Polhum

Ketua Umum dan Pengurus Golkar ke Istana, Bahlil: Silaturrahmi

JAKARTA, UNHAS.TV - Ketua Umum Partai Golkar Bahlil Lahadalia memimpin rombongan pengurus Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Golkar untuk bertemu Presiden Prabowo Subianto di Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (27/8/2025) siang ini. 

Kunjungan ini berlangsung selama kurang lebih dua hingga tiga jam dan menjadi momen penting memperkuat sinergi antara partai koalisi dengan pemerintah.

Rombongan Golkar tiba di kompleks Istana sekitar pukul 12.45 WIB dengan menggunakan beberapa kendaraan, termasuk Mercedes-Benz Sprinter dan Hiace. Mereka tampil kompak mengenakan jaket kuning khas Partai Golkar, yang melambangkan solidaritas partai beringin tersebut. 

Bahlil Lahadalia, yang juga menjabat sebagai Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), didampingi para pimpinan inti seperti Sekretaris Jenderal Sarmuji, Bendahara Umum, Ketua Dewan Pembina, Wakil Ketua Umum seperti Adies Kadir, Ahmad Doli Kurnia, Meutya Hafid, Melkides Laka Lena, Idrus Marham, Ace Hasan Syadzily, Wihaji, serta pengurus lainnya termasuk Agus Gumiwang Kartasasmita, Puteri Komarudin, Dyah Roro Esti, Hetifah Sjaifudian, dan Christina Aryani.

Saat dikonfirmasi oleh wartawan di lokasi, Bahlil menjelaskan bahwa tujuan utama kunjungan ini adalah untuk menjalin silaturahmi. "Hari ini kami dari pengurus DPP Partai Golkar melakukan silaturahmi dengan Bapak Presiden ya," ujar Bahlil singkat sebelum memasuki Istana. 

Ia menegaskan bahwa sebagai bagian dari Koalisi Indonesia Maju (KIM) yang telah mendukung Prabowo sejak awal, Golkar siap memberikan dukungan penuh serta masukan konstruktif untuk kemajuan bangsa.

Pasca-pertemuan, Bahlil lebih terbuka mengungkap isi diskusi yang berlangsung secara mendalam. "Kami baru selesai melakukan silaturahmi dengan Bapak Presiden. Posisi kami hari ini sebagai pengurus DPP Partai Golkar, saya didampingi oleh sekjen, bendahara umum, ketua dewan pembina, wakil-wakil ketua umum, dan unsur-unsur ketua," katanya kepada wartawan. 

Diskusi tersebut digambarkan sangat konstruktif, dengan fokus pada berbagai perkembangan nasional ke depan. Topik utama yang dibahas meliputi penegakan Pasal 33 Undang-Undang Dasar 1945 mengenai pengelolaan sumber daya alam, program Makan Bergizi Gratis (MBG), koperasi Merah Putih, serta inisiatif Sekolah Rakyat. 

Selain itu, pertemuan juga menyentuh program prioritas Prabowo dalam Asta Cita, sistem politik ideal untuk Indonesia, dan capaian pemerintah selama 10 bulan pertama masa jabatan.

Bahlil menekankan komitmen Golkar untuk mengawal pemerintahan Prabowo-Gibran hingga tuntas, bahkan hingga dua periode jika diperlukan. "Sejak Munas, saya sudah berpidato bahwa kami mengawal pemerintahan Pak Prabowo sama Mas Gibran sampai selesai. Sampai selesainya kapan? Sampai selesai. Pak Prabowo mau selesainya kapan, itu selesai. Kalau mau dua periode, mau berapa, kita bicarakan. Enggak ada masalah," tegasnya, mengulang pernyataannya sebelumnya. Ia juga menyebut Prabowo sebagai "alumni Golkar" yang akan terus dijaga oleh keluarga besar partai.

Pertemuan ini juga menepis spekulasi mengenai agenda khusus, seperti pembahasan reshuffle kabinet atau isu internal Golkar seperti Musyawarah Nasional Luar Biasa (Munaslub). 

Bahlil secara tegas membantah adanya pembicaraan reshuffle, menyatakan bahwa hal tersebut merupakan hak prerogatif penuh Presiden. "Sampai dengan hari ini belum ada pembicaraan itu," katanya. 

Ia juga menegaskan bahwa pertemuan hanya melibatkan pengurus inti Golkar dan tidak ada keterlibatan partai lain.

Kunjungan ini terjadi di tengah dinamika politik yang semakin solid di bawah pemerintahan Prabowo. Sebagai partai koalisi terbesar, Golkar terus menunjukkan peran aktifnya dalam mendukung program-program nasional, termasuk hilirisasi industri dan pemberdayaan ekonomi rakyat. 

Wakil Ketua Umum Golkar Idrus Marham sebelumnya menyatakan dukungan penuh terhadap ide koalisi permanen yang diusulkan Prabowo, menandakan hubungan harmonis antara Golkar dan Gerindra.

Pertemuan ini diharapkan menjadi momentum bagi Golkar untuk semakin memperkuat posisinya sebagai pilar utama Koalisi Indonesia Maju, sambil memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan bangsa. Presiden Prabowo sendiri belum memberikan keterangan resmi terkait pertemuan ini, namun sumber Istana menyebutkan bahwa diskusi berjalan hangat dan produktif.(*)