabar)


Selama proses pemeliharaan berlangsung, kemampuan pasokan daya pada sistem kelistrikan Sulbagsel mengalami pengurangan sementara.

Kondisi tersebut membuat PLN harus melakukan pengaturan beban secara bergilir di sejumlah wilayah, khususnya Makassar dan daerah sekitarnya.

PLN menyebut pengaturan beban dilakukan untuk menjaga keseimbangan antara pasokan dan kebutuhan listrik sekaligus mempertahankan stabilitas sistem.

Pemadaman tidak dilakukan secara serentak di seluruh wilayah, melainkan secara bertahap sesuai kondisi kelistrikan di lapangan.

Durasi pemadaman diperkirakan berlangsung antara satu hingga empat jam dalam setiap sesi. Namun, waktu pelaksanaan dapat berubah menyesuaikan perkembangan sistem dan kebutuhan operasional selama proses pemeliharaan.

Edyansyah mengatakan petugas PLN terus bekerja maksimal untuk mempercepat penyelesaian pekerjaan tersebut.

Ia memahami bahwa penyesuaian pasokan listrik dapat berdampak terhadap aktivitas masyarakat, tetapi langkah itu diperlukan untuk memastikan sistem kelistrikan kembali stabil.

“Petugas teknis PLN terus bekerja secara maksimal di lapangan untuk mempercepat penyelesaian pekerjaan pemeliharaan. Kami memahami bahwa kondisi ini dapat mengganggu aktivitas masyarakat, namun langkah ini diperlukan untuk menjaga kestabilan dan keandalan sistem kelistrikan,” katanya.



PEMELIHARAAN - Petugas PLN melakukan pekerjaan pemeliharaan infrastruktur ketenagalistrikan sebagai bagian dari upaya mempercepat pemulihan dan menjaga keandalan sistem kelistrikan Sulawesi Bagian Selatan (Sulbagsel). (Dok Humas UID Sulselrabar)


PLN mengimbau masyarakat memperoleh informasi terbaru mengenai wilayah terdampak serta perkembangan penanganan melalui aplikasi PLN Mobile dan kanal informasi resmi PLN, termasuk WhatsApp Channel PLN Unit Layanan Pelanggan (ULP) di masing-masing wilayah.

Selain itu, pelanggan diminta melakukan antisipasi dengan mengatur penggunaan peralatan listrik dan menyiapkan sumber listrik cadangan untuk kebutuhan penting selama proses pemeliharaan berlangsung.

Edyansyah menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang dialami pelanggan. Ia memastikan PLN akan terus melakukan upaya maksimal agar kondisi kelistrikan Sulbagsel dapat segera kembali normal.

“Kami memohon doa, dukungan, pengertian, dan kesabaran masyarakat selama proses pemeliharaan dan pemulihan berlangsung. PLN akan terus all out melakukan upaya terbaik dan mempercepat penyelesaian pekerjaan,” tuturnya. (*)