Menurut Ninih, di era kekinian yang modern dan sarat persaingan, berjejaring adalah salah satu kunci keberhasilan dan memenangkan persaingan.
Ia bergabung dengan komunitas Peduli Anak Jalanan Makassar sejak tahun pertama kuliah dan aktif memberikan edukasi bagi anak-anak yang kurang beruntung.
“Melalui komunitas ini, aku bisa belajar banyak, mulai dari public speaking, time management, hingga kerja sama dalam tim,” ungkapnya.

Mahasiswa Berprestasi Departemen Biologi FMIPA Unhas Ninih Mutmainnah Abd Aziz. (dok Unhas.tv)
Selain itu, Nini juga menekankan pentingnya untuk berkompetisi dengan mengikuti beragam perlombaan untuk mengasah kemampuan.
Salah satu momen paling berkesan baginya adalah saat meraih medali emas di Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (Pimnas) ke-37 yang diselenggarakan di Universitas Airlangga tahun 2024.
“Kami meneliti pembuatan pakan ternak dari limbah organik seperti kulit singkong, bulu ayam, dan magot. Ini solusi inovatif untuk menggantikan jagung yang harganya semakin naik,” jelasnya.
Berkat riset ini, timnya berhasil menyumbangkan satu medali emas bagi Universitas Hasanuddin dan membantu membawa pulang Piala Adikarta Kertawidya ke Sulawesi untuk pertama kalinya.
Sebagai mahasiswa yang memiliki banyak pencapaian, Ninih tetap memikirkan keseimbangan dalam hidupnya. Baginya, ‘me time’ adalah hal yang penting untuk menjaga kesehatan mental.
“Tekanan dalam perlombaan dan akademik memang tinggi, tapi kita juga perlu waktu untuk diri sendiri,” katanya.
Ninih juga memiliki motivasi besar untuk membanggakan keluarganya. Sebagai calon sarjana pertama dalam keluarganya, ia ingin memberikan yang terbaik bagi orang tuanya.
“Mereka tidak pernah memaksaku untuk juara, tapi aku sadar bahwa berprestasi adalah salah satu cara membalas dukungan mereka,” ujar perempuan 22 tahun ini.
Setelah lulus, Ninih berencana melanjutkan studi ke jenjang S2. Ia juga ingin terjun ke dunia konten kreator di media sosial, membagikan ilmu dan pengalaman kepada generasi muda. “Menurutku, ini peluang bagi Gen-Z untuk terus berkreasi dan berbagi inspirasi,” pungkasnya.
Dengan semangat dan dedikasinya, Nini Mutmainan Abdul Aziz membuktikan bahwa seorang mahasiswa bisa menjadi akademisi yang unggul sekaligus agen perubahan sosial.
Kiprahnya menjadi inspirasi bagi banyak mahasiswa lain untuk terus berkembang dan memberikan dampak positif bagi lingkungan sekitar. (*)